Ujian Inter Di Bulan Oktober

Oktober jadi bulan yang sibuk untuk Inter, laga-laga sulit sudah menanti Mauro Icardi dkk sebagai ujian untuk  tetap bertahan di papan atas.

Awal Oktober sebelum jeda internasional bergulir, Inter berhasil mengalahkan Benevento Calcio tim debutan yang kini menempati dasar klasemen meski dengan skor tipis 1-2. Kemenangan tersebut membuat Nerazzurri kian mantap di posisi tiga dengan koleksi 19 poin sama dengan Juventus yang memiliki produktivitas gol lebih baik sehingga berhak duduk di peringkat dua. Hanya selisih dua poin dari Napoli pemuncak klasemen sementara yang sukses meraup tiga poin dari tujuh laga yang sudah mereka jalani.

Pekan kedelapan Serie A menyajikan beberapa laga big match diantaranya Juventus kontra Lazio, Roma yang akan menjamu Napoli, dan AC Milan akan menghadapi rival sekota Inter. Tentu pecinta Liga Italia tak akan melewatkan laga-laga big match tersebut terlebih lagi untuk suporter yang dengan sepenuh hati mendukung tim kebanggaan mereka.

Ujian Spalletti Selanjutnya

Musim ini Inter di bawah racikan Luciano Spalletti cukup menjanjikan, hingga pekan ketujuh Serie A Inter bersama Napoli serta Juventus menjadi tim yang belum terkalahkan. Performa La Beneamata bersama Spalletti memang lebih baik dibanding musim sebelumnya, terbukti dari hasil yang diraih sejak pekan pertama saat menang 3-0 atas Fiorentina. Dilanjutkan dengan melibas AS Roma 1-3 di Olimpico lalu mengalahkan Spal 2-0, FC Crotone ditekuk 2-0 sebelum akhirnya diimbangi Bologna 1-1.

Performa imprasif Inter berlanjut ketika mengalahkan Genoa dan Benevento Calcio dengan skor masing-masing 1-0 dan 2-1. Namun setelah jeda Internasioal pekan ini Inter sudah ditunggu tiga laga berat, yang pertama saat bersua AC Milan pada 16 Oktober, lalu ada Napoli pada 22 Oktober, dan Sampdoria pada 25 Oktober. Satu laga terakhir di bulan Oktober melawan Hellas Verona yang di atas kertas Inter seharusnya mampu menutupnya dengan kemenangan.

Laga Inter kontra AC Milan atau biasa disebut dengan derby Della Madonnina menjadi derby pertama allenatore Lucio Spalletti bersama Inter, tentu aroma panas dan sengit sudah terasa sejak jauh-jauh hari dan membuat suasana jelang laga lebih sensitif. Meski kedua tim terpaut tujuh poin, hal itu tak menyurutkan tensi pertandingan tim sekota ini yang diprediksi akan berjalan keras dan panas.

Laju AC Milan musim ini memang belum sesuai ekspektasi, setelah di bursa transfer pemain menghabiskan dana hampir 200 juta Euro namun hingga pekan ketujuh AC Milan sudah menderita tiga kekalahan dan kini berada di peringkat tujuh dengan 12 poin. Jadi tak heran jika masa depan Vincenzo Montella kini diterpa isu pemecatan meski manajemen Milan sudah menyampaikan dukungannya pada pelatih berusia 43 tahun tersebut.

Strategi Menyerang ala Spalletti

Luciano Spalletti paham betul bagaimana membangun tim dengan pemain-pemain yang ada, Inter memang tak seagresif Milan di bursa transfer yang hanya mendatangkan enam pemain itu pun tak ada yang berlabel bintang. Namun bukti bahwa pilihan pelatih asal Italia itu sesuai dengan kebutuhan tim bisa terlihat hingga pekan ketujuh.

Musim lalu lini belakang menjadi sumber kegagalan Inter bersaing di papan atas, dan musim ini duet Milan Skriniar dan Miranda jadi palang pintu kokoh yang membuat Inter baru kebobolan tiga gol dan para penyerangnya sudah menyarangkan 14 gol dari tujuh laga yang sudah dilakoni.

Lini tengah tak banyak mengalami perombakan, nama-nama baru seperti Borja Valero dan Matias Vecino diharapkan mampu melengkapi pemain-pemain lama yang dinilai cukup bisa bersaing musim ini. Dan lini depan pun hanya kedatangan Yann Karamoh sebagai alternatif serangan mengingat Inter masih berharap banyak pada ketajaman Mauro Icardi seperti musim lalu.

Jika Inter tampil full team maka formasi 4-2-3-1 masih menjadi formasi ideal bagi Spalleti, Icardi sebagai ujung tombak akan ditopang trio Perisic – Brozovic – Candreva namun kabarnya Brozovic mengalami cedera saat melakoni laga internasional bersama Kroasia maka kemungkinan besar tempatnya akan digantikan Roberto Gagliardini atau Borja Valero. Duet Miranda – Skriniar di lini belakang akan diapit dua full back Nagatomo dan D’Ambrosio.

*****

Duel Inter kontra Milan merupakan laga sarat emosi dan gengsi yang membuat tim pemenang punya mental bertanding lebih baik dan punya kepercayaan diri tinggi untuk menghadapi laga-laga selanjutnya. Sedangkan tim yang kalah tentu membuat psikis para pemain terganggu dan butuh waktu untuk mengembalikannya ke kondisi semula. Inter atau Milan, siapakah yang akan berjaya di derby kali ini? kita tunggu saja.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE