Zenfone Max Pro M2: Desain Beautiful, Performa Powerful, dan Kamera Wonderful

ASUS Indonesia resmi meluncurkan Zenfone Max Pro M2. Ponsel gaming penerus Zenfone Max Pro M1 ini punya beberapa peningkatan, mulai dari desain yang lebih segar, prosesor lebih gahar, dan kualitas kamera yang cetar.

Kebutuhan pengguna smartphone terhadap ponsel gaming semakin hari semakin meningkat, sejalan dengan perkembangan game-game mobile yang kini punya gameplay serta tampilan grafis yang memukau. Jadi tak heran jika hal itu berdampak pada persaingan di pasar ponsel gaming tanah air yang juga ikut menggeliat.

ASUS sebagai salah satu pemain di segmen tersebut tentu ingin mempertahankan eksistensi dan meneruskan euforia kesuksesan Zenfone Max Pro M1, ponsel gaming fenomenal yang beberapa bulan lalu mencuri perhatian mobile gamer dengan spesifikasi dan fitur mumpuni namun dibanderol dengan harga terjangkau.

Kini suksesor Zenfone Max Pro M1 resmi beredar tepatnya tanggal 11 Desember 2018 di Pullman Hotel Central Park, Jakarta. Dengan tagline “Next Generation Gaming” peluncuran ponsel yang diberi nama Zenfone MaxPro M2 berbarengan dengan Zenfone Max M2 dan ROG Phone. Namun kali ini saya hanya ingin mengulas secara lengkap Zenfone Max Pro M2 yang sudah saya gunakan beberapa hari.

Bagaimana desain, performa, kamera, dan fitur-fitur lain dari Zenfone Max Pro M2 dibanding pendahulunya Zenfone Max Pro M1. Apakah kemampuannya pantas dibanderol Rp 2.799.000 untuk varian paling rendah RAM 3GB dan storage 32GB? Berikut ulasan lengkapnya.

Isi box Zenfone Max Pro M2

Beautiful Design

Dari tampilan desain khususnya pada bagian backcover langsung terlihat perubahan drastis di Zenfone Max Pro M2, jika dulu Zenfone Max Pro M1 menggunakan bahan metal yang solid kini di Max Pro M2 mengadopsi lapisan plastik mirip kaca yang bisa memantulkan cahaya. ASUS menyebutnya dengan lapisan akrilik yakni lembaran plastik yang sangat keras dan memiliki sifat lebih unggul dari kaca. Kelebihan bahan ini tentu saja bobotnya yang cukup ringan dan warnanya yang tak cepat pudar.

Untuk sensasi genggaman, Zenfone Max Pro M2 dengan lengkungan di sisi kanan dan kiri terasa lebih nyaman di tangan dan bobotnya pun lebih ringan 5 gram dibanding Max Pro M1. Menurut saya, penggunaan bahan akrilik sukses membuat desain Zenfone Max M2 lebih cantik dan terasa seperti ponsel flagship. Namun kekurangan material ini sangat mudah meninggalkan bekas sidik jari, jadi sering-sering saja mengelapnya agar kilaunya tetap terjaga.

Masih di bagian belakang ponsel, terdapat sensor sidik jari dan modul kamera ganda berjejer vertikal di pojok kiri atas. Lalu di sisi bawah terdapat port microUSB, jack audio 3.5mm, microphone, serta lubang speaker. Sedangkan di sisi kanan smartphone terdapat tombol power dan volume up and down, kemudian di sisi kiri tersedia slot SIM card yang mendukung triple slots dan bisa memuat dua nano SIM serta satu micro SD. Lalu di sisi atas ponsel hanya ada microphone.

Tak hanya bagian belakang yang mengalami perombakan, di sisi depan atau di bagian layar Zenfone Max Pro M2 juga mengalami penyegaran. Kini smartphone dengan kode produk ZB631KL ini punya notch atau poni yang minimalis menghias layar 6.3 inch-nya, tentu saja bentang layarnya lebih lega dari Max Pro M1 yang hanya 5.99 inch.

Meski layar Max Pro M2 lebih luas namun dimensinya tak berbeda jauh dengan Max Pro M1 itu berkat rasio layar 19:9 beresolusi Full HD+ 2280×1080 piksel dengan kerapatan piksel yang mencapai 405ppi membuat layarnya jernih dan tajam. Selain itu terdapat satu kamera depan beresolusi 13MP f/2.0 yang dilengkapi softlight LED flash, earpiece, LED notifikasi, serta sensor-sensor.

Layar Zenfone Max Pro M2 sudah dilengkapi Corning Gorilla Glass 6 yang menjadikannya sebagai ponsel pertama yang memakai pelindung layar terbaik untuk saat ini di smartphone kelas menengah. Jadi pengguna tak perlu khawatir terhadap benturan dan goresan jika Max Pro M2 disimpan bersama benda-benda keras atau tajam.

Desain Zenfone Max Pro M2 memang lebih segar dan membuatnya terlihat kekinian, saya sangat suka dengan tampilannya yang sekilas mirip ponsel flagship dan cukup percaya diri menentengnya ke mana-mana menemani aktivitas saya sehari-hari.

Powerful Performance

Untuk smartphone gaming diharga 2-3 jutaan, Zenfone Max Pro M2 memang layak jadi pilihan pertama. Selain menggunakan prosesor Snapdragon 660 AI angine dengan fabrikasi 14nm yang dikenal punya performa gahar namun hemat konsumsi daya, dipadu dengan pengolah grafis Adreno 512 membuat pengalaman bermain game lebih lancar dan bebas lag, Saya mencoba game PUBG Mobile di settingan grafis HD dengan high frame rate mampu dijalankan dengan mulus, apalagi kalau hanya game seperti Mobile Legend atau Asphalt 9 bisa dieksekusi dengan  lancar jaya di pengaturan grafis maksimal.

Saat bermain game PUBG Mobile, saya tak perlu khawatir dengan kehadiran notch yang bakal mengganggu pandangan karena secara otomatis akan tersamarkan sehingga layar Zenfone Max Pro M2 jadi full screen tanpa terganggu oleh kehadiran notch.

Unit yang saya pakai punya kapasitas RAM 4GB dan storage 64GB yang bisa diekspansi hingga 2TB dengan slot micro SD dedicated, rasanya memori sebesar itu sudah cukup mengakomodir kebutuhan saya menginstal beberapa aplikasi dan game berat, serta melakukan aktivitas multitasking dengan lancar. Tersedia juga varian Zenfone Max Pro dengan RAM 3GB Storage 32GB dan RAM 6GB Storage 64GB.

Secara performa Zenfone Max Pro M2 dengan Snapdragon 660 memang lebih unggul dibanding Zenfone Max Pro M1 yang mengandalkan Snapdragon 636. Diuji dengan aplikasi Antutu Benchmark, Max Pro M2 memperoleh skor 127.094. Sedangkan dites dengan aplikasi GeekBench meraih skor 1.475 untuk singel-core dan 5173 untuk multi-core. Untuk aplikasi 3DMark menghasilkan skor 1.214 dan 955.

Meski sejatinya angka-angka tersebut bukanlah segalanya untuk menggambarkan kinerja sebuah smartphone, namun skor tersebut bisa menjadi acuan bahwa performa Zenfone Max Pro M2 sudah sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan pangguna yang gemar bermain game. Tak ada lagi lag ataupun frame drop saat bermain game favorit ataupun menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan.

Wonderful Camera

Sektor kamera jadi bagian yang mengalami peningkatan signifikan di Zenfone Max Pro M2. Dibanding pendahulunya, ASUS ingin menjawab keluhan pangguna Max Pro M1 yang kualitas kameranya masih terlalu standar.

Kamera belakang Zenfone Max Pro M2 masih tetap dengan konfigurasi dual kamera yang masing-masing beresolusi 12MP dengan sensor Sony IMX486 aperture f/1.8 yang lebih peka terhadap cahaya dan punya kemampuan low light mumpuni, serta kamera 5MP untuk depth effect. Meski mode kameranya tak sebanyak Max Pro M1 namun Max Pro M2 punya mode Pro atau mode manual yang cukup lengkap. Mulai dari pengaturan auto focus, shutter speed, ISO, EV, hinggga white balance. Juga memiliki teknologi AI scene detection yang mampu menerjemahkan 13 scene dan subjects.

Di kondisi cahaya melimpah, hasil jepretan Max Pro M2 sangat memanjakan mata, detail objek foto terlihat jelas, perpaduan warna yang akurat membuat foto lebih hidup dan nyata. Untuk hasil foto bokeh juga rapi dengan tingkat blur yang bisa disesuaikan dengan keinginan. Sedangkan di kondisi minim cahaya atau low light tangkapan kamera Max Pro M2 kini lebih oke berkat aperture f/1.8 dan dukungan LED flash yang mampu menghasilkan foto lebih tajam dan jernih.

Untuk kamera depan, resolusi 13MP aperture f/2.0 juga dilengkapi softlight LED flash sudah sangat mumpuni menghasilkan foto selfie atau wefie dengan detail oke, warna yang juga akurat, serta dynamic range lumayan luas. Selain itu tersedia juga mode sport, night, auto, dan fitu beauty namun sayang tak mendukung efek kedalaman atau mode bokeh.

Sedangkan untuk perekaman video, saya takjub dengan kualitas video Zenfone Max Pro M2 yang sangat stabil berkat teknologi EIS (Electronic Image Stabilizer) dengan kualitas perekaman hingga 4K,  namun untuk kamera depan kualitas videonya mentok di FHD 1080p. Beberapa moment  yang saya rekam dengan Max Pro M2 sudah sangat bisa diandalkan untuk kebutuhan videografi sehari-hari, minim guncangan hasilnya pun detail dan tajam. Berikut hasil foto dan video Zenfone Max Pro M2.

Baterai Monster

Tak ada yang berubah di sektor kapasitas baterai Zenfone Max Pro M2 dibanding Max Pro M1 yang sebesar 5000 mAh. Untuk penggunaan normal sehari-hari, baterai Zenfone Max Pro M2 mampu bertahan hingga satu hari lebih, bahkan saat digunakan bermain game selama 60 menit baterai hanya berkurang 10% lalu nonton Youtube 60 menit baterai berkurang 7%, dengar music 60 menit menit baterai berkurang 5%. Daya tahan baterai Zenfone Max Pro M2 ini sangat impresif seperti di seri-seri Max ASUS sebelumya.

Untuk durasi pengisian ulang daya di Zenfone Max Pro M2 pun hampir sama seperti Max Pro M1, dari sisa baterai 16% butuh waktu 2 jam 15 menit agar baterai terisi penuh. Jadi sebaiknya charger ulang ponsel saat malam hari atau ketika smartphone tidak digunakan agar pengisian ulang dayanya bisa lebih cepat. Sensor-sensor yang ada di Zenfone Max Pro M2 juga cukup lengkap termasuk sensor gyroscope.

Fitur-fitur Lain

Zenfone Max Pro M2 membawa fitur-fitur yang hampir mirip dengan Max Pro M1, seperti fitur face recognition yang mendeteksi wajah dengan akurat dan cepat meski di kondisi minim cahaya. Selain ada finger print sensor yang responsnya cepat dan juga akurat, lalu dukungan ZenMotion gesture untuk menghidupkan dan memadamkan layar dengan double-tap. Selain itu sistem operasi Zenfone MaxPro M2 menggunakan Pure Android versi 8.1 yang hanya membutuhkan sedikit ruang penyimpanan untuk menjalankan sistem. Tak hanya itu, dengan Pure Android pengguna bisa lebih leluasa meng-install beragam game atau aplikasi sesuai dengan keinginan.

Sedangkan untuk keluaran audio di speaker Zenfone Max Pro M2 hampir mirip dengan pendahulunya, cukup nyaring dan jernih. Di setting ke volume paling tinggi pun masih tetap nyaman didengar, apalagi saat menggunakan earphone atau headphone tentu kualitas audionya jadi lebih maksimal.


Kesimpulan

Kehadiran Zenfone Max Pro M2 membutktikan bahwa ASUS sangat total bersaing di industri ponsel gaming tanah air, terlihat dari upgrade dari Zenfone Max Pro M1 ke Max Pro M2 yang membawa banyak peningkatan. Soal harga, ASUS pun masih konsisten membanderol Zenfone Max Pro M2 di harga yang cukup terjangkau mulai dari :

  • Rp 2.799.000 untuk varian 3GB/32GB
  • Rp 3.199.000 untuk varian 4GB/64GB
  • Rp 3.699.000 untuk varian 6GB/64GB

Soal ketersediaan produk, ASUS mengklaim jika Zenfone Max Pro M2 akan tersedia di pasar online mulai tanggal 12 Desember 2018 di Shopee dan Lazada, kemudian menyusul untuk pasar offline tersedia mulai tanggal 14 Desember 2018 di 12 toko partner ASUS yang tersebar di Indonesia.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE