Tancap Gas Demi Tiga Besar

251565-800

Selebrasi Ivan Perisic di laga Inter vs Bologna (Foto: inter.it)

Ambisi Inter untuk merebut posisi tiga besar Serie A tak pernah surut, kemenangan tipis 2-1 atas Bologna pada giornata 29 membuka asa bagi Nerazzurri untuk ikut meramaikan persaingan memperebutkan posisi tiga yang kini di tempati AS Roma. Serigala Roma yang telah mengumpulkan 59 poin hanya berjarak lima poin dari peringkat empat dan lima yang dihuni Fiorentina dan Inter yang sama-sama mengoleksi 54 poin.

Tinggal menyisakan sembilan laga menuju akhir kompetisi yang berarti masih ada 27 poin yang harus diperebutkan masing-masing tim untuk mencapai target yang diinginkan. Jika tampil konsisten dan berharap para riva terpeleset bukan tak mungkin Inter akan nangkring di peringkat ketiga di akhir kompetisi, itu prediksi di atas kertas dan Mauro Icardi dkk diharapkan mempertahankan performa seperti di dua laga terakhir saat meraih kemenangan. Plus penampilan superior Inter kala bersua Juventus di semifinal Coppa Italia meski kalah adu penalti 5-3.

Jalan La Beneamata untuk meraih posisi tiga besar jelas tak mudah, kemenangan tipis 2-1 atas Bologna bisa menjadi bukti jika performa skuat Biru Hitam masih perlu banyak pembenahan. Kala itu Inter butuh waktu hingga menit 72 untuk bisa membobol gawang Bologna, tandukan Ivan Perisic setelah memaksimalkan umpan dari Marcelo Brozovic membuka skor menjadi 1-0.

Empat menit berselang giliran Danilo D’Ambrosio menambah keunggulan Nerazzurri menjadi 2-0 setelah sepakan first time-nya menghujam gawang Mirante. Kemenangan Inter makin istimewa setelah Fiorentina hanya bermain imbang 1-1 dengan tim juru kunci Hellas Verona, sehingga perolehan poin Inter sama dengan Fiorentina yakni 54 angka hanya selisih gol yang membedakan kedua tim sehingga Inter harus puas berada di peringkat lima.

Sejak kekalahan 2-0 atas Juventus pada giornata 27, armada Biru Hitam mampu bangkit kala memaksa Juve memainkan babak perpanjangan waktu pada 2nd leg semifinal Coppa Italia. Dua gol Marcelo Brozovic dan sebuah gol Ivan Perisic menjadikan aggregate 3-3 sehingga kedua tim harus melanjutkannya dengan babak extra time.

Hingga wasit meniup peluit akhir babak perpanjangan waktu tak ada gol tambahan yang tercipta, laga pun dilanjutkan dengan adu penalti. Lima algojo penalti Bianconeri sukses menjalankan tugasnya, sedangkan di kubu Inter hanya Rodrigo Palacio yang gagal karena sepakannya membentur mistar gawang. Alhasil Juventus berhak melaju ke babak final Coppa Italia musim ini menantang AC Milan yang sudah lebih dulu memastikan satu tempat setelah melibas Alessandria Calcio  dengan aggregate 6-0.

Penampilan impresif Inter kala berhasil membalas tiga gol di laga tersebut mengundang decak kagum khususnya Interisti di tengah beragam kritik atas merosotnya performa La Beneamata dibeberapa laga sebelumnya. Namun kemenangan 3-1 atas Palermo, disusul kemenangan tipis 2-1 atas Bologna mencuatkan asa kebangkitan Inter untuk tetap optimis meraih tiket Liga Champions musim depan.

Big Match Pekan ke-30

Pekan depan Inter sudah ditunggu laga sulit kala bertandang ke Stadion Olimpico untuk menghadapi AS Roma. Serigala ibukota Roma yang sudah tersingkir di Liga Champions tentu bisa lebih fokus mempersiapkan tim dan pemain dalam mengarungi sisa kompetisi Serie A. Hasrat tuan rumah untuk meraih kemenangan tentu berbanding lurus dengan target sang tamu yang tak ingin melewatkan kesempatan memangkas jarak menjadi dua angka jika mampu menjinakkan perlawan tuan rumah.

Misi Ular Besar untuk membawa pulang tiga poin tentu tak mudah, terlebih lagi absennya sang striker Mauro Icardi karena cedera dan Rodrigo Palacio akibat akumulasi kartu membuat tekanan untuk menjaga tren positif semakin berat. Kemenangan tipis Inter 1-0 dipertemuan pertama Oktober 2015 lalu semakin menyuntikkan semangat I Giallorossi untuk menuntaskan dendam sekaligus mengamankan posisi tiga di tangga klasemen sementara.

Laga AS Roma kontra Inter yang akan digelar 20 Maret 2016 mendatang dipastikan sengit mengingat kedua tim sama-sama mengincar kemenangan penting. Raja Nainggolan dkk mencari pelampiasan setelah gagal di Liga Champions, sedangkan Inter coba menjaga kans meraih posisi tiga besar dan memangkas jarak andai bisa menang melawan anak asuh Liciano Spalletti. Inter harus terus tancap gas dan memaksimalkan sisa laga demi target finish ditiga besar, andai gagal tentu kursi panas Roberto Mancini akan menjadi taruhannya. Forza Inter

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE