Satu Poin Pembuka Di Tahun 2015

Skuat Inter kala bertamu ke Juventus Stadium (inter.it)

Inter mengawali laga di Serie A giornata 17 di tahun 2015 dengan menyambangi markas Juventus yang saat ini masih kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 39 poin, sedangkan Inter masih berkutat di peringkat sebelas dengan 21 poin. Jarak 18 poin yang memisahkan kedua tim tak menyurutkan aroma persaingan untuk meraih kemenangan, laga Juventus kontra Inter atau yang biasa dilabeli Derby d’Italia merupakan pertarungan dua tim raksasa Italia yang mempunyai sejarah panjang dan selalu menghadirkan tensi tinggi sarat emosi dan gengsi. Performa Bianconeri musim ini sangat luar biasa, jawara Serie A tiga kali berturut-turut itu selalu tampil konsisten hingga pekan ke-17 dengan meraih 12 kemenangan, empat kali imbang dan baru sekali kalah. Meski musim ini si Nyonya Tua ditinggal oleh Antonio Conte dan digantikan oleh Massimiliano Allegri, penampilan Carlos Tevez dan kawan-kawan tak banyak mengalami perubahan.

Skor imbang 1-1 saat Juventus bertemu Inter dini hari tadi menjadi hasil yang adil bagi kedua tim, pertandingan berlangsung alot karena kedua pelatih menerapkan strategi menyerang sejak menit awal. Nerazzurri dikagetkan oleh gol cepat Carlos Teves di menit 5 setelah memanfaatkan umpan silang Arturol Vidal, tertinggal satu gol memaksa Inter meningkatkan tempo permainan. Namun pertahanan rapat dan disiplin yang diperagakan lini belakang pemain Juventus membuat skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai. Setelah turun minum, La Beneamata semakin gencar membangun serangan dengan memasukkan Lukas Podolski, mantan striker Arsenal yang dipinjam Inter hingga akhir musim. Gol penyeimbang akhirnya hadir di menit 64, umpan terukur Fredy Guarin tak disia-siakan oleh Mauro Icardi dan mengubah skor menjadi 1-1.

Selebrasi Mauro Icardi (inter.it)

Gol Icardi menjadi pelecut semangat buat pemain Inter untuk terus menggempur pertahanan Juve, beberapa peluang emas pun lahir dari skema permainan cepat skuat Biru Hitam yang memang sangat membutuhkan tiga angka demi posisi tiga klasemen dan meraih tiket Liga Champions musim depan. Juve tak tinggal diam dan meladeni permainan Inter dengan serangan balik cepat yang membuat lini belakang Nerazzurri cukup kerepotan, alhasil lima kartu kuning dan satu kartu merah yang harus diterima para pemain Inter untuk meredam agresivitas serangan Juve yang tak ingin malu di depan puluhan ribu pendukung setianya. Peluit panjang dibunyikan, skor imbang 1-1 tetap bertahan hingga akhir pertandingan membuat posisi Inter tak beranjak dari urutan sebelas klasemen sementara Serie A dengan 22 poin.

Hasil tersebut membuat allenatore Inter, Roberto Mancini kecewa. Pasalnya Inter setidaknya punya dua peluang emas untuk unggul namun menghadapi tim sekelas Juve yang memang lebih matang dan tampil superior terlebih ketika bermain di kandang. Namun Mancio sedikit lega melihat peningkatan permainan Inter, sebagai catatan sejak Il Biscione ditangani Mancini pada 4 November lalu mental bertanding para pemain Inter mengalami kemajuan. Mauro Icardi dan kawan-kawan punya semangat lebih apalagi ketika teritnggal lebih dulu seperti menghadapi Lazio dua pekan lalu, sempat tertinggal dua gol sebelum akhirnya gol Kovacic dan Palacio menyelamatkan Inter dari kekalahan. Saat Derby Della Madonnina, Gol Joel Obi membuat Milan harus puas dengan satu angka setelah bermain imbang 1-1 dan mental bertanding anak asuhan Mancini pun kembali diuji ketika berhasil menahan imbang Juventus lagi-lagi seteleh tertinggal lebih dulu oleh gol Carlos Tevez.

Musim masih panjang, Inter dituntut untuk segera bangkit dan meraih kemenangan. Dari enam laga Serie A yang telah dilakoni Inter sejak dinakhodai Roberto Mancini, Andrea Ranocchia dan kawan-kawan baru sekali meraih kemenangan yakni ketika mengalahkan Chievo 0-2 selebihnya di tangan Mancini Inter sudah dua kali kalah dan tiga kali bermain imbang. Pada giornata 18 yang berlangsung lima hari lagi, Inter akan menjamu Genoa di Giuseppe Meazza. Genoa yang kini duduk di peringkat lima klasemen tentu mengincar kemenangan guna menyodok posisi mereka ditiga besar, sedangkan Inter wajib mengamankan tiga angka jika tak ingin tertinggal lebih jauh dari Lazio diurutan tiga yang saat ini berjarak delapan poin di belakang Nerazzurri. Forza INTER.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE