Saatnya Pendidikan Indonesia Berbasis E-Learning

Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi semakin meningkat pesat sehingga berdampak pada kehidupan manusia yang mulai dilandan oleh ketergantungan teknologi sebagai penunjang aktivitas kehidupan mereka. Menurut data yang dihimpun oleh APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) pengguna internet di Indonesia dari tahun 1998-2012 sudah mencapai 63 juta orang dan diperkirakan akan mencapai 82 juta pengguna di tahun 2013.

Sumber: APJII

Jumlah tersebut sesuai dengan data yang dikeluarkan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika bahwa penetrasi pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 95 persen dari populasi, namun sangat disayangkan dari 63 juta pengguna internet di Indonesia sekitar 95 persen digunakan untuk mengakses jejaring sosial. Akan lebih bijak jika pemahaman masyarakat tehadap penggunaan internet diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan, seperti penerapan sistem belajar mengajar berbasis e-learning.

Data dari Webershandwick, perusahaan public relations dan pemberi layanan jasa komunikasi untuk wilayah Indonesia, ada sekitar 65 juta pengguna Facebook aktif, sebanyak 33 juta pengguna aktif per harinya. “Indonesia bahkan menempati peringkat 5 pengguna Twitter terbesar di dunia. Posisi Indonesia hanya kalah dari USA, Brasil, Jepang dan Inggris, ” kata Selamatta Sembiring, Direktur Pelayanan Informasi Internasional Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, (Sumber : kominfo.go.id).

Salah satu indikator kemajuan suatu negara nampak dari bagaimana negara itu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi sehingga menghasilkan output yang bernilai jual tinggi, peningkatan kualitas pendidikan dengan memanfaatkan internet tentu harus menjadi prioritas pemerintah jika tak ingin melihat generasi muda bangsa ini hanya sebagai penikmat teknologi tanpa mampu menciptakan temuan-temuan yang dapat bersaing dengan negara-negara lain.

Sistem belajar mengajar di Indonesian masih berkiblat pada metode pembelajaran konvensional, siswa hanya dituntut fokus menerima pelajaran di sekolah dan berinteraksi secara langsung dengan Guru sebagai pendidik sesuai waktu yang sudah ditetapkan. Padahal metode belajar e-learning atau electronic learning (pembelajaran electronik) sudah menjadi sistem pembelajaran wajib bagi sekolah atau institusi pendidikan di negara-negara maju.

Minimnya terobosan-terobosan pemerintah dalam memperkenalkan dan mengembangkan sistem e-learning tentu akan berdampak pada kualitas pendidikan yang ada di negara ini, siswa-siswa akan sulit bersaing dan mensejajarkan kemampuan mereka dengan negara-negara maju, siswa atau pelajar lebih fasih menggunakan Facebook dan Twitter dibanding memanfaatkan internet sebagai sumber informasi untuk mencari bahan pelajaran agar pemahaman mereka terhadap materi lebih luas dan beragam.

Penerapan e-learning secara merata di seluruh Indonesia tentu memerlukan perencanaan yang matang, bukan saja melihat kesiapan siswa yang akan menggunakan sistem e-learning itu, tapi kompetensi dan pengetahuan bagi guru atau tenaga pendidik yang akan mengoperasionalkan sistem tersebut juga perlu diperhatikan. E- learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet dan jaringan komputer, (LearnFrame.Com, 2001).
 
Perangkat dasar untuk menerapkan konsep pendidikan e-learning adalah jaringan internet, namun penetrasi jaringan internet di Indonesia masih belum merata. Masih ada daerah-daerah terpencil yang belum tercover internet, pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar seluruh masyarakat bisa mengakses internet. Salah satunya dengan program Desa Pinter (Desa Punya Internet), program ini bertujuan agar masyarakat pedesaan bisa mengakses internet dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pengetahuan di dunia pendidikan atau untuk percepatan pertumbuhan ekonomi layaknya masyarakat perkotaan.

Tentu komponen-komponen untuk penerapan sistem e-learning tak hanya jaringan internet semata, masih banyak faktor pendukung yang harus dipersiapkan oleh pemerintah agar sistem e-learning di Indonesia bisa berjalan dengan baik dan merata. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi harus menjadi batu loncatan untuk membenahi sistem pendidikan di negeri ini agar bisa sejajar bahkan lebih unggul dibanding negara-negara lain. E-learning adalah solusi dalam penerapan konsep pendidikan ketika teknologi informasi dan komunikasi sudah menjadi sebuah kebutuhan primer bagi masyarakat.

https://www.facebook.com/indberprestasi
Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE