Yakinkan Hati

Akhir-akhir ini saya sering baca artikel tentang lika-liku persiapan menikah, entah itu kesiapan buat sang cowok ataupun untuk si cewek. Banyak tip dan trik bagaimana mempersiapkan diri menuju jenjang pernikahan agar kuat secara mental dan fisik, menikah adalah proses “naik kelas” bagi siapa saja yang sudah lulus di tingkat kematangan dan kedewasaan. Kegalauan tentu menyelimuti mereka yang baru akan mempersiapkan diri ke jenjang pernikahan, hambatan dan permasalahan datang silih berganti. Seakan menggoyahkan ketetapan hati dan keyakinan jiwa untuk segera membina rumah tangga.

Banyak hal yang sejatinya bisa diselesaikan dengan mudah namun tiba-tiba terasa rumit dan sangat susah mencari jalan keluarnya, itulah sebagian dari kekhawatiran menjelang pernikahan. Dari situ mental dan fisik diuji, apakah mampu melewati hambatan itu atau tidak. Awalnya saya yakin untuk bisa naik kelas, namun banyak hal yang membuat saya ragu dan ingin menunda entah sampai kapan. Menunggu kesiapan hati rasanya tak pernah terbesit kata siap, mungkin saat ini saya menyebutnya rasa nekat mengingat usia yang terus merangkak naik dan tututan keluarga agar saya segera memiliki tanggung jawab yang lebih besar.

Mencoba tetap yakin dalam gempuran rasa ragu dan galau adalah sesuatu yang sangat berat untuk dijalani, tapi bukan berarti sulit untuk dilalui. Menyatukan persepsi dengan pasangan merupakan salah satu cara untuk memperkokoh pondasi sebelum membangun komitmen yang lebih jauh ke depan. Melebur ego yang kadang menggelapkan mata hati hanya bisa diatasi dengan saling mengerti dan memahami. Saling mengutarakan isi hati dan berbagi kisah sehari-hari bisa sedikit meringankan beban masalah yang dihadapi. Keyakinan hanya datang pada hati yang benar-benar kuat maka sebaiknya jaga keyakinan itu agar tak pergi dan menyisakan penyesalan di hati.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE