Stop!! Kalah Telak & Minim Gol

http://duniasoccer.com/Duniasoccer/Indonesia/PSSI/Galeri-Foto-Indonesia-All-Star-vs-Chelsea

Beberapa pekan ini fans-fans klub Eropa tanah air dimanjakan oleh pertandingan langsung klub-klub kesayangan mereka. Klub raksasa peserta Premier League Inggris, Arsenal kemudian Liverpool dan yang terakhir Chelsea secara bergantian menyambangi Indonesia. Suatu kebanggaan tersendiri bisa menyaksikan sang idola berlaga di depan mata, terlebih jika kita bisa berfoto bersama dan mendapat tanda tangan dari sang pemain tentu menjadi moment yang tidak akan terlupakan.

Mengingat selama ini fans-fans yang berjumlah jutaan orang hanya bisa menikmati kelihaian sang bintang mengolah si kulit bundar dari layar kaca, maka mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ketika klub-klub kesayangan mereka mencantumkan Indonesia sebagai salah satu Negara tujuan tur pramusim mereka.

Terlepas dari euforia kedatangan klub-klub elit Eropa yang semakin intens meski bukan yang pertama, dimulai kedatangan Inter Milan (Italia) pada tahun 2012, menyusul Queen Park Rangers (Inggris) dan Valencia CF (Spanyol) di tahun yang sama. Kemudian tahun 2013 ini Arsenal, Liverpool dan Chelsea unjuk gigi di hadapan puluhan ribu supporter fanatic mereka tentu membawa dampak positif bagi pesepakbolaan Indonesia, namun tidak sedikit pula suara sumbang yang menyentil pihak-pihak yang mengundang mereka karena ada kepentingan tertentu.

Saya tidak akan membahas bagaimana jalannya pertandingan Indonesia vs Tim-tim Eropa atau membandingkan kualitas pemain kedua tim. Saya hanya memberi gambaran jika pemain yang berlabel pemain timnas sekalipun seakan tak berkutik saat melakoni pertai uji coba melawan tim-tim Eropa. Indonesia All Stars dilumat Arsenal 7-0, selanjutnya Indonesia XI meski hanya kebobolan 2-0 saat menjamu Liverpool, dan terakhir BNI All Stars digilas Chelsea 8-1 adalah potret kualitas sepakbola tanah air tercinta kita. Semoga saja rentetan hasil memilukan itu berhenti sampai disitu saja.

Tidak ada yang patut disalahkan jika sepakbola Negara kita menjadi bulan-bulan tim lawan bahkan menjadi cemoohan Negara lain, toh kita menyadari jika teknik sepakbola kita masih jauh dari harapan bahkan untuk berprestasi di level lokal pun masih keteteran apalagi level internasional. Sistem liga yang tidak konsisten, carut marut kepengurusan di lembaga tertinggi sepakbola tanah air hingga kesejahteraan pemain yang terabaikan menjadi perkerjaan rumah yang harus dituntaskan.

Para pemain sudah berusaha semaksimal mungkin mengangkat harkat dan martabat bangsa ini agar sejajar dengan Negara-negara lain melalui sepakbola, namun tanpa dukungan dari seluruh pihak rasanya tidak mungkin kita melihat sepakbola Indonesia sejajar atau melebihi Negara-negara yang menjadi kiblat sepakbola dunia. Impian Negara kita untuk berprestasi di turnamen-turnamen internasional kini hanya sebatas mimpi yang tak kunjung menjadi nyata.

Kita semua harus bertanggung jawab atas kondisi sepakbola tanah air kita, harus segera diadakan pembenahan disemua lini agar sepakbola kita bangkit. Namun selama kita tidak bersatu, saling menjatuhkan, saling menyalahkan dan tidak mencari solusi yang tepat, maka kita akan merasa terbiasa melihat tim nasional kita menjadi bulan-bulanan tim lawan, kalah telak dan minim gol.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE