Sepakbola dan Keberagaman Bangsa

timnas-indonesia_20161204_122926

Skuat Merah Putih

Timnas Indonesia baru saja sukses mengandaskan perlawanan Thailand di leg pertama Final Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Cibinong, kabupaten Bogor. Terlepas dari permainan Boaz Salossa dan kawan-kawan yang sedikit gugup di awal laga dan sempat tertinggal lebih dulu di babak pertama, namun dengan semangat juang dan mental yang kuat demi meraih hasil maksimal skuat Garuda tetap tampil trengginas meski tahu lawan yang dihadapi bukanlah tim sembarangan.

Tim asuhan Kiatisuk Senamuang berstatus juara bertahan dan selama gelaran Piala AFF Suzuki Cup 2016 belum terkalahkan, lima kemenangan beruntun sejak fase grup telah dilalui Thailand sebelum akhirnya rangkaian kemenangan tersebut diputus timnas Indonesia. Perjuangan timnas Merah Putih belum usai, masih ada satu tahapan lagi untuk mengakhiri turnamen terakbar se-Asia Tenggara tersebut dengan predikat juara.

Timnas Indonesia akan melakoni leg kedua di stadion Rajamangala, Bangkok pada Sabtu (17/12) mendatang. Kemenangan 2-1 di leg pertama belum sepenuhnya aman buat timnas namun setidaknya bekal kemenangan tersebut membuat moral bertanding Manahati Lestusen dkk jadi meningkat mengingat Thailand saat ini merupakan tim terkuat di Asia Tenggara, mengalahkannya pun bukanlah pekerjaan mudah. Ada kebanggaan menyeruak dalam diri pemain dan seluruh suporter serta berharap agar dunia luar tahu bahwa Indonesia juga punya tim yang hebat.

*****

Seperti biasa setiap ada gelaran akbar tak hanya publik yang terlibat langsung saja yang diliputi euforia namun warga internet yang berada jauh dari tempat acara tak ketinggalan memeriahkan setiap moment yang sedang berlangsung. Seperti gelaran Piala AFF kali ini yang membuat media sosial ikut bergemuruh ketika timnas Indonesia berlaga, postingan status Facebook, Twitter, Instagram riuh memadati beranda dan lini masa. Semua menyerukan dukungan.

Tak sedikit di antara status yang berseliweran itu ada yang menyentil jika sepakbola menjadi pemersatu bangsa tak peduli si A beragama dan bersuku apa semua melebur dengan satu tujuan yakni membuat sepakbola Indonesia kembali berjaya di level internasional.

49413_68117_suporter-timnas-irawan

Memang sebulan belakangan ini publik dilanda polemik terkait kasus penistaan agama yang menimpa salah satu calon gubernur DKI Jakarta, hingga menyerempet ke hal-hal yang berkaitan dengan perbedaan ras. Media sosial pun menanggapinya secara pro dan kontra, beragam status, meme, hingga tulisan-tulisan baik yang memihak atau pun yang menolak beredar luas di kalangan netizen.

Indonesia sejak dulu dikenal dengan kebinekaan dan menjunjung tinggi perbedaan hampir di semua lini kehidupan, orang luar bahkan terkagum-kagum melihat masyarakat Indonesia bisa rukun, tenteram, dan hidup berdampingan di tengah perbedaan suku, agama, dan ras. Namun akhir-akhir ini kebanggaan itu sedikit terusik, entah sampai kapan.

Gelaran Piala AFF 2016 seolah menyadarkan kita bahwa betapa pentingnya sikap saling menghargai dan menjunjung tinggi perbedaan, sepakbola selalu membawa misi perdamaian dan mengedepankan sportivitas “fair play” meski terkadang ada emosi yang ikut berperan namun itu hanya sebatas di dalam lapangan. Setelah laga usai para pemain akan berjabat tangan dan saling merangkul menerima dengan lapang dada apa pun hasilnya.

Itulah sepakbola yang sebenarnya, menyatukan segala perbedaan demi meraih satu tujuan. Tak peduli apa agama anda, lahir di mana, dan seperti apa kepercayaan yang anda anut semua dikesampingkan demi mendukung satu bendera. Tinmas Indonesia sedang berjuang meraih trofi pertama dalam sejarah keikutsertaannya di Piala AFF setelah diempat final sebelumnya selalu gagal juara. Semoga perjuangan skuat Garuda tak hanya membawa pulang piala namun juga merekatkan kembali sikap toleransi dan kebinekaan yang akhir-akhir ini mulai tenggelam.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE