Tumblr Korban Tata Kelola Internet Yang Absurd

lima-penjelasan-kemkominfo-batal-blokir-tumblr

image merdeka.com

Jagat internet Indonesia kembali dihebohkan dengan kabar pemblokiran situs, kali ini media sosial Tumblr yang menjadi target Kemenkominfo untuk dibekukan aksesnya bagi pengguna di tanah air. Pengguna Tumblr pun sontak melayangkan protes keras menentang aksi pemerintah yang dianggap tak memiliki dasar kuat untuk memblokir situs yang kini dimiliki portal web terbesar di Amerika Serikat, Yahoo.

Bukan hanya Tumblr yang kabarnya akan diblokir Kemenkominfo, menurut Ismail Cawidu yang merupakan Humas Kominfo masih ada sekitar 477 situs yang menjadi sasaran blokir Kementerian pimpinan Rudiantara itu, alasannya situs-situs tersebut memuat konten negatif yang berbau pornografi.

Masih menurut Humas Kominfo, tindakan pemerintah masih dalam tahap pelaporan ke pihak panel dan telah menginformasikan pada pihak Tumblr agar segera mengambil langkah perbaikan dan penghapusan konten negatif tersebut.

******

Saya bukan pengguna aktif Tumblr namun sangat menyayangkan jika pemerintah benar-benar memblokir situs mikroblog tersebut, pasalnya Tumblr lebih banyak dimanfaatkan penggunanya untuk hal-hal yang positif seperti menyalurkan hobi menulis, berbagi informasi, meng-update perkembangan fashion, teknologi, dan lain sebagainya.

Konten negatif yang menjadi dasar pembekuan Kemenkominfo masih absurd. Kalau dengan sengaja ingin dicari, konten negatif sangat mudah ditemukan hampir disemua situs media sosial ataupun website lain selama masih bersinggungan dengan internet. Jumlah pengguna Tumblr memang tak sebanyak Facebook, Twitter, atau Instagram namun kabar pemblokiran jejaring sosial yang didirikan David Karp itu cukup membuat pengguna media sosial lainnya was-was.

Tagar #BloggerMelawan menjadi bentuk perlawanan pengguna media sosial khususnya Tumblr, mereka mengibaratkan usaha pemerintah yang ingin membasmi tikus tapi yang dibakar lumbung padinya. Pemilik akun Tumblr tak melulu soal pornografi, ada beragam hal-hal positif yang bisa dilakukan user dengan memanfaatkan konten multimedia berbentuk blog pendek tersebut.

Seperti teman saya, Lailya yang memang pengguna aktif Tumblr. Saya dapat informasi pemblokiran Tumblr berawal dari kicauannya di Twitter yang kecewa jika hal itu benar-benar terjadi. “Gak rela pokoknya, dimana-mana situs porno mah ada. Sekalian aja IG, Twitter, FB ikutan diblokir.” bunyi kicauannya waktu itu. Ia memanfaatkan Tumblr sebagai media menulis puisi dan kutipan-kutipan penyemangat hidup. Tak lupa ia juga menyarankan saya mengisi petisi sebagai bentuk penolakan.

Rumitnya Tata Kelola Internet di Indonesia

Usaha pemerintah untuk menekan penyebaran konten negatif terlebih lagi yang berbau pornografi patut diapresiasi, begitu luar biasa dampak yang ditimbulkan jika akses konten negatif tak dibatasi bahkan dicegah. Namun rencana aksi blokir situs Tumblr semakin menegaskan jika tata kelola internet di Indonesia masih absurd, kebijakan blokir memang dilandasi UU Telekomunikasi, UU ITE, UU Pornografi, UU Kementerian Negara, Perpres No. 24 Tahun 2010, dan Permen Kominfo.

Peraturan tersebut mengatur pemblokiran situs bermuatan pornografi dan kegiatan ilegal lainnya berdasarkan Undang-Undang, tujuannya untuk melindungi kepentingan umum dari konten-konten yang memberi dampak negatif atau merugikan. Mekanisme pemblokiran merupakan tanggung jawab pihak penyelenggara jasa internet (ISP) dengan syarat yang telah ditentukan, seperti mematuhi isi TRUST+ Positif. Kominfo akan memberikan sanksi bagi ISP yang tak memblokir situs namun tak dijelaskan seperti apa bentuk sanksinya.

Dalam perjalanannya bukan hanya ISP saja yang berhak melakukan blokir, berbagai pihak pun boleh menambahkan situs lain ke dalam daftar TRUST+ Positif sesuai dengan kepentingannya. Dengan mikanisme seperti itu tak ada jaminan bahwa situs-situs yang masuk daftar blokir memiliki konflik kepentingan dengan penyedia jasa internet. Juga yang menjadi sorotan adalah mekanisme yang tidak transparan dan akuntabel pada proses pemblokiran situs selama ini.

Sebelum Tumblr, layanan video streaming Netflix sudah lebih dulu diblokir Telkom Group pada 27 Januari 2016. Salah satu alasannya karena memuat konten berbau pornografi, padahal banyak yang berpendapat jika itu hanyalah konflik kepentingan dan salah satu pihak merasa dirugikan dengan kehadiran layanan video berbayar tersebut. Memang tak ada aturan yang melarang suatu pihak berhak melakukan blokir terhadap pihak lain jika dianggap merugikan kepentingannya, namun jika benar hal itu menjadi penyebab diblokirnya Netflix oleh Telkom maka sebaiknya aturan itu dirombak agar terjadi persaingan bisnis yang sehat.

******

Pemblokiran Tumblr tentu berimbas pada ekonomi dan investasi di Indonesia, hal ini juga menjadi gambaran bahwa Indonesia belum siap menghadapi gempuran perubahan ekonomi global yang dibawa oleh perusahaan OTT dengan layanan bisnis digitalnya. Para pelaku bisnis lokal belum siap berkompetisi dengan perusahaan luar sehingga mencari celah dan memanfaatkan aturan khususnya tentang tata kelola internet tanah air yang masih perlu pembenahan dan ditambal sulam.

Solusi tentang pemblokiran idealnya harus jelas siapa yang berhak memblokir, lalu mekanisme pemblokiran harus transparan dan akuntabel, serta pemulihan serta ganti rugi jika ada situs yang terkena salah blokir. Sebagai informasi Indonesia menempati urutan ke-42 dalam laporan Freedom on the net tentang tata kelola internet tahun 2015, harus lebih banyak belajar dari negara Estonia yang berada di peringkat 7 dan sejak 2011 Estonia mencatatkan skor terbaik dalam laporan Freedom on the net secara berturut-turut hingga tahun 2015 lalu.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply to Wooclip @Watch movie online Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE