Sahabat Cinta dan Masa Lalu

Dulu kita sahabat, selalu dekat dalam jarak, selalu bersama saat pekat, selalu memberi semangat saat cobaan menyengat, arti berbagi memiliki makna yang sangat dalam hingga tak ada masalah yang tak bisa kita selesaikan dengan saling bertukar hati. Awal perkenalan kita pun inisiatif dari seorang teman yang memiliki niat tulus untuk menyatukan hati yang sedang sendiri, tak salah memang karena tak kenal maka tak sayang, akhirnya kita pun berkenalan. Kesan pertama tak ada yang istimewa, seperti biasa butuh waktu untuk mengenal pribadi masing-masing, namun sekilas sifat dan karakter kita hampir sama. Ceria, riang, humoris dan seakan tak mengenal susah, sedih dan kecewa meski kadang beban masalah yang begitu berat telah menguras kinerja otak, hati dan perasaan.

Waktu terus berlalu, aku larut dalam kisahku dan kamu pun nyaman dengan kisahmu. Ada saatnya kita kembali menyatu dalam suasana hangat untuk saling menceritakan kisah kita masing-masing dan saling mengadu jika ada sesuatu yang mengganjal di hati. Saat itu kita sudah sangat mengenal pribadi masing-masing jadi tak perlu malu untuk berkata, tak perlu kaku untuk mengekspresikan gerak tubuh, bahkan tak perlu takut jika nanti ada diantara kita yang tersinggung atau tak enak hati karena kita sudah menasbihkan diri kita sebagai sahabat. Sahabat adalah orang terdekat yang tahu kapan kita butuh sandaran bahu mereka, saat kita rapuh, saat kita jatuh, saat kita tak berdaya oleh cobaan yang mendera. Sahabat adalah segalanya dan tak mudah menemukan sahabat seperti kamu.

Tak terasa tiga tahun kebersamaan kita sebagai sahabat, tak terasa pula kisah hati dan kenangan telah kita lalui bersama. Entah kebetulan atau tidak, saat ini hati kita masih sendiri, belum ada seseorang yang benar-benar tertaut kuat dalam hati kita. Aku sudah mencoba untuk menjalani kisah cinta dan memiliki rasa sayang pada seseorang, namun akhirnya kandas dan menyisakan luka hati. Kamu pun demikian, telah berusaha mempertahankan rasa cinta pada seseorang yang membawa sejuta mimpi namun akhirnya kamu lepaskan. Kini aku sadari jika tambatan hati yang selama ini aku cari ternyata tak sejauh langkah mengayun. Perasaan yang dulu aku anggap biasa kini menjadi rasa yang luar biasa. Aku baru tersadar setelah sekian lama terjerembab dalam khayalan semu tentang kebahagiaan, aku terlalu memaksakan diri untuk mencari yang sempurna padahal itu salah, tak ada manusia yang sempurna.

Akupun meyakinkan hati untuk memilihmu sebagai kekasih dan berharap untuk menjadikan kamu pasangan hidup di dunia dan akhirat nanti. Namun aku tak cukup berani untuk menyatakan isi hati mengingat hubungan kita sudah sangat dekat melebihi sepasang kekasih. Akupun memilih untuk memendam rasa hingga akhirnya dorongan semangat dari keluarga dan teman-teman terdekat membuat aku termotivasi dan punya keberanian untuk mengungkapkan isi hati. Kamu pun meminta waktu untuk berfikir dan berdoa agar diberi petunjuk oleh yang Maha Kuasa. Hingga akhirnya kamu pun memberi jawaban, jawaban yang cukup menyayat hati, jawaban yang membuyarkan mimpi dan harapan. Kamu pun menghilang, entah ini ujian atau teguran, hanya Tuhan yang tahu. Sampai kapanpun kamu tetap sahabat, cinta dan masa lalu bagiku.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE