Sihir Spalletti

Inter di Tangan Luciano Spalletti cukup menjanjikan dengan hasil tour pramusim yang juga lebih baik dibanding musim lalu, dari lima laga persahabatan yang sudah dimainkan Inter meraih tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan sekali menderita kekalahan. Di bawah racikan pelatih berusia 58 tahun itu Inter berhasil menjuarai turnamen mini bertajuk International Champion Cup Singapore 2017 yang juga diikuti Chelsea dan Bayern Munchen.

Ivan Perisic dan kawan-kawan mampu meraih poin penuh dengan mengalahkan Munchen 2-0 dan Chelsea 2-1. Memang terlalu dini jika menilai Inter kini punya potensi bersaing meraih scudetto mengingat Liga Serie A saja masih belum resmi bergulir. Namun jika melihat permainan Nerazzurri baik dari segi taktik dan skema permainan, Internya Lucio Spalletti punya potensi besar untuk bersaing di jalur juara.

Di bursa transfer pemain musim panas ini Inter juga terbilang masih adem ayem, belum ada nama-nama besar berlabel bintang yang berhasil didaratkan manajemen klub. Sejauh ini Inter baru berhasil mendatangkan Milan Skriniar di posisi bek, Daniele Padelli sebagai kiper, dan Borja Valero sebagai gelandang. Serta Matias Vecino yang kabarnya sudah hampir pasti berseragam Biru Hitam.

Aktivitas transfer Inter memang kalah dengan tim tetangga yakni AC Milan yang sudah  mendatangkan setidaknya 10 pemain anyar, namun menurut Presiden Inter, Erick Thohir konsep transisi pemegang saham jadi pembeda aktivitas kedua tim dibursa transfer musim ini. Musim lalu La Beneamata sudah membeli banyak pemain, efek dari pergantian kepemilikan mayoritas saham dari Massimo Moratti ke Erick Thohir.

Limpahan dana segar digunakan Inter untuk membali banyak pemain anyar, di antaranya nama-nama beken seperti Antonio Candreva, Gabriel Barbosa, Kondogbia, serta Ever Banega berhasil didatangkan. Meski tak semuanya tampil sesuai harapan klub dan penggemar.

Sedangkan Milan, baru di awal musim ini menjual sebagian sahamnya ke investor asal Cina sehingga punya dana lebih untuk merombak skuat yang musim lalu juga tampil mengecewakan. Musim ini Inter lebih fokus pada perkembangan tim di luar lapangan, seperti tiket, baju, dan sponsor. Skuat yang ada dipandang pengusaha asal Indonesia itu sudah cukup potensial untuk mewujudkan target tim musim depan, hanya beberapa lini saja yang memang perlu tambahan pemain agar lebih kompetitif.

Permainan dan performa Inter yang sesungguhnya memang harus dibuktikan di laga-laga resmi, namun hasil dari laga-laga uji coba juga tak bisa dipandang sebelah mata. Di laga tersebut pelatih bisa menilai kelayakan seorang pemain menjalankan instruksi yang diberikan, juga kemampuan mental, dan fisik. Apalagi untuk pelatih baru tentu membutuhkan waktu untuk beradaptasi melihat potensi setiap pemain agar taktiknya bisa berjalan maksimal.

Kita lihat saja bagaimana pengaruh “sihir” Liciano Spalletti di tim sekelas Inter, apakah bisa membawa si Ular Besar ke habitatnya yakni menjadi kampium di akhir kompetisi atau setidaknya bersaing di jalur juara. Atau sebaliknya, ia akan bernasib sama dengan pelatih-palatih sebelumnya yang dianggap gagal memenuhi ekspektasi dan berujung pada pemecatan. Kita tunggu saja.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE