Rindu yang Berlalu

Tiba-tiba rindu ini menyeruak di ujung hati, entah karena apa? aku pun masih bertanya. Memang tak mudah menghapus kenangan indah bersamamu, entah kenapa tak pernah bisa? aku pun tak tahu. Jika kau bukan kepingan hati yang aku cari, sebaiknya enyahlah dari pikiran dan imajinasiku. Aku tak ingin selalu terbayang tentangmu, tentang kebersamaan kita yang singkat namun mampu membuat hati saling mengikat. Tak ada cinta yang kekal, tak ada rindu yang kebal oleh waktu yang terus menggerogoti usia. Seperti rasa ini yang aku harap akan sirna seiring bergulirnya sang fajar diufuk barat.

Mungkin cara bijak melupakan kenangan itu dengan merajut kembali kisah hati bersama orang lain. Berat dan terlalu sulit untuk dilakukan namun itu demi ketenangan jiwa yang sejak dulu aku idamkan. Toh, sekarang kamu sudah bahagia bersama orang yang kamu cinta, orang yang justru membawamu hadir dalam kisah yang rumit dan serba pelik. Orang yang membuatmu dilema serba plin-plan dengan tujuan yang katanya demi masa depan, pikiranmu terombang-ambing dalam keraguan yang entah seperti tak mengenal lelah, mungkin kamu hanya butuh sedikit rehat untuk menyegarkan kembali pikiranmu yang terlalu berat.

Setelah tulisan ini selesai, maka aku akan berhenti pula mengenang masa lalu itu. Lupakan kisah itu bersama angin yang menghempaskan dedaunan, bersama luka hati yang makin lama semakin mengering dan tak akan lagi terasa sakitnya. Jadilah manusia baru dengan segudang semangat dan segunung harapan yang lebih indah, karena hidup ini terlalu sayang untuk dilewatkan hanya dengan sendu, ragu dan pilu. Tebarkan senyum, sapa dan cinta pada siapa saja makhluk yang ada di bumi ini.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply to triadicl Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE