Transformasi Warung Kopi

Jpeg

Suasana warung kopi Metro Cafe

Gaya hidup warga kota-kota besar tak lepas dari ngumpul, ngobrol dan ngenet. Tempat favorit untuk melakukan itu semua tentu saja di warung kopi, mulai dari ngobrol-ngobrol ringan hingga bertransaksi bisnis warung kopi selalu menjadi pilihan warga metropolitan.

Seiring perkembangan internet yang semakin pesat dan kebutuhan manusia terhadap akses data yang terus meningkat membuat peluang usaha di sektor teknologi informasi terbuka lebar. Para pengusaha harus kreatif menciptakan ide-ide segar yang up to date sesuai dengan kemajuan jaman, kalaupun ingin mempertahankan konsep yang tradisional maka sebaiknya dikombinasikan dengan model yang lebih modern.

Warung kopi merupakan salah satu sektor usaha yang bertransformasi dari masa ke masa, mulai dari tempat yang hanya untuk ngopi menjadi tempat ngumpul, ngobrol bahkan meeting pun diadakan di warung kopi. Hukum pasar kemudian berlaku, di mana banyak permintaan maka harga akan mengalami penyesuaian. Wujud warung kopi tak lagi berdiri di tenda-tenda pinggir jalan atau rumah-rumah semipermanen yang disulap menjadi warung kopi seadanya.

Kini warung kopi yang ada di kota-kota besar dibangun di atas tanah kapling dan bersanding dengan mini market atau swalayan megah. Menu yang disajikan pun makin beragam, selain kopi yang menjadi menu utama ada makanan ringan atau camilan sebagai pelengkap dan tak lupa akses wifi yang dapat dinikmati oleh pengunjung secara gratis.

Warung kopi tanpa wifi gratis ibarat pergi ke acara kondangan tanpa pasangan, pasti kurang lengkap. Jadi tak heran kalau pengadaan fasilitas wifi menjadi hal yang wajib, bahkan para pemilik warung kopi dituntut untuk selalu kreatif mengingat persaingan di sektor ini sangat ketat. Sejak kemudahan mengakses internet khususnya bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar, kehadiran warung kopi dengan fasilitas free wifi seakan menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung.

*****

Metro Cafe menjadi salah satu warung kopi yang mengalami transformasi tersebut, menempati bangunan ruko dua lantai yang luas, konsep tata ruangnya juga sudah modern dengan beberapa kursi sofa yang tertata rapi. Di depan warkop tersedia meja bilyard mini, sedangkan di bagian dalam ada permainan lempar jarum yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk mengisi waktu luang. Suasana di Metro Cafe cukup nyaman, selain fasilitas wifi super cepat mencapai 13 Mbps warkop tersebut juga menyediakan rokok shisa.

Warung kopi ala Metro Cafe sudah tumbuh subur di kota-kota besar, khususnya di Makassar yang warung kopinya tumbuh seperti jamur. Mulai dari warung kopi sederhana beratap tenda hingga yang berlokasi di pusat perbelanjaan mewah dengan penyejuk ruangan, semua menawarkan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin berkumpul bersama teman, rekan kerja atau bertemu klien. Perubahan wujud warung kopi tak akan berhenti sampai di situ, di masa depan setiap warung kopi bukan lagi hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi.

Suatu saat nanti warung kopi bisa dijadikan tempat berkumpul bersama keluarga ketika hari libur, bukan hanya di mall atau tempat perbelanjaan modern. Kelak warung kopi tak hanya identik dengan bapak-bapak atau para pekerja kantoran namun akan menyasar semua kalangan dan itu akan terwujud jika ide-ide inovatif pemilik warung kopi bisa diterapkan sesuai trend yang diinginkan pengunjung. Apakah anda punya ide tersebut? Silakan anda berekspresi mungkin saja ide tersebut membuat anda sukses.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply to dWi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE