Tanpa Keyboard Fisik, BlackBerry Nggak Asyik

Sumber: http://techradar.com

Perkembangan teknologi smartphone kini didominasi oleh handset full touchscreen, produk berbasis Android menempati ranking paling atas dengan market share 32,1%, kemudian iOS membuntuti dengan 12,1%, lalu menyusul Nokia dengan 3,6% dan paling buncit ditempati oleh Blackberry dengan 1,8% (sumber : Tabloid Sinyal no. 186/Thn X). Hampir 95% produk smartphone yang beredar di pasar merupakan tablet dan handset layar lebar full touchscreen, hanya Blackberry yang sesekali melahirkan smartphone dengan keyboard fisik namun hasil penjualannya masih belum mampu menutupi kerugian perusahaan yang mencapai USD 2,6 miliar dalam dua kuartal terakhir.

Semakin menjamurnya Android dan iOS layar sentuh membuat smartphone dengan keyboard fisik perlahan mulai terusik, Blackberry yang menjadi pelopor tombol qwerty yang beberapa tahun lalu sempat booming kini seakan kehilangan taring. Apalagi kalau bukan karena krisis keuangan yang melanda perusahaan asal Kanada ini sehingga harus merumahkan 4.500 karyawannya demi menekan biaya operasional. Qwerty keyboard menjadi identitas ponsel keluaran Blackberry, Blackberry berani melabrak pakem tombol ponsel biasa kemudian berinovasi dan menciptakan tombol seperti yang ada pada keyboard komputer.

Dalam sekejap Blackberry menjelma sebagai smartphone premium yang mudah dikenali hanya dari tampilan keyboard qwerty-nya yang empuk serta nyaman digunakan untuk mengetik pesan dan mengirim email. Produsen smartphone lain beramai-ramai mengikuti jejak sukses Blackberry dengan merilis handset dengan tombol qwerty keyboard tapi belum ada yang bisa menandingi bahkan menyaingi kenyamanan qwerty keyboard milik Blackberry.

Sumber: http://t0.gstatic.com

Perkembangan industri smartphone kemudian merambat ke layar sentuh yang dimotori oleh Apple dengan produk iPhone dan memberi perlawan telak pada dominasi qwerty keyboard milik Blackberry, belum lagi Samsung dengan jajaran Android full layar sentuhnya semakin menenggelamkan smartphone Blackberry. Konsumen pun dimanjakan dengan fleksibilitas dan kemudahan dalam penggunaan layar sentuh sedangkan Blackberry seakan tak berdaya menghadirkan device tandingan yang inovatif untuk melawan gempuran Android dan iOS.

Demi menjaga eksistensi, Blackberry mencoba peruntungan dengan menghadirkan Z10, smartphone Blackberry pertama dengan layar 4.2 inci full touchscreen. Banyak pengguna Blackberry yang kecewa karena Blackberry menepikan qwerty keyboard yang melegenda. Hasilnya? Meski sempat heboh diawal peluncuran dan dibanderol Rp 7 jutaan, kini selang beberapa bulan harga jual Blackberry Z10 terjun bebas menjadi Rp. 4 jutaan.

Blackberry menanggapi keluhan pengguna setianya yang menginginkan qwerty keyboard yang menjadi ciri khas hadir di produk anyar mereka, maka Blackberry meluncurkan Q10 smartphone yang mengusung kombinasi layar sentuh dan qwerty keyboard. Namun kehadiran produk tersebut dinilai terlambat oleh sebagian pengamat teknologi karena smartphone-smartphone berbasis Android dan iOS telah lebih dulu menguasai pasar dan menggerus market share Blackberry.

Blackberry kini berusaha bangkit dari keterpurukan, di bawah komando John Chen SEO Blackberry yang baru, diharapkan mampu mengangkat Blackberry kembali ke panggung persaingan industri smartphone yang kini dikuasai dua raksasa Samsung dan Apple. Blackberry punya keunggulan produk pada qwerty keyboard yang pernah membawa mereka ke puncak kejayaan, dan sebagian pengguna loyal mereka tetap bertahan dengan perangkat Blackberry yang mengusung qwerty keyboard.

Namun berhembus kabar jika kelak Blackberry akan meninggalkan qwerty keyboard dan fokus menghadirkan layar full touchscreen pada smartphone keluaran terbaru mereka, jika kabar itu benar maka Blackberry akan kehilangan jati diri dan ciri khas yang pernah membawa mereka ke puncak popularitas.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE