Semalam di Hotel Bantimurung

Hotel Bantimurung

Entah sudah berapa lama saya tak berkunjung ke Bantimurung, mungkin sudah sangat lama. Taman wisata alam yang terkenal dengan air terjunnya itu kini terlihat lebih menarik buat dikunjungi.

Weekend kemarin saya dan keluarga menyempatkan diri berkunjung ke Bantimurung, kabarnya di sana sudah dilengkapi penginapan setara hotel. Ya, kawasan yang dikenal juga sebagai tempat konservasi beragam jenis kupu-kupu itu kini memiliki hotel bernama Hotel Bantimurung. Bangunan berlantai dua itu diresmikan sejak dua tahun lalu, memiliki 16 kamar yang masing-masing 11 kamar di lantai atas dan 5 kamar di lantai bawah.

Tampak depan hotel tersebut telihat elegan dengan garis desain seperti bangunan istana dengan lima pilar berdiri kokoh, serta perpaduan cat warna krem dan cokelat muda membuat hotel tersebut cukup menarik perhatian. Sebagai alternatif tempat menginap di dalam kawasan wisata alam Bantimurung kehadiran hotel tersebut melengkapi wisma yang sebelumnya sudah lebih dulu hadir dengan 9 kamar.

Resepsionis

Selama ini saya belum pernah menginap di Bantimurung, selain karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari rumah. Menghabiskan waktu dari pagi sampai siang hari atau kalau ingin datang siang dan pulang sore hari pun rasanya sudah lebih dari cukup jika hanya untuk mandi-mandi atau sekadar menikmati pemandangan air terjun.

Memang selain itu pengunjung bisa juga melihat koleksi kupu-kupu yang ada di museum serta penangkaran kupu-kupu dan berkunjung ke gua mimpi, menyusuri gua yang gelap dan melihat beragam jenis bebatuan serta jejak-jejak sejarah yang berusia ratusan tahun. Namun sebagian besar pengunjung lebih tertarik bermain air di bawah derasnya air terjun atau berenang di sekitaran kolam-kolam kecil yang ada di sepanjang tumpahan aliran air terjun.

Fasilitas Kamar Minim

Yang namanya hotel tentu beragam fasilitas disediakan untuk memanjakan penghuni kamar, namun lain halnya dengan Hotel Bantimurung. Saat itu saya menempati kamar 209 yang ada di lantai dua dilengkapi dengan double bed, televisi, AC, lemari pakaian, tanpa kulkas dan akses wifi gratis. Serta kamar mandi yang cukup luas namun kurang bersih dan perlengkapan mandi yang tidak komplit. Hanya ada sabun kecil serta satu sikat gigi, pasta gigi, tanpa disediakan handuk padahal saya menginap bersama istri dan anak.

Uniknya lagi kamar tersebut tidak punya tempat sampah bahkan di luar kamar pun tidak ada, alhasil sampah makanan dan sampah lainnya saya kumpul dalam kantong plastik dan menyimpannya di belakang pintu. Selain itu ada tetesan air jatuh dari plafon yang bocor dan dinding kamar yang sebagian catnya terkelupas karena lembab. Untuk kamar hotel seharga 250 ribu per malam dengan fasilitas yang ditawarkan rasanya masih kalah dengan wisma atau hotel direntang harga yang sama pada umumnya.

Mungkin hotel tersebut lebih tepatnya ditujukan untuk pengunjung Bantimurung yang berasal dari luar kota atau luar daerah dan memang berniat untuk rekreasi bersama keluarga serta membawa perlengkapan mandi dari rumah, jadi hotel tersebut hanya cocok untuk tidur dan beristirahat saja. Keesokan harinya dengan fisik yang prima pengunjung bisa lebih puas bermain air di Bantimurung.

Perbaikan Fasilitas Hotel

Sejatinya yang namanya hotel tentu orang berharap mendapat fasilitas standar hotel pada umumnya meski hotel tersebut terletak di tempat wisata. Hotel Bantimurung secara penampilan memang menarik namun tidak sebanding dengan fasilitas yang ditawarkan. Pihak pengelola taman wisata Bantimurung sepertinya membangun hotel tersebut hanya sebagai pelengkap, kalau tak ingin dikatakan yang penting punya penginapan sekelas hotel. Padahal fasilitasnya pun masih sangat kurang.

Saya meragukan pengunjung yang sudah menginap di hotel Bantimurung akan menginap lagi untuk yang kedua kalinya, atau merekomendasikan orang lain untuk menginap di hotel tersebut. Kecuali pengelola hotel melakukan perbaikan dan menambah fasilitas sesuai dengan standar hotel pada umumnya.

Sebenarnya meski tanpa hotel tersebut, taman wisata alam Bantimurung tetap punya banyak peminat. Khusus di hari libur dan akhir pekan jumlah pengunjung di kawasan wisata murah meriah tersebut selalu dibanjiri pengunjung, bahkan pengunjung dari luar kota dan luar daerah kerap menjadikan Bantimurung sebagai alternatif tempat wisata yang terjangkau. Hotel Bantimurung sepertinya lebih cocok dijadikan tempat menginap peserta seminar atau raker instansi-instansi pemerintah dan swasta yang butuh suasana alam pegunungan sekaligus liburan keluarga.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE