Super Hero

Sungguh menarik ketika kita menyimak aksi pahlawan yang ada di film-film. Seakan-akan kita larut dalam memerankan tokoh si pembela kebenaran itu, itulah mengapa kata benar berbeda dengan betul. Karena yang ada hanya pembela kebenaran, dan bukan pembela kebetulan. Tuhan menciptakan menusia dengan segala bentuk kesempurnaan yang selalu menjadi bumerang, satu sisi menjadi acuan semangat, tapi disisi lain kadang membuat manusia menjadi angkuh. Pahlawan menolong tanpa pamrih dan tak mengharapkan imbalan, karena memiliki kepekaan jiwa sosial yang tinggi maka tak heran kalau pahlawan dijuluki super hero dan banyak disenangi anak-anak. Jaman dulu aku paling senang dengan Superman (inget nama temanku ‘Suparman’), karena mungkin dia pahlawan yang paling lama beredar. Bisa dibilang dia dedengkot atau nenek moyangnya super hero, dengan jubah kayak kain gorden dibagian belakang, rambut rapi dengan poni bentuk kail pancing, dan yang paling terkenal adalah logo ‘S’ yang melekat di depan bajunya.

Ada sesuatu yang paling lucu dari Superman, cuma dia satu-satunya super hero di jagat raya ini yang memakai celana dalam di luar. Untung aja gayanya gak jadi trendsetter di kalangan anak muda sekarang. Ketika Superman berada di puncak popularitas, dengan banyak fans yang tersebar di seluruh penjuru dunia, walau saat itu dia hanya tampil di layar tivi hitam putih. Ketika itu demam Superman pun melanda, baju khasnya laris manis bak kacang disko, potongan rambutnya pun menjadi andalan disetiap sudut salon, Tapi ada satu yang tak ikut populer. Yaitu celana dalam yang terpajang di luar, dimana-mana orang memakai celana dalam dulu, baru kemudian celana panjang atau pendek, tapi dia kebalikannya. Itulah cara Superman agar cepat terkenal dan gampang diingat (strategi pemasaran yang jitu ‘menurut Kottler’).

Setelah memasuki abad ke-20, muncullah super hero baru. Dengan tampilan yang lebih segar, modern dan trendi. Dia adalah Spiderman. Dia Super hero yang misterius karena memakai topeng (bukan topeng perampok yang matanya doang yang nongol). Jubahnya juga khas, mirip jaring laba-laba dengan ukuran XS (Xtra Small atau ketat) jadi sekalian pamer otot yang mirip gatot kaca. Namanya Super Hero yang lahir di abad modern, jadi gak mungkinlah style mirip pahlawan jaman dulu. Lihat aja celana dalamnya sudah ada di dalam, rambutnya juga potongan Brant Pitt atau Yadi Di Caprio (mimpi kalle). Namun Pernah si Superman yang sudah pensiun jadi super hero, bertemu dengan Spiderman yang baru naik daun dengan fans bejibun, mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, sampau kakek-nenek. Si Superman berkata “kenapa kamu gak pakai celana dalamnya di luar? kayak aku dulu gitu.” Lalu si Spiderman menjawab “Aku malu, soalnya celana dalamku motifnya kembang-kembang, entar jadi bahan tertawaan penjahat. Makanya aku pakenya di dalam aja.” Jawab Spiderman dengan melas.

Suatu hari sang spiderman lagi asik bergelantungan dari satu gedung ke gedung yang lain, Kegiatan rutin untuk memantau keamanan kota. Saat sedang asiknya bergelantungan, tiba-tiba terdengar bunyi “Kreekk…” Apa tuh? tanyanya dalam hati. Setelah diperhatikan ternyata celananya yang super ketat itu robek pas di belahan paha, sehingga celana dalamnya yang bermotif bunga-bunga terlihat. Saat itu kebetulan Superman lewat dan berkata “Makanya pakai celana dalamnya di luar, jadi kalau celana panjangnya robek tak jadi masalah.” Itulah mengapa sampai sekarang Superman masih setia memakai celana dalam di luar, biar gak malu-maluin kayak Spiderman saat sedang beraksi.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE