Review Inter vs Atalanta, Hujan Peluang Tapi Gagal Menang

Inter gagal mengamankan tiga angka ketika menjamu Atalanta pada giornata ke 29 lanjutan Serie A liga Italia, La Beneamata kalah 1-2 di depan puluhan ribu suporter yang memadati stadion Giuseppe Meazza. Inter berusaha meraih tiga poin guna memanfaatkan peluang menggeser Fiorentina di posisi empat klasemen yang berjarak hanya satu poin serta memangkas jarak dari Napoli di peringkat tiga yang selisih 11 poin. Dua tim tersebut akan saling jegal beberapa jam setelah laga Inter kontra Atalanta digelar, namun permainan menyerang yang diperagakan Esteban Cambiasso dan kawan-kawan belum mampu mematahkan rekor Inter yang tak pernah menang dari Atalanta sejak musim 2009/ 2010.

Nerazzurri memulai laga dengan langsung menekan pertahanan Atalanta. Duet Hernanes dan Fredy Guarin di lini tengah yang menyokong pergerakan dua striker Icardi dan Palacio cukup merepotkan lini belakang Atalanta. Beberapa peluang yang lahir dari kaki Guarin masih bisa diredam kiper Atalanta, sang tamu tak tinggal diam. Skema serangan balik cepat yang coba diterapkan para pemain Atalanta membuat Handanovic jatuh bangun mengamankan gawang. Di menit ke 17, tandukan German Denis nyaris berbuah gol andai tak membentur tiang gawang. Hernanes membalas dengan sepakan menyusur tanah dari luar kotak penalti, namun masih belum menemui sasaran.

Icardi merayakan gol penyeimbang di menit ke 36 (inter.it)

Pada menit ke 35, clearence kurang sempurna yang dilakukan Hugo Campagnaro berhasil dimanfaatkan oleh Giacomo Bonaventura, tendangan kerasnya tak mampu dibendung oleh Handanovic, skor 0-1 untuk Atalanta. Inter merespons dengan cepat, hanya butuh satu menit untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah  Mauro Icardi menjebol gawang Atalanta yang memanfaatkan umpan terobosan dari Fredy Guarin, hingga akhir babak pertama skor masih imbang 1-1.

Memasuki babak kedua, Inter makin gencar melakukan serangan. Di menit ke 55 tendangan Guarin masih dihalau oleh mistar gawang, empat menit berselang giliran sundulan cantik Palacio yang membentur tiang gawang. Walter Mazzarri memasukkan gelandang serang Ricky Alvarez menggantikan Cambiasso guna menambah daya gedor. Namun pertahanan Atalanta sangat solid menghalau setiap gempuran Inter dan membuat pemain Inter frustasi. Masuknya Kovacic, pemain bertipikal menyerang menggantikan Campagnaro memberi sinyal jika Inter belum menyerah mencari gol.

Serangan Inter yang bertubi-tubi tak membuat pertahanan Atalanta goyah, skuat asuhan Stefano Colantuono tak terpancing dengan permainan menyerang yang diperagakan oleh Inter. Mengandalkan serangan baIik yang cepat, strategi tersebut terbukti jitu membuat seluruh suporter Inter terdiam. Pada menit ke 90, Atalanta menambah gol. Berawal dari free kick melambung yang dilesakkan Franco Brienza, Giacomo Bonaventura menyambutnya dengan sundulan yang tak mampu dihalau Handanovic. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor akhir 1-2 bertahan untuk keunggulan Atalanta.

Bonaventura merayakan gol kedua Atalanta pada menit ke 90

Kesimpulan, sejak menit-menit awal permainan Inter cukup menjanjikan. Dengan pressing ketat di area pertahanan Atalanta dan memaksimalkan ball possition, Inter coba mencuri gol cepat di awal-awal laga. Namun Atalanta yang merupakan momok bagi Inter punya strategi khusus untuk meredam agresivitas serangan Inter. Walter Mazzarri berani menurunkan lima pemain bertipikal menyerang dan mengorbankan lini belakang, ditariknya Cambiasso yang bertugas menyeimbangkan tim saat menyerang dan bertahan merupakan celah yang dimanfaatkan oleh Atalanta. Dengan hasil ini, Inter masih tertahan diperingkat lima dengan 47 poin, asa berlaga di Eropa musim depan masih terbuka namun dengan syarat Inter memaksimalkan laga sisa di musim ini.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply to Triadi C Laksono Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE