Suporter Hoax

Internet seolah menjadi lahan subur bagi hoax, mudah ditemukan, tumbuh liar, bahkan banyak dikonsumsi oleh pengguna media sosial.

Sudahkah anda menyebar hoax, informasi palsu, atau berita yang belum jelas kebenarannya hari ini? Kalimat tersebut sepertinya cocok disematkan pada sebagian besar pengguna media sosial zaman now. Tanpa memedulikan keaslian atau kebenaran sebuah informasi dan tanpa memikirkan dampak dari penyebarannya, jemari mereka dengan mudah menekan ikon share sehingga informasi tersebut bisa diakses oleh teman dan pengikut akun media sosial mereka.

Meski pemerintah telah mengatur etika dalam berinternet dan bermedia sosial namun hal itu tak menyurutkan penyebaran hoax yang masif belakangan ini. Hampir semua lini kehidupan manusia digital telah terjangkit virus hoax yang hingga saat ini masih belum ditemukan penawarnya, dan anehnya virus tersebut menjangkiti banyak pengguna internet dengan perangkat telepon cerdas.

Sesuai namanya, smartphone diperuntukkan bagi mereka yang melek teknologi atau mau belajar tentang perkembangan teknologi informasi pada perangkat nirkabel. Pengguna smartphone seharusnya tak hanya bisa mengoptimalkan fitur dan fungsinya, namun juga bijaksana serta beretika khususnya saat bermedia sosial.

Melawan hoax sudah seringkali didengungkan oleh orang-orang yang concern dengan masa depan generasi penerus bangsa di era digital ini, dampak yang ditimbulkan penyebaran hoax kini berada di level mengkhawatirkan.

Beberapa hari ini, lini masa Facebook sedang ramai soal keamanan akun seseorang yang bisa terdeteksi dengan hanya mengetik BFF di kolom komentar sebuah status yang entah dari mana sumbernya. Sejak pertama melihatnya, saya langsung merasa bahwa ini hoax meski di status tersebut membawa-bawa Mark Zuckerberg dan Presiden AS namun hal itu masih tetap meragukan buat saya.

Setelah googling sana-sini, saya pun menemukan artikel yang menuliskan bahwa informasi tersebut memang hoax. Tulisannya bisa dibaca di sini.

Bagi sebagian orang hoax tersebut tak berdampak apa-apa dan hanya sebatas untuk senang-senang saja, tapi bukankah hal serius bisa terjadi dari hal yang awalnya dianggap sepele? Keamanan sebuah akun memang menjadi isu penting dari maraknya akun-akun yang diretas dan disalahgunakan oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Dan ini membuat informasi hoax tersebut cepat menyebar dan cukup membuat saya risi.

Memerangi hoax sebaiknya dimulai dengan informasi-informasi seperti ini, jika hoax berwujud informasi ringan saja mudah tersebar lalu bagaimana dengan informasi kelas berat? Tentu tak butuh usaha keras untuk membuatnya viral dan dikonsumsi mentah-mentah oleh mereka yang memang terkenal dengan suporter hoax.

Memberantas hoax tak hanya sebatas mencegah penyebarannya di internet, namun juga pemahaman dasar tentang aturan berinteraksi di dunia maya dan kemampuan memilah antara konten terpercaya dan palsu juga patut menjadi perhatian. Pelajaran tersebut tak diterapkan pada kurikulum sekolah jadi tak heran jika generasi muda masa kini jadi sasaran empuk penyebaran hoax.

Jadilah pengguna internet yang cerdas, jangan hanya ponselnya saja yang berlabel cerdas. Caranya? Jangan terlalu bernafsu menyebar informasi atau berita di internet, lakukan cross check terhadap informasi yang dianggap meragukan kebenarannya. Kunjungi situs-situs resmi untuk mendapatkan informasi yang valid atau menghubungi pihak-pihak terkait jika memang dibutuhkan agar informasi yang diterima terjamin kebenarannya. Dunia maya itu kejam dan penuh kepalsuan maka dari itu gunakanlah secara bijaksana.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE