She is My BeiBecK

Dia adalah bebekku. Tak perlu mendaki gunung, menuruni lembah, menyeberangi sungai, atau memanjat pohon kelapa untuk bisa menemukannya. Dia berada tak jauh dari rumahku dan anehnya, mungkin karena terlalu dekat sampai-sampai aku tak pernah melihatnya. Unik dan lucu kata yang cocok untuk menggambarkan skenario hubungan kita. Postingan sebelumnya sudah aku ceritakan sekilas tentang si Bebek alias (Fitri Aisyah). Mengapa aku bilang unik?
karena jejak perkenalan kita yang lain dari pasangan remaja pada umumnya. Mengapa aku katakan lucu? karena sepanjang perkenalan itu tiada hari tanpa senyuman dan kebahagiaan. Itulan cinta, bisa merubah dan mewujudkan segalanya. Sesuatu hal yang dianggap tak mungkin, bisa disulap oleh cinta menjadi mungkin.

Ku panggil dia si Bebek (itulah panggilan sayangku), kehadirannya membuat suasana menjadi rame, seru dan semangat. Awal perkenalan yang aneh, karena kita melaluinya seperti air yang mengalir begitu saja, aneh dengan celaan, cacian dan makian (tanpa menyinggung suku, ras, dan agama). Disaat pasangan lain yang sedang melakukan pendekatan mencari simpati dan kelakuan baik, tidak demikian dengan aku dan dia. Kita malah melontarkan jurus acuh tak acuh, dengan menepikan rasa malu dan gengsi, tapi disitulah yang berkesan karena kita bisa saling mengenal kekurangan masing-masing. Ketika sudah lama aku tak merasakan cinta yang sebenarnya, terlalu sibuk dengan rutinitas yang menyita waktu. Dan saat dia hadir, ada nuansa bening yang dia bawa dan membuatku menemukan semangat baru.

Setelah melalui berbagai rintangan dan hadangan masalah, akhirnya aku bisa mendapatkan cinta si Bebek. Sungguh di luar dugaan mengingat kita baru sesaat bertemu tapi terasa sudah puluhan tahun mengenal karakter masing-masing. Bayangkan saja, saking uniknya hubunganku dengan si dia sampai-sampai kita tak tahu kapan tanggal jadian kita, yang jelas bulan Februari ini menjadi awal yang indah dan aku berharap ke depannya akan lebih indah lagi. Aku pun bahagia bisa mengenalnya, semua yang ada dalam dirinya adalah cerminan diriku sendiri. Kekurangan dan kelebihannya adalah cerminan dari diriku sendiri. Aku ingin dia menjadi pelabuhan hatiku yang terakhir dalam mengarungi kerasnya lautan kehidupan ini. Terima kasih Tuhan engkau telah mempertemukan aku dengan dia.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE