Warga Makassar Rindu Kenyamanan Kota

Petugas-Polisi-Tembak-Mati-Pelaku-Begal-Motor-di-Depok-Dini-Hari-Tadi-637x367

Foto : Ilustrasi

Rasa aman dan nyaman merupakan kebutuhan utama manusia setelah sandang, pangan, dan papan. Tanpa rasa aman kehidupan manusia akan timpang dan tentu saja berdampak pada kenyamanan dalam melakukan aktivitas.

Suasana lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1436 H masih terasa di penjuru nusantara, hari raya besar umat Islam yang selalu dinanti oleh seluruh muslimin dan muslimah untuk kembali fitrah. Namun beberapa hari setelah lebaran kabar duka menyelimuti keluarga seorang sahabat, adiknya yang masih berusia 22 tahun menjadi korban begal. Entah sudah berapa banyak korban yang jatuh akibat aksi kriminal kawanan bermotor yang semakin marak di Makassar, belum lekang dari ingatan bagaimana beringasnya geng motor yang kerap mengusik keamanan warga kini aksi begal mulai menghantui warga kota Makassar.

Seakan tak mengenal waktu, disaat umat muslim merayakan hari kemenangan Idul Fitri aksi kejahatan bermotor pun memakan korban. Kasman, sahabat saya menceritakan bagaimana adiknya dianiaya hingga terluka parah dan tewas di ujung anak panah para begal, terpancar kesedihan yang sangat dalam dan mungkin kekecewaan pada aparat kepolisian yang belum mampu meredam aksi penjahat jalanan tersebut. Tak ada yang tahu kapan ajal menjemput namun bukan berarti sikap apatis, pasrah pada keadaan dan membiarkan tindak kriminal terus memakan korban tanpa usaha untuk mencegah dan memberantasnya.

“Polisi harus segera menyelesaikan kasus ini, aksi begal sudah sangat meresahkan masyarakat. Orang baik pasti lebih banyak dibanding orang jahat lalu kenapa polisi masih lambat merespon setiap kejadian seperti ini.” kata Ayah si Kasman. Bukan hanya keluarga sahabat saya itu yang kecewa, mungkin masyarakat kota Makassar pada umumnya merasakan hal yang serupa mengingat belum tampak aksi nyata yang dilakukan pihak kepolisian untuk meredam dan mengatasi begal dan geng motor, bahkan semakin banyak korban berjatuhan akibat aksi tersebut.

Namun tak bijak jika semua tanggung jawab dibebankan pada pihak kepolisian, harus ada peran serta dari masyarakat untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan. Kabarnya sebagian pelaku aksi begal dan geng motor yang telah ditangkap oleh aparat kepolisian masih berusia remaja bahkan ada yang masih duduk di bangku SMP, sungguh sangat disayangkan mengingat anak seusia mereka seharusnya lebih banyak bergelut dengan pelajaran. Peran orangtua juga sangat penting bagi perkembangan anak yang masih berusia remaja, menanamkan nilai-nilai agama serta etiket dalam bergaul merupakan solusi mendasar yang wajib diterapkan.

Setiap kota tentu mendambakan kenyamanan dan keamanan agar masyarakatnya bisa beraktivitas tanpa dihinggapi rasa was-was. Makassar adalah kota metropolitan yang sendi kehidupannya berdenyut hampir 24 jam dengan populasi penduduk kurang lebih 1,7 juta jiwa tentu tak sebanding dengan jumlah personel polisi yang hanya sekitaran puluhan ribu. Masyarakat dan pihak kepolisian harus bekerja sama menciptakan rasa aman karena tanpa keamanan dan kenyamanan, kebahagiaan dan kedamaian akan sulit terwujud.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE