Samsung A30, Hape Untuk Pengguna Kasual

Memilih smartphone direntang harga dua hingga tiga juta cukup bikin kepala puyeng karena begitu banyaknya merek smartphone dengan beragam fitur dan spesifikasi yang kini beredar di pasar.

Awalnya saya cukup bingung menentukan smartphone yang sesuai dengan kebutuhan diharga dua hingga tiga jutaan. Gempuran vendor ponsel Saat ini pilihan smartphone dikisaran harga segitu memang cukup beragam, di antaranya ada Redmi Note 7, Realme 3 dan Realme 3 Pro, Zenfone Max Pro M2,  Zenfone Max M1, duo Samsung A series ada A20 dan A30.

Belum lagi ponsel-ponsel dari brand macam Infinix, Vivo, dan Oppo serta ponsel keluaran tahun lalu yang kini sudah turun harga seperti Zenfone 5, Huawei Nova 3i, Xiaomi 8 Lite dan masih banyak lagi. Semua menawarkan desain, fitur, serta spesifikasi yang cukup menggoda untuk harga ponsel dua jutaan.

Tapi buat anda yang ingin smartphone dengan cetakan logo Samsung yang sejak dulu dikenal dengan kualitas dan layanan purna jualnya, anda bisa pilih Samsung A30.

Kenapa Harus Samsung A30?

Kembali lagi kekebutuhan anda saat menggunakan ponsel sehari-hari. Untuk pengguna kasual seperti saya yang lebih mengutamakan kualitas layar untuk menikmati konten video, RAM dan penyimpanan internal yang cukup lega buat menjalankan beberapa aplikasi dan akun media sosial secara bersamaan. Tentu berbeda jika kebutuhan anda adalah gemar bermain game-game berat di perangkat smartphone atau yang sering traveling dan mengutamakan kualitas kamera yang oke.

Pilihan ponsel dengan prosesor ngebut serta fitur dan spesifikasi yahud di sektor kamera yang mendukung kebutuhan anda itu tentu wajib ada, apalagi untuk ponsel di harga dua jutaan mayoritas sudah cukup mumpuni menjalankan game-game terkini seperti PUBG Mobile, Asphalt 9, Honkai Impact 3, dan masih banyak lagi serta punya kualitas kamera yang cukup mumpuni.

kelengkapan box Samsung A30

Samsung A30 menawarkan desain, fitur, dan spesifikasi yang hampir sesuai dengan kebutuhan saya, kenapa hampir? ya karena sejatinya tak ada ponsel yang benar-benar sempurna bahkan di ponsel flagship sekalipun.

Layar FHD Super Amoled

Tak ada yang meragukan kualitas layar Samsung dengan teknologi Super Amoled-nya, khusus di A30 ini layarnya sudah beresolusi Full HD+ 1080 x 2340 dengan luas 6.4 inch berasio 19.5:9 dan mengusung desain layar infinity- U. Karekter warnanya khas Super Amoled Samsung yang terasa sangat memanjakan mata, warna hitamnya pekat sehingga membuat warna-warna lain terlihat begitu cerah dan tajam.

Tersedianya fitur “Night Mode” membuat tampilan latar ponsel jadi hitam sehingga warna-warni icon aplikasi dan menu jadi lebih menarik. Namun sayang fitur night mode hanya aktif di home screen dan di pengaturan saja, tidak aktif untuk aplikasi dan browser pihak ketiga. Mengaktifkan fitur “Night Mode” juga bisa menghemat daya baterai sehingga masa aktif ponsel jadi lebih lama.

Penggunaan layar jenis Super Amoled di Samsung A30 juga membawa fitur “Always On Display” yang menampilkan icon jam serta notifikasi aplikasi saat ponsel sedang tak digunakan. Kehadiran fitur tersebut tentu lebih sedap dipandang dibanding lampu LED notifikasi yang ada di ponsel-ponsel lain.

fitur always on display

Saya cukup puas dengan tampilan layar Samsung A30, menikmati hasil jepretan foto, nonton Youtube atau konten video di A30 ini sudah sangat nyaman. Namun yang kurang adalah output speakernya yang terdengar “mendem” atau tenggelam, kurang jernih sehingga penggunaan earphone atau headset saat nonton atau dengar musik sangat disarankan.

Desain dan Kamera Biasa

Tampak dari sisi depan, Samsung A30 ini indentik dengan A20 dan A50. Sama-sama berlayar 6.4 inch dan berbahan polikarbonat alias plastik yang disamarkan seperti kaca namun back-cover A30 lebih menarik dengan gradasi warna. Peletakan port seperti port 3.5mm, USB type-C  juga sama di A20 dan A50 ada di bagian bawah, SIM tray ada di sebelah kiri, tombol volume dan power terletak di sisi kanan.

Sedangkan di sisi belakang, Samsung A30 dilengkapi sensor sidik jari dan set up dual kamera yang masing-masing kamera beresolusi 16MP dengan aperture f/1.7 dan kamera ultra wide beresolusi 5MP aperture f/2.2. Fitur kamera utama A30 cukup sederhana cuma ada mode panorama, pro, live focus, foto, dan video. Hasil jepretan kameranya cukup jernih dan tajam, tampilan warnanya cerah tapi dengan catatan jika digunakan saat kondisi cahaya berlimpah.

Apalagi untuk kamera ultra widenya yang mampu menghasilkan foto seluas kurang lebih 120 derajat, sehingga lebih pas digunakan saat memotret pemandangan atau ingin menangkap objek yang luas tanpa perlu menjauh dari objek tersebut. Sedangkan untuk perekaman video, kamera belakang Samsung A30 ini mampu merekan video hingga Full HD atau 1080p di 30FPS tanpa kehadiran EIS atau OIS.

Hasil foto dan video A30 menurut saya biasa saja, cukup standar di ponsel harga dua jutaan. Jika ingin hasil kamera lebih bagus dan perekaman video yang lebih stabil ada ponsel lain yang kameranya sudah dilengkapi teknologi EIS. Tapi yang menarik, setelah update software terakhir fitur kamera Samsung A30 sudah bisa merekam video slow motion.

Untuk kamera depan, hasil foto selfie kamera beresolusi 16MP A30 juga tak istimewa. Terlihat menarik saat digunakan pada kondisi cukup cahaya. Sedangkan di kondisi low light kualitas fotonya langsung turun, banyak noise serta detail gambar yang ditangkap jadi berkurang. Sebaiknya hindari berfoto saat kondisi kurang cahaya. Penggunaan LED flash sebenarnya cukup membantu saat berfoto selfie di tempat yang pencahayaannya minim.

Berikut hasil kamera Samsung A30

Hasil rekaman video Samsung A30 resolusi Full HD 1080p

Performa Lumayan

Di sektor dapur pacu, Samsung A30 ini ditenagai prosesor Exynos 7904 (14nm) octa core yang terdiri dari 2 cortex A73 1.8 GHz dan 6 cortex A53 1.6 GHz sedangkan GPU-nya menggunakan Mali G71 MP2. Skor Antutu yang diperoleh A30 mencapai 92 ribuan, untuk kebutuhan multitasking dan sesekali bermain game berat seperti PUBG Mobile sudah cukup memuaskan dengan grafik high dan frame rate medium. Dan memang kembali lagi kekebutuhan sehari-hari saya yang tak terlalu hobi bermain game di smartphone, jadi performa prosesor di A30 sudah saya anggap memuaskan.

Apalagi didukung RAM 4GB dan memori internal 64GB yang bisa diekspansi via microSD jadi kelebihan lain yang dimiliki Samsung A30. Kebutuhan saya menginstal banyak aplikasi dan menggunakan microSD untuk menambah kapasitas memori internal sudah sangat terpenuhi di smartphone ini.

Baterai 4000 mAh dengan Fast Charging

Punya kapasitas baterai yang cukup besar yakni 4000 mAh sejatinya sudah sangat cukup menemani aktivitas saya seharian bahkan screen on time Samsung A30 selalu bertahan di atas 10 jam, tentu saja dengan pemakaian normal seperti bermedia sosial, chatting, dan nonton Youtube tanpa bermain game. Jika saya gunakan untuk bermain game secara intens tentu daya tahan baterainya akan lebih cepat berkurang.

Selain kapasitas baterai yang cukup besar, Samsung A30 juga mendukung teknologi adaptive fast charging 15 watt, hanya butuh waktu 1 jam 45 menit ketika mengisi baterai 10% hingga 100%. Asyiknya lagi kemampuan fast charging Samsung A30 ini tetap berjalan meski menggunakan charger lain, tentu saja yang mendukung quick charge 3.0. Jadi charger dan kabel USB type-C apapun bisa mengaktifkan fitur adaptive fast charge di Samsung A30 ini asal charger dan kabel yang digunakan mendukung teknologi tersebut.

Kostumisasi UI Melimpah

User interface Samsung A30 menggunakan One UI versi 1.1 berbasis Android 9 Pie dan punya banyak fitur kostumisasi. Sebagai pengguna baru Samsung tentu beragam fitur tersebut harus dipelajari dulu, utamanya fitur-fitur yang memang hanya ada di smartphone asal Korea Selatan itu. Seperti fitur multi window yang memungkinkan pengguna menjalankan beberapa aplikasi dengan tampilan layar terbagi atau bisa juga dengan tampilan pop-up. Selain itu ada fitur Emoji AR, Game Launcher, Bixby, dan masih banyak lagi.

Tapi selama penggunaan, saya jarang memakai semua fitur-fitur tersebut. Hanya sekadar ingin tahu saja dan merasakan semenarik apa fitur-fitur yang ada di UI Samsung A30. Oh ya, di Samsung A30 ini sudah dilengkapi fitur navigation gesture. Jadi pengguna bisa memaksimalkan luas layar A30 dengan menghilangkan tombol navigasi dalam layar dan menggantinya dengan navigation gesture.


Kesimpulan

Harga Samsung Galxy A30 saat pertama kali rilis dibanderol Rp 3,3 juta. Dengan fitur dan spesifikasi yang dibawanya, harga segitu menurut saya terlalu mahal. Utamanya di sektor kamera yang hadir tanpa EIS atau OIS dan prosesor yang kinerjanya biasa-biasa saja. Bahkan peningkatan yang dibawa oleh saudaranya A20 yang lebih murah sekitar 700 ribu rupiah hanya di kualitas layar yang sudah Full HD+, kapasitas RAM dan memori internal yang lebih besar, serta performa kamera yang sedikit lebih baik.

Namun kini harga Samsung A30 sudah turun menjadi 2,7 juta yang menurut saya sudah sesuai dengan fitur dan spesifikasi yang diusungnya. Apalagi dengan nama brand Samsung yang membuat penggunanya dikenal loyal dan lebih mengutamakan kualitas serta layanan purna jual.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE