Tempat Terakhir

judul ini terinspirasi dari singel Padi yang berjudul ‘Tempat Terakhir’, liriknya sangat menyentuh dan mengandung arti yang sangat dalam. Kita belajar untuk mencintai seseorang bukan hanya untuk sementara tapi untuk selamanya, bahkan untuk merasa bahagia disurga kita masih butuh sosoknya. itulah cinta sejati yang di bawa hingga mati. Seperti kata pepatah cinta ‘Kita akan mencintai orang yang salah sebelum kita mendapatkan cinta yang sesungguhnya’ masalah klasik bagi pencinta yang tak terbiasa dengan suka-duka pencinta.

Hati hanya memiliki satu ruang dan hanya bisa diisi dengan satu cinta, tak bisa kita memaksakan dua hati untuk menempati satu ruang yang terbatas. Tak salah memberi kesempatan buat cinta lain menempati ruang hati itu, namun tidak untuk selamanya. Suatu saat kita membutuhkan cinta yang sebenarnya untuk menemani kisah cerita hidup kita. Langkah tak akan pernah berhenti untuk mencari kepingan hati yang tercecer, manusia diciptakan dengan hati yang utuh namun terlahir dengan separuh jiwa.

Tujuan manusia untuk mencapai kebahagiaan yang sejati, dengan melangkah dan terus melangkah. Menatap ke depan jangan pernah menoleh ke belakang. Masa lalu adalah kenangan dan masa depan adalah impian, setiap manusia memimpikan kehidupan yang bahagia dalam cinta dan keabadian. “Meskipun aku di Surga mungkin aku tak bahagia, bahagia tak sempurna bila itu tanpamu.” Padi.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE