Tuan Rumah Dikubur Rekor Buruk

Tidak ada yang menyangka jika Brasil akan dipermak 1-7 oleh Jerman, tidak ada pula yang percaya begitu saja jika negara peraih lima titel juara dunia dan bertindak sebagai tuan rumah yang menggelar hajatan empat tahunan itu diberondong tujuh gol oleh tim yang tampil impresif selama turnamen berlangsung. Namun itulah sepakbola yang selalu hadirkan kejutan pada setiap laga yang digelar, di atas kertas prediksi banyak pengamat tentang kiprah Brasil ataupun tim-tim peserta piala dunia kali ini kadang berbanding terbalik dengan kenyataan di atas lapangan. Semua orang pasti terkejut, termasuk saya yang menjagokan Brasil mampu berlaga di final Piala Dunia 2014 dan menjadi juara namun apa daya langkah David Luiz dkk harus terhenti di babak semifinal bahkan dengan cara yang menyakitkan kalah 1-7 dari Jerman.

Performa anak didik Luiz Felipe Scolari di Piala Dunia 2014 memang tidak sesuai ekspektasi para pendukungnya, bahkan sejak babak penyisihan grup meski di laga perdana menang 3-1 atas Kroasia namun di laga berikutnya Neymar Jr dkk ditahan imbang 0-0 oleh Meksiko sehingga Brasil harus menjalani laga wajib menang melawan Kamerun agar lolos ke babak 16 besar, Brasil akhirnya meraih tiket ke babak 16 besar setelah mengkandaskan perlawanan Kamerun dengan skor 4-1. Di babak 16 besar, Brasil sudah ditunggu Chili tim kejutan yang mampu mengalahkan juara bertahan Spanyol 0-2. Banyak pengamat yang mengatakan bahwa Alexis Sanchez dkk akan menyulitkan Brasil, benar saja pertandingan harus diselesaikan dengan adu penalti setelah skor 1-1 bertahan hingga ekstra time dan Brasil menang 3-2.

Meski di babak perempat final Brasil mampu menang tipis 2-1 atas Kolombia dan berhak maju ke semifinal namun hasil itu tidak membuat pendukungnya puas dengan permainan yang diperagakan oleh punggawa Selecao, warga Brasil dan seluruh suporter berharap Neymar Jr dkk mempertontonkan permainan kolektif, penguasaan ball possession dan diakhiri dengan gol-gol indah namun yang terjadi, permainan Brasil monoton dan terlalu mengandalkan skill individu. Kini Brasil harus mengubur mimpinya meraih gelar keenam di depan publik sendiri bahkan dengan cara yang menyakitkan, pelakunya siapa lagi kalau bukan Thomas Muller dkk yang hadirkan petaka bagi Brasil di babak semifinal Piala Dunia 2014. Jerman mengukir sejarah kelam untuk sepakbola Brasil yang dikenal sebagai rajanya sepakbola, negara penghasil pemain-pemain bintang dan negara yang paling sukses di Piala Dunia dengan koleksi lima gelar juara.

Kekalahan 1-7 yang diderita Brasil hadirkan rentetan rekor buruk yang akan selalu dikenang oleh seluruh pemain dan warga Brasil. Kekalahan tersebut menjadi yang terburuk dalam 100 tahun sejarah sepakbola tim Samba, itulah kekalahan dengan skor terbesar yang pernah dialami Selecao mengalahkan rekor sebelumnya saat Brasil digebuk 0-6 oleh Uruguay di Piala Amerika Selatan pada September 1920. Kekalahan 1-7 juga menjadi yang terbesar di negara sendiri lebih buruk ketika Brasil digilas 1-5 sama Argentina di laga persahabatan pada Januari 1939, di ajang Piala Dunia kekalahan 1-7 merupakan kekalahan paling menyolok setelah sebelumnya Roberto Carlos dkk digunduli Perancis 0-3 di final Piala Dunia 1998 di Paris.

Terlepas dari kekalahan 1-7 yang dialami Brasil pada semifinal Piala Dunia 2014 dan rentetan rekor buruk yang dibuat Thiago Silva dkk lantas tidak membuat tim sekelas Brasil kehilangan taji, mereka tetap dianggap sebagai tim besar dengan segudang prestasi yang telah diraih, tidak ada yang meragukan kualitas armada Selecao di Piala Dunia tahun ini, sebagian besar pemainnya berkiprah di daratan Eropa bersama klub-klub besar. Siapa yang tidak kenal Neymar Jr yang sukses bersama Barcelona merengkuh banyak gelar, David Luiz bek termahal yang dibanderol 50 juta pounsterling oleh Chelsea, di Real Madrid ada Marcelo yang musim lalu turut mengantar Los Galacticos menjadi juara Liga Champions dan masih banyak lagi nama-nama tenar penghuni skuat Brasil di gelaran Piala Dunia kali ini. Malam nanti Brasil akan bertemu Belanda dalam perebutan tempat ketiga, skuat Luiz Felipe Scolari tentu tidak ingin malu untuk yang kedua kali. Kemenangan menjadi harga mati demi harga diri, gengsi dan menghentikan rekor buruk agar tidak menjadi lebih buruk.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply to Gunawan Eka Saputra Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE