Resensi Buku “Menulis Sosok”

Setiap orang punya sisi khas dan unik yang ada dalam diri, namun tak semua orang bisa mengeksplorasi keunikan dan kelebihan yang dimilikinya secara maksimal sehingga orang itu tampak berbeda bahkan lebih menonjolkan sisi unik dan khasnya dibanding dengan orang lain. Dan hal itu bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin mengikuti jejak hidup orang-orang sukses yang terangkum lewat 22 tulisan sosok yang coba diceritakan secara lugas, sederhana dan dikemas menarik oleh Pepih Nugraha, wartawan di harian Kompas yang berpengalaman di bidang penulisan sosok selama lebih 20 tahun.

Saya mengenal karya mas Pepih sejak buku pertamanya yang berjudul “Citizen journalism” atau istilah kerennya “jurnalis warga” terpajang disalah satu rak toko buku Gramedia. Saya yang memang hobi membaca buku-buku tentang tulis-menulis tak berpikir panjang untuk menjadikan buku itu sebagai salah satu rujukan dan koleksi pribadi. Mas Pepih yang berprofesi sebagai seorang jurnalis tentu punya banyak pengalaman dan kisah-kisah menarik dalam dunia tulis-menulis, buku “Citizen Journalism” dan “Menulis Sosok” adalah wujud apresiasi mas Pepih terhadap perkembangan dunia tulis-menulis yang semakin pesat.

Kembali menyimak buku kedua mas Pepih “Menulis Sosok” tentu bukan sembarang sosok yang diberitakan dan pernah dimuat di Harian Kompas pada rubrik Sosok. Mas Pepih melihat sudut pandang sosok itu dari kacamata seorang jurnalis yang di dalamnya harus ada nilai berita (news value), keunikan masing-masing individu serta sisi historis si empunya sosok yang mengundang rasa penasaran orang lain untuk tahu lebih dalam tentang sosok yang akan ia tulis. “Menulis sosok adalah menulis kehidupan seseorang atau menulis tentang perjalanan hidup seseorang,” kata mas Pepih dalam bukunya.

22 sosok yang ditulis mas Pepih hadir dari beragam profesi, mulai dari orang ternama, artis, politisi kondang hingga orang biasa dan bukan siapa-siapa tapi karena keunikan dan inspirasinya, mereka pun layak menjadi tokoh-tokoh yang disosokkan. Apa yang dilakukan orang biasa itu diyakini menginspirasi dan hadirkan manfaat bagi orang banyak. Seperti sosok Djamhari yang diceritakan mas Pepih sebagai pengantar buku ini, siapa Djamhari? Nama Djamhari sangat lekat dengan “Tragedi Bintaro”, yakni tabrakan maut antara dua kereta api yang bertabrakan secara frontal di sekitar palang pintu Pondok Betung, Tangerang Selatan. Bagaimana kronologis kejadian tabrakan itu dan nasib Djamhari yang diterlantarkan oleh Perumka (sekarang PT KAI).

Di halaman pertama, mas Pepih mengangkat sosok yang begitu terkenal di dunia internet Sir Timothy Berners-Lee, orang yang menciptakan World Wide Web (WWW). Tanpa WWW ciptaan Berners-Lee, tidak mungkin manusia berinternet seperti sekarang ini. Kemudian di halaman 9, ada sosok ulama kharismatik KH Alie Yafie. Mas Pepih mengupas alasan kyai keluar dari Nahdlatul Ulama karena Alie Yafie mempercayai bukti bahwa organisasi keagamaan paling ternama itu menerima sumbangan dari SDSB. Lalu ada Aep Suharto, sosok unik dengan kreativitas “nyeleneh” profesi yang disandang Aep adalah sebagai pembuat replika atau tiruan. Dia membuat patung manusia berupa manekin yang ukurannya sama persis, detailnya pun dibuat sama dengan aslinya. tak hanya itu, dia juga membuat replika tahu semedang, gantungan kunci berupa potongan jari dan telinga yang masih terlihat darah.

Nah, selanjutnya ada sosok Budi Putra seorang blogger profesional yang berani keluar dari zona nyaman untuk memasuki sebuah wilayah yang masih berupa bayang-bayang suram yang tidak jelas. Dia nekat keluar dari media online Tempo Interaktif (kini dikenal dengan Tempo.co) lalu sepenuhnya hidup dan menghidupi diri dari pengetahuan TI, ia hidup independen dari internet menjadi seorang blogger. Selanjutnya halaman 154, sosok Raditya Dika “kambingjantan” berbagi cerita tentang kisah suksesnya menjadi seorang penulis, komedian, aktor, dan pendiri usaha penerbitan. Pria yang sangat terkenal dikalangan remaja ini merintis karir dari kegemarannya menulis di blog yang dibundel lalu ditawarkan ke penerbit. Bukunya pun laris manis di pasaran.

Masih banyak lagi kisah-kisah sosok yang unik, inspiratif dan bisa menjadi bahan refleksi bagi setiap orang, buku ini juga menyajikan informasi yang layak diketahui oleh para pembaca karena diulas secara mendalam oleh mas Pepih. 22 sosok dalam buku ini merupakan gambaran bahwa setiap orang dilahirkan dengan keunikan dan kreativitas yang berbeda, bagaimana kita berusaha agar keunikan dan kekhasan itu bisa menjadikan kita terlihat spesial dibanding dengan orang lain. Buku ini saya rekomendasikan buat orang yang punya passion di bidang tulis-menulis atau para jurnalis yang ingin belajar menggali informasi tokoh-tokoh atau orang biasa yang punya keunikan dan kreativitas yang luar biasa.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE