Waspada Pungli Saat Mengurus Surat Nikah

Saya ingin berbagi pengalaman ketika ingin mengurus surat-surat sebelum melangsungkan pernikahan, berkas-berkas yang harus disiapkan oleh kedua calon pengantin sebagai syarat administrasi untuk menerbitkan surat nikah yang dikeluarkan oleh KUA setempat. Berhubung akad nikah Insya Allah akan bertempat di rumah calon mempelai perempuan, maka saya hanya meminta surat pengantar dari kantor kelurahan tempat tinggal saya.

Setelah itu surat keterangan nikah tersebut saya berikan pada calon mempelai perempuan untuk dibawa ke pak imam. Kerumitan itupun dimulai ketika calon mempelai perempuan berniat mengurus segala proses surat-surat nikah itu sendiri, ia pun pergi ke kantor kelurahan untuk menanyakan prosedur dan kelengkapan berkas apa saja yang harus disiapkan.

Namun pihak dari kelurahan menawarkan “bantuan” untuk mengurus semua surat-surat yang diperlukan, tentu saja bantuan itu tidak gratis ada nominal yang harus dibayar agar proses itu berjalan lancar. Calon mempelai perempuan bersikeras agar pihak dari kelurahan cukup memberi arahan ke mana kelengkapan berkas itu diserahkan.

Misalnya bertemu pak imam atau langsung ke Kantor Urusan Agama yang punya kewengan lebih dalam hal pernikahan, tidak ada informasi jelas yang diberikan oleh pihak kelurahan. Mereka tetap ingin membantu namun dengan meminta tebusan 1,2 juta rupiah, padahal dari informasi yang saya dan calon mempelai perempuan ketahui bahwa pengurusan nikah di luar KUA dikenakan biaya 600 ribu rupiah dan ditransfer ke rekening resmi departeman agama.

Kami tak punya pilihan lain dan menyanggupi biaya sebesar 1,2 juta rupiah untuk mengurus segala keperluan surat-surat nikah, uang tersebut diserahkan langsung kepada pak imam dan ia menjanjikan bahwa semua akan diselesaikan secepatnya, kami hanya diminta fokus pada persiapan akad nikah yang berlangsung sekitar tiga minggu lagi.

Enam hari menjelang akad nikah sang calon mempelai perempuan menghubungi pak imam sekadar untuk mengingatkan jika hari sabtu ini akan digelar proses akad nikah dan ia juga menanyakan apakah semua berkas yang diperlukan untuk surat nikah sudah lengkap. Namun jawaban yang diberikan oleh pak imam membuat sang calon mempelai perempuan naik pitam, pak imam yang sedianya akan menikahkan kami ternyata tak bisa hadir di acara akad nikah karena ada kepentingan lain.

Pak imam akan menyerahkan urusan tersebut ke KUA dan mengatakan biar pihak dari KUA yang akan menikahkan kami. Setelah mendengar kabar itu saya sempat shock, kenapa pak imam tak mengkonfirmasi sejak jauh-jauh hari jika ia tak bisa menikahkan kami padahal waktu itu ia menjanjikan akan mengurus semuanya setelah biaya pernikahan dibayar.

Dua hari kemudian sang calon mempelai perempuan pergi ke KUA untuk meminta kejelasan siapa yang akan menikahkan kami, dan lagi-lagi jawaban yang diberikan oleh pihak KUA membuat kesabaran kami habis. Berkas-berkas dan kelengkapan administrasi untuk pengurusan surat nikah baru disetor oleh pak imam itu hari senin artinya lima hari menjelang akad nikah, seharusnya berkas-berkas itu harus sudah masuk di KUA paling lambat sepuluh hari sebelum hari akad nikah. Jika merunut aturan yang berlaku pihak KUA berhak menolak berkas-berkas tersebut jika melewati waktu yang telah ditentukan.

Syukurlah ini bukan kelalaian kami tapi ini murni kesalahan pak imam yang terlambat memasukkan berkas dan kelengkapan admistrasi untuk menerbitkan surat nikah sehingga pihak KUA bersedia menerima dan mengurus berkas serta kelengkapan administrasi kami, kemudian pak kepala KUA sendiri yang akan menikahkan kami kata staf KUA yang membuat kami sedikit lega.

Staf KUA itu juga menyayangkan sikap pak imam yang dengan seenaknya melakukan pungli dalam hal pengurusan surat nikah, sebaiknya bagi pasangan calon pengantin agar mencari tahu informasi tentang pengurusan administrasi dan surat nikah langsung di KUA setempat. Kejadian ini menjadi cerminan pelayanan kurang maksimal yang diberikan oleh perangkat desa atau kelurahan dalam hal mengurus pernikahan, setiap warga punya hak untuk mendapatkan pelayanan yang terbaik sebagai wujud tanggung jawab dan kepedulian mereka pada masyarakat.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE