Ujian Ketiga Roberto Mancini

Roberto Mancini (Sumber: inter.it)

Banyak yang tak menyangka jika laga Inter kontra Hellas Verona yang berakhir dengan skor 2-2 merupakan laga terakhir Walter Mazzarri sebagai allenatore Nerazzurri, posisinya kini digantikan oleh Roberto Mancini yang pernah menukangi Inter 2004-2008 dan mempersembahkan tiga scudetto, satu trofi Coppa Italia, dan dua trofi piala Super Italia. Inter di tangan Mazzarri memang kerap tampil inkonsisten, hingga giornata ke 11 Icardi dan kawan-kawan masih berkutat di papan tengah yakni di peringkat sembilan dengan raihan 16 poin, akumulasi dari empat kemenangan, empat hasil imbang, dan tiga kekalahan. Presiden Erick Thohir berulang kali menepis kabar tentang masa depan pelatih berusia 53 tahun itu dengan mengatakan masih memberi kepercayaan setidaknya hingga akhir musim, namun penampilan Inter yang angin-anginan membuat kesabaran sang Presiden tergerus dan memutuskan untuk membebastugaskan Mazzarri sebagai pelatih Inter.

Kini Mancio (sapaan akrab Roberto Mancini) telah resmi menjadi allenatore anyar Inter, beban tugas yang diembannya pun tak ringan. Ia harus mengembalikan mental bermain Andrea Ranocchia dan kawan-kawan ke level terbaik dan membawa Inter bersaing di papan atas bersama Juventus dan AS Roma. Giornata ke 12 menjadi ujian berat bagi Mancini ketika Nerazzurri harus bertandang ke San Siro untuk menghadapi Milan dalam Derby Della Madonnina, persiapan tim yang singkat akibat pergantian pelatih membuat Interisti was-was namun tak menyurutkan semangat bertanding Mauro Icardi dan kawan-kawan untuk meraih kemenangan. Milan dan Inter sama-sama berada dalam krisi kepercayaan diri setelah meraih hasil kurang memuaskan dibeberapa pertandingan sebelumnya di Serie A, laga Derby pertama musim ini pun dijadikan momentum kebangkitan untuk meningkatkan moral bertanding dan memperbaiki posisi kedua tim di tabel klesemen sementara Serie A.

Sejak awal babak pertama Inter berinisiatif melakukan serangan melalui Nagatomo di sektor sayap kanan dan di sayap kiri ada Dodo dengan umpan-umpan lambung masuk ke jantung pertahanan Milan, namun ketatnya lini pertahanan Milan membuat beberapa serangan Inter dengan mudah dimentahkan. Anak asuhan Filippo Inzaghi yang bermain sabar akhirnya memetik hasil di menit ke-23, Jeremi Menez membobol  gawang Inter dengan tendangan voli terukur di pojok kiri tanpa bisa dihalau Samir Handanovic, namun keunggulan Milan tak bertahan lama. Di menit 61 giliran Joel Obi yang menaklukkan Diego Lopez dengan tendangan menyusur tanah dari luar area kotak penalti, skor imbang 1-1 bertahan hingga akhir babak kedua. Hasil tersebut tak mengubah posisi kedua tim di klasemen sementara Serie A, Milan di peringkat tujuh dengan 18 poin sedangkan Inter di posisi sembilan dengan raihan17 poin.

Giornata 13 liga Italia pekan ini kembali menjadi ujian berat buat Mancini, si Ular Raksasa akan bertamu ke markas Serigala Roma yang performarnya terus menanjak dan konsisten bersaing di papan atas klasemen. Il Biscione punya catatan pertemuan kurang meyakinkan ketika bertemu dengan AS Roma yang mana skuat Biru Hitam belum pernah menang sejak 7 Februari 2011, dari lima pertemuan terakhir di Serie A, Serigala Ibukota Roma memenangi tiga di antaranya. Namun Inter di tangan Roberto Mancini menunjukkan performa yang meningkat, mental bertanding yang jauh lebih baik serta pola permainan yang lebih rapi dan terstruktur. Menahan imbang Milan pekan lalu kemudian memastikan tiket 32 besar Liga Europa menjadi motivasi tersendiri buat skuat Inter untuk meraih kemenangan. Roberto Mancini mulai menemukan racikan yang pas untuk membawa Nerazzurri kembali ke jalur kemenangan, setelah dua kali ujian dilalui pelatih berusia 50 tahun tersebut dengan hasil gemilang kini ujian ketiga siap menghadang, semoga tiga poin berhasil dibawa pulang. Forza Inter.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE