Sapi Ucul

Ucul dalam bahasa jawa berarti lepas, jadi sapi ucul artinya sapi lepas. Kenapa lepas? berikut kisahnya. Di Kampung halamanku letaknya desa Kedunggalar Kab. Ngawi yang ditempuh tiga jam perjalanan dari kota Surabaya. Keluarga besarku ingin mengadakan 100 hari meninggalnya ‘mbah Putri’ (sebutan nenek dalam bahasa jawa) dengan menyembelih seekor sapi yang cukup besar (kira-kira berumur setahun). Sapi itu telah dirawat selama enam bulan, dipelihara dalam kandang sederhana oleh orang kepercayaan sang kakek.

Ketika waktu acara telah tiba, sapi pun dikeluarkan dari kandangnya dan digiring menuju halaman belakang rumah. Tak jauh dari tempat itu, para ibu-ibu sedang sibuk memasak kebutuhan acara yang lain. Sapi masih terlihat tenang dan menjadi tontonan anak-anak kecil yang ingin menyaksikan penyembelihan. Tak berapa lama si tukang jagal datang, sambil dibantu beberapa orang yang mengikat sapi biar tidak banyak gerak. Namun tiba-tiba, sapi berontak dan pengikat yang dipegang oleh orang-orang terlepas. Tak ayal sapi lari dan mengejar orang-orang yang ada disekitar tempat itu, suasana menjadi panik dan tegang.


Para ibu-ibu yang memasak di halaman belakang ikutan lari meninggalkan masakannya. Beruntung halaman belakang rumah masih dibatasi oleh pagar, jadi sapi itu tak sampai lari menuju jalan. Sapi masih terlihat liar, tak ada yang berani mendekat karena ukurannya yang cukup besar. Alat-alat masak dan hidangan kopi buat orang-orang yang menyembelih, diobrak-abrik oleh si sapi. Setelah dua jam berlalu, datanglah pawang sapi dengan membawa seekor sapi betina (untuk membujuk si sapi yang ngamuk itu). Dan akhirnya sapi itu bisa ditangkap, dan disembelih dengan bantuan orang-orang yang lebih banyak.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE