White Rose

Pernah kita merasakan perang batin, perang hati nurani dan kata hati yang sangat menyiksa. Itulah manusia, yang tak lepas dari rasa was-was dan kebimbangan. Selalu dihadapkan dengan dua pilihan yang sulit, dan kadang harus mengorbankan kebahagiaan. Hidup memang berat, apa lagi bila dijalani dengan kesendirian. Perlu mental baja dan jiwa kesatria agar tak jatuh dan terluka. Belajar dari kegagalan adalah kunci meraih kebahagiaan, namun tak harus menutup diri sang pencinta. Mungkin sedikit trauma karena tak ingin mengulang kegagalan masa lalu, tapi toh semua usaha untuk melupakan kegagalan itu selalu saja menghantui. Lihatlah mawar putih, indahnya tak bisa terlukiskan. warnanya menggambarkan kesucian sejati, bentuknya yang membuat mata tak mampu terpejam. Walau hanya setangkai namun indahnya bisa mengalahkan ribuan tangkai bunga yang lain. Begitu pun dengan cinta, walaupun hanya sekeping namun indahnya bisa mengalahkan keping-keping hati yang lain.

Walaupun sendiri namun tetap indah. Tak mudah menjadi single parent, dan tak ada yang pernah mau menjalani hidup sebagai single parent. Namun life must go on, tak ada alasan untuk pasrah dan putus asa, tunjukkan pada dunia kalau kekuatan itu ada, ketegaran itu ada, dan kepercayaan akan hari esok masih terpatri dalam sanubari yang terdalam. Anugerah Tuhan memberi kekuatan itu melalui seorang buah hati, mereka adalah pemicu semangat dan suntikan moral buat jiwa yang terpuruk. Mereka adalah amanah dari Tuhan dan tempat menyalurkan kasih dan sayang, senyum dan tangis mereka mampu meluluhkan beban pikiran yang hilir mudik dan tak bertuah. Jadilah panutan yang pantas bagi mereka, karena mereka membutuhkan sosok yang penyayang dalam diri seseorang dengan kelembutan hati. Mereka bukan akibat dari perang batin dan kegalauan jiwa, kegagalan karena protes kata hati adalah hal yang wajar, diri ini hanya rindu kebebasan untuk mencinta dan dicintai.

“Jangan Tutup Dirimu” petikan judul lagu yang sangat mendalam. Manggambarkan sikap yang tak harus ada dalam diri, karena tak percaya dengan kekuatan cinta lain yang datang, dan menguntai kenangan lalu menjadi bingkai yang harus disimpan rapat-rapat. Jadikan kenangan indah bersama orang-orang yang tersayang hanya sebatas ingatan yang wajar, jangan sampai menjadikan kita terjebak dalam keputus asaan. Hati itu tak akan kekurangan sayang, rasa itu tak akan kehabisan rindu, dan jiwa itu tak akan kehausan perhatian. Lihatlah mawar putih, walau tumbuh hanya setangkai namun tetap telihat indah, bahkan semakin indah. Tapi hati tak selamanya kuat dalam kesendirian, hati diciptakan Tuhan sepasang dan tugas manusia mencari serpihan hati yang terpisah itu. Hati akan semakin kuat dan tegar bila sudah menyatu dan berbentuk hati yang utuh, karena memang bersatu akan lebih baik dibanding melepaskan diri dan terpecah menjadi serpihan.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE