Zenfone Max Pro M1, Prosesor Super Baterai Monster

Smartphone terbaru Asus kali ini hadir dengan pembaruan di sana-sini mulai dari desain masa kini, teknologi terkini, hingga baterai yang tahan dibawa ke sana kemari.

Zenfone Max Pro M1 jadi smartphone kedua Asus setelah Zenfone Max Plus M1 yang hadir di kuartal pertama tahun 2018 ini, release 23 April lalu dalam event bertajuk “Limitless Gaming Max Series Launch” Asus seolah menegaskan jika Zenfone Max Pro M1 ditujukan untuk kalangan pencinta game mobile. Meski pengguna lain yang tak terlalu gemar bermain game pun tetap bisa menggunakan smartphone ini.

Sebagai pengguna smartphone Asus sejak Zenfone 5 2014, saya tahu betul bahwa produsen asal Taiwan itu paling mengerti dengan kebiasaan pengguna ponsel di Indonesia. Setiap meluncurkan smartphone terbarunya, Asus kerap menghadirkan beberapa varian produk yang ditujukan untuk segmen yang berbeda-beda.

Seperti Zenfone Max Series yang terkenal andal dengan performa dan kapasitas baterainya yang besar, cocok untuk pencinta game atau pengguna yang punya aktivitas outdoor lebih banyak. Meski saya bukan tipikal pengguna smartphone yang hobi bermain game dan aktivitasnya kebanyakan di dalam ruangan, saya tetap suka dengan ponsel dengan kapasitas baterai besar dan punya kinerja yang bertenaga.

Menurut saya Zenfone Max Pro M1 menjadi smartphone paling menjanjikan untuk saat ini di harga 2-3 jutaan, banyak peningkatan yang dibawa ponsel tersebut dibanding seri Zenfone Max terdahulu. Saya berkesempatan menggunakan smartphone yang punya baterai 5.000 mAh ini beberapa hari dan saya akan coba ulas hal-hal menarik dari Zenfone Max Pro M1.

Saya ingin membuktikan apakah memang pantas smartphone dengan kode produk ZB602KL jadi smartphone paling sensasional saat ini dan terbaik dibanding kompetitor? Berikut ulasan lengkapnya.

Desain Solid Khas Asus

Desain menjadi salah satu hal terpenting untuk memikat calon pengguna sehingga vendor asal Taiwan selalu membuat sebuah smartphone dengan tampilan yang elegan, mewah, dan juga kokoh. Zenfone Max Pro M1 hadir dengan balutan material metal yang solid pada back cover sehingga tampak berkelas. Selain itu modul dual kamera yang berjejer vertikal dan LED flash sarta sensor finger print juga ada di sisi belakang.

 

Pada bagian bawah smartphone tersedia port micro USB, jack audio 3.5mm serta speaker. Lalu di sisi kanan terdapat tombol power dan volume up and down, di sisi kiri ada triple slots yang bisa muat dua SIM card dan satu microSD. Selain itu pada bagian depan ada kamera, softlight LED Flash, sensor proximity dan ambient, serta LED notifikasi yang menurut saya sangat berguna menginformasikan beragam notifikasi.

Tampilan layar memanjang fullview display 18:9 beresolusi FHD+ 2.160 x 1.080 piksel berukuran 6 inch membuat Max Pro M1 terlihat kekinian. Sajian kontras yang seimbang serta detail warna yang jernih dan tajam membuat mata betah diajak berlama-lama menatap layar Zenfone Max Pro M1 ini. Mata saya yang terbiasa dengan layar Full HD Zenfone 3 Max aja sudah cukup nyaman dilihat, apalagi ini Full HD+ terlihat lembut dan tajam.

Digunakan di bawah sinar matahari langsung pun tak jadi masalah, tinggal naikkan brightness level-nya ke tingkatan paling maksimal dan ponsel tetap bisa digunakan dengan nyaman. Dengan ukuran layar yang lebih luas serta kualitas warna yang baik membuat Zenfone Max Pro M1 sangat pas digunakan untuk menikmati konten video, foto, game, atau menjalankan beragam aplikasi dan memberikan pengalaman visual terbaik untuk smartphone di segmen mid-end.

Saya dari dulu memang lebih tertarik dengan smartphone dengan layar lega namun nyaman digenggam dan tetap ideal saat disimpan dalam saku seperti Zenfone Max Pro M1 ini, meski berukuran 6 inch namun berkat rasio layar 18:9 serta bezel kiri dan kananya yang tipis membuat Max Pro M1 terlihat seperti smartphone berukuran 5.5 inch saja. Beratnya pun cukup enteng, hanya 180 gram padahal baterainya gede loh.

Prosesor Powerfull

Menilik spesifikasi dapur pacu Zenfone Max Series terdahulu, wajar jika Zenfone Max Pro M1 berada di urutan paling atas jika berbicara tentang teknologi yang digunakan karena dibekali Snapdragon 636. Chipset terbaru dari Qualcomm tersebut memiliki banyak keunggulan dan performanya nyaris dua kali lebih baik dibanding pendahulunya yang lebih dulu populer yakni Snapdragon 625.

Beberapa varian smartphone Asus yang dulu menggunakan Snapdragon 625 hingga kini masih memiliki banyak peminat, selain terbukti punya kinerja yang cukup bertenaga juga sangat irit dalam konsumsi daya.

Jadi tak heran jika Asus dengan percaya diri merilis Zenfone 3 ZE520KL tahun 2016 lalu dengan Snapdragon 625 serta kapasitas baterai hanya 2600 mAh saja. Namun jangan heran jika dalam sekali charger penuh, Zenfone 3 tersebut bisa bertahan hampir seharian tentu saja dengan pemakaian normal dan wajar.

Zenfone Max Pro M1 membawa teknologi yang paling up to date untuk saat ini, Snapdragon 636 yang powerfull dan juga irit konsumsi daya ditambah dengan kapasitas baterai sebesar 5.000 mAh. Kombinasi yang luar biasa menurut saya, hal tersebut terbukti saat diajak bermain game.

Mau itu game AOV, PUBG Mobile, dan PES Club Manager yang merupakan game-game favorit saya bisa berjalan lancar bahkan di settinggan paling tinggi sekalipun. Tak ada lag ataupun frame drop saat bermain game tersebut. Pengalaman bermain game pun jadi lebih maksimal berkat ukuran layar Zenfone Max Pro M1 yang super lega.

Sebagai gambaran tentang Snapdragon 636 ini yang core-nya menggunakan Kryo 620 high performance. Punya dua kelompok/kluster inti prosesor yang biasa juga ditemui pada ponsel-ponsel kelas atas dan dibekali prosesor Snapdragon 800 series.

Satu kelompok terdiri dari empat inti/octacore untuk mendukung performa tinggi dengan arsitektur cortex A73 clock 1.8 GHz dan satu kelompok lagi terdiri dari empat inti untuk efisiensi daya dengan arsitektur cortex A53 clock 1.6 GHz.

Kehadiran dua segmen inti prosesor ini tentu saja akan berimbas pada kinerja smartphone yang lebih bertenaga namun tetap irit konsumsi daya seperti bermain game kualitas HD, menjalankan multitasking jadi lebih lancar, dan perpindahan antar aplikasi juga lebih cepat.

Skor Antutu Bechmark Zenfone Max Pro M1 berada dikisaran seratus sebelas ribuan, angka yang cukup tinggi untuk smartphone 2 jutaan dengan prosesor super serta baterai monster. Zenfone Max Pro M1 ini memang pantas jadi yang terbaik di kelasnya.

Apalagi didukung RAM 3 GB serta memori internal 32 GB yang bisa ditingkatkan hingga 256 GB dengan slot MicroSD dedicated. sehingga saya tak perlu dilema saat ingin menggunakan dua kartu SIM dan satu microSD. Sensor yang dimiliki Zenfone Max Pro M1 ini juga lengkap termasuk sensor gyroscope dan mendukung 10 titik sentuhan jari.

Kamera Lebih Menarik

Punya keunggulan di performa dan daya tahan baterai bukan berarti mengabaikan sektor kamera yang juga merupakan fitur yang tak kalah penting pada sebuah smartphone. Zenfone Max Pro M1 yang saya review ini dibekali konfigurasi dual kamera utama yang masing-masing beresolusi 13 MP dan 5 MP. Masih ada varian Zenfone Max Pro M1 yang punya resolusi kamera utama 16 MP dan 5 MP namun dengan RAM 6 GB serta ROM 64 GB.

Karena menggunakan Pure Android sehingga saya harus rela melupakan beragam fitur yang ada pada teknologi PixelMaster di kamera Zenfone terdahulu, namun Zenfone Max Pro M1 yang menggunakan Snapdragon camera juga punya banyak fitur kamera yang tak kalah keren. Seperti mode otomatis, portrait, HDR, landscape, sports, flowers, backlight, candlelight, sunset, night, beach, dan snow, namun tanpa mode manual.

Saya lebih sering menggunakan mode portrait dan HDR selain mode otomatis tentu saja, hasil jepretan kamera belakang Max Pro M1 sudah cukup memuaskan dan mampu menghasilkan efek bokeh yang rapi dan dramatis asal diambil dalam kondisi pencahayaan yang cukup. Berikut ini hasil jepretan Zenfone Max Pro M1.

 

Sedangkan untuk foto minim cahaya atau lowlight hasilnya cukup baik, pastikan objek foto dan tangan tak bergerak saat ingin mengambil foto di kondisi minim chaya agar hasilnya lebih maksimal. Secara keseluruhan kemampuan kamera Zenfone Max Pro M1 ini cukup lumayanlah sebagai ajang pamer di media sosial. Berikut hasil foto di kondisi lowlight.

 

Untuk perekaman video, kamera belakang Zenfone Max Pro M1 mampu merekah hingga kualitas 4K namun tanpa teknologi OIS (Optical Image Stabilization) ataupun EIS hasil rekaman videonya standar dan masih belum stabil.

Sedangkan untuk kamera depan yang hanya punya satu lensa beresolusi 8 MP sudah cukup bisa diandalkan untuk kebutuhan foto selfie atau wefie dan bisa juga menampilkan efek bokeh yang hampir sama baiknya dengan kamera belakang.

Mode kamera depan sama banyaknya dengan mode kamera belakang, namun untuk hasil terbaik tentu saja harus berada pada kondisi yang cukup cahaya. Berikut ini hasil kamera depan Zenfone max Pro M1 di berbagai kondisi

 

Baterai Monster

Di acara peluncurannya, Asus mengatakan bahwa baterai 5.000 mAh Zenfone Max Pro M1 di atas kertas mampu bertahan 42 jam telepon di jaringan 3G, up to 28 jam wifi-browsing, 19,5 jam nonton Youtube, dan up to 12 jam untuk bermain game nonstop. Apakah seimpresif itu?

Dulu Asus pernah menghadirkan Zenfone Max dan Zenfone Zoom S yang juga punya kapasitas baterai 5.000 mAh namun dua smartphone itu belum pernah saya gunakan. Saya hanya pernah menggunakan Zenfone 3 Max ZC553KL dengan baterai sebesar 4.100 mAh, dengan full charger sudah cukup membuat ponsel saya bertahan 12 jam tanpa bertemu colokan listrik. Amazing!

Nah, di Zenfone Max Pro M1 ini malah membuat saya geleng-geleng kepala. Rekor 12 jam tanpa colokan yang dulu dipegang Zenfone 3 Max ZC553KL dengan penggunaan ala saya, yakni hanya untuk aktif di media sosial, chatting, sesekali nonton Youtube, dan sesekali bermain game kini dipatahkan Max Pro M1.

Butuh 13 jam untuk menghabiskan 50% baterai dari kondisi penuh 100% dan butuh 24 jam hingga baterai tersisa 21% itupun dengan penggunaan cukup intens. Bermain game 60 menit baterai hanya berkurang 11%, lalu nonton Youtube selama 60 menit baterai berkurang 7%, dan dengar musik 60 menit baterai berkurang hanya 5%. Daya tahan baterai Zenfone Max Pro M1 ini memang sangat impresif.

Waktu isi ulang dayanya pun tergolong cepat, dari baterai 15% ke 100% hanya butuh waktu 2 jam 15 menit. Waktu yang hampir sama saat mengisi ulang daya Zenfone 3 Max dengan baterai 4.100 mAh.

Kesimpulan

Asus sudah tepat menelurkan Zenfone Max Pro M1 untuk menjadi pilihan smartphone kelas menengah yang paling recommended untuk saat ini. Selain performa oke, kualitas layar bagus, kamera menarik, serta daya tahan baterai yang luar biasa. Dan masih banyak lagi hal-hal menarik lainnya yang ada di Zenfone Max Pro M1, nanti saya akan tulis di bagian yang terpisah.

Dengan beragam teknologi canggih dan juga fitur-fitur terkini Zenfone Max Pro M1 justru dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau yakni Rp 2.299.000. Namun khusus flash sale di Lazada tanggal 22 dan 29 Mei 2018 Zenfone Max Pro M1 dihargai Rp 2.199.000.

Selain itu purna jual Asus untuk semua produknya sudah tak diragukan lagi, tersebar di seluruh kota-kota besar dan juga pelosok daerah. Selama menggunakan produk Asus, saya tak pernah mengalami kendala. Kalaupun ada masalah, saya tak perlu khawatir karena pelayanan service center Asus sudah ada di kota saya yakni Makassar.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE