Tabloid Bola Pamit

Poster BOLA masih setia di pintu kamar

Dulu saya cukup sering beli tabloid Bola khususnya yang mengulas pertandingan tim kesayangan, Inter.

Namun sejak era internet tumbuh dan berkembang, dampaknya pun kini mulai terasa. Media cetak yang menyasar pembaca sepakbola seperti tabloid Soccer dan tabloid BOLA yang dulu sangat populer dan menjadi rujukan informasi terbaru dan akurat para suporter di kulit bundar kini mulai berguguran.

Mulai dari tabloid Soccer yang berhenti edar per 11 Oktober 2014 yang tentu saja jadi kehilangan besar bagi pembaca setianya. Saya sempat menjadi pelanggan setia tabloid Soccer karena selain khusus mengulas sepakbola, tabloid tersebut juga rajin memberikan poster pemain atau tim sebagai bonus.

Selanjutnya Harian bola yang berhenti cetak pada 1 November 2015 dan diikuti saudaranya tabloid BOLA yang akan pamit tanggal 26 Oktober 2018. Tabloid BOLA memang lebih mengulas olahraga secara umum, hampir semua cabang olahraga diulas lengkap di tabloid tersebut namun peminat penggemar sepakbola terhadap media olahraga milik Kompas Gramedia itu juga tinggi.

Penyebab bergugurannya media cetak olahraga tersebut tak lain karena jumlah pembaca yang terus menurun dan tak sebanding dengan biaya produksi untuk mencetak serta mendistribusikannya ke berbagai tempat. Pembaca lebih menikmati sajian informasi yang ditawarkan oleh portal-portal media online, baik itu berupa tesk ataupun video.

Saya yang dulu juga pernah menjadi pembaca setia Soccer dan BOLA merasakan peralihan kebiasaan itu. Setiap pagi, untuk cari tahu informasi sepakbola yang telah berlangsung semalam atau ulasan serta jadwal pertandingan yang akan datang cukup mudah diakses via smartphone. Bandingkan dulu, dalam perjalanan menuju kampus, saya harus mampir dulu ke penjual koran untuk membeli tabloid Soccer atau BOLA itu pun berita yang saya baca ulasan pertandingan tiga hari yang lalu.

Persaingan di industri informasi khususnya di era digital ini sangat ketat. Mengutip perkataan Najwa Shihab bahwa “Jurnalis harus relevan di setiap platform dan setiap generasi.” Dan saya setuju dengan itu. Kemampuan beradaptasi dengan tingkat kreatifitas tinggi serta terus belajar hal-hal baru merupakan kunci bertahan hidup di era internet saat ini.

Kebutuhan informasi yang up to date dan cepat menjadikan portal media daring sebagai pilihan yang tepat utamanya untuk generasi milenial. Sajian informasi dari seluruh penjuru dunia mengalir deras di alam maya, tinggal bagaimana pembaca memilah jenis bacaan sesuai dengan kebutuhan.


Sejatinya berhentinya Soccer dan BOLA dari peredaran sudah bisa diprediksi sejak internet jadi menu keseharian pembaca masa kini, hal tersebut juga berlaku bagi tabloid-tabloid cetak lain jika tak segera berbenah dan beradaptasi dengan tuntutan zaman. Kalau tidak, mungkin tabloid-taloid cetak akan tinggal kenangan dan menjadi cerita untuk anak cucu.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE