Reschedule Tiket Pesawat Ternyata Mahal

Berburu tiket pesawat murah tapi ujung-ujungnya harus bayar mahal.

Ini pengalaman pertama saya mengatur ulang jadwal tiket pesawat karena salah booking. Lewat aplikasi Traveloka saya coba berburu tiket murah rute Makassar-Surabaya dan sebaliknya, rencananya awal bulan depan saya dan keluarga akan menghadiri resepsi pernikahan keluarga sekaligus menengok kampung halaman yang sudah cukup lama tak dikunjungi.

Setelah beberapa hari hunting tiket akhirnya saya memutuskan untuk memesan tiket pulang pergi sekaligus, namun saat istri ingin mencetak e-tiket tersebut ternyata saya salah booking tiket untuk pulang. Seharusnya kami pulang tanggal 15 April 2017 tapi yang ter-booking tanggal 16 April 2017, dan setelah tahu kalau saya salah pesan tiket yang pertama saya lakukan adalah mencari informasi tentang reschedule atau mengatur ulang jadwal tiket untuk pulang.

Di aplikasi Traveloka memang tersedia layanan reschedule selain refund dengan panduan yang sangat mudah, tinggal pilih reschedule lalu pilih rute, tanggal, dan maskapai penerbangan yang baru kemudian booking tiketnya. Setelah itu tunggu konfirmasi via email yang berisi total biaya yang harus dibayar untuk reschedule tiket, dan jadwal tiket yang baru pun segera diterima bila pembayaran dinyatakan lunas sesuai yang tertera di aplikasi Traveloka dan juga email.

Apakah sesimpel itu? Ya. Tapi menjadi sebuah kegalauan jika biaya reschedule tiket yang harus dibayar nyaris sama dengan harga tiket Surabaya-Makassar untuk dua orang dewasa.

*****

Jadi kronologinya saya sudah booking tiket via Traveloka untuk keberangkatan tanggal 16 April 2017 rute Surabaya-Makassar dan harga tiket yang saya bayar totalnya 1,4 juta untuk dua orang dewasa, satu anak berusia delapan tahun, dan satu bayi berusia 15 bulan. Setelah mengikuti panduan reschedule di Traveloka untuk tanggal 15 April 2017 secara otomatis muncul selisih biaya yang harus saya bayar sebesar 872ribu, tentu bukan nominal yang sedikit.

Merasa kurang yakin dengan biaya reschedule tiket dari Traveloka saya lalu berinisiatif menanyakan langsung ke pihak maskapai yakni Sriwijaya Air via telepon, karena dari beberapa artikel tentang reschedule tiket yang saya baca jika berurusan langsung dengan pihak maskapainya biaya bisa lebih murah.

Tapi nyatanya, pihak maskapai malah membebankan harga reschedule lebih mahal dibanding Traveloka. Memang selisihnya hanya 20-ribuan, kalau pun ingin komplain tentang biayanya yang terlalu mahal si CS maskapai itu menyarankan agar saya bertanya ke Traveloka karena katanya saya pesan tiket di sana bukan di maskapainya langsung.

Masa iya pihak maskapai tidak bisa memberi penjelasan tentang biaya reschedule pada costumer, padahal tanggung jawab mereka bukan saja saat penumpang berada di atas pesawat namun informasi yang berkaitan dengan tiket atau jadwal penerbangan pun seharusnya mereka bisa berikan secara detail dan transparan.

Saya pun meminta perincian biaya reschedule yang nyaris 900ribu rupiah itu pada Traveloka, dari salinan yang dikirim via email dijelaskan mengenai perhitungan biaya reschedule yang berlaku di Sriwijaya Air, seperti screenshoot di bawah ini.

Di situ terdapat biaya Airline Fee sebesar IDR 593,500 yang menurut saya terlalu mahal, karena penasaran saya lalu menanyakan maksud dari Airline Fee tersebut. CS Traveloka hanya menjawab kalau Airline Fee merupakan biaya reschedule dari maskapai tanpa penjelasan lebih lanjut seperti apa perhitungan Airline Fee itu, kalaupun dibebankan per tiket berapa nomimal per tiketnya, ataukah biaya itu hanya dibebankan per satu kali reschedule tiket? Semua masih jadi tanda tanya dalam benak saya.

*****

Well, ini jadi pelajaran buat saya agar lebih memerhatikan lagi pesanan saat membeli tiket pesawat secara online, khususnya tanggal keberangkatan, rute tujuan, dan maskapai yang akan digunakan. Jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali, mungkin reschedule tiket untuk satu orang tak semahal tiga orang, namun apapun itu penjelasan dari pihak maskapai menyangkut biaya-biaya reschedule, refund, atau apa saja mengenai biaya perjalanan sudah seharusnya mereka informasikan secara detail dan transparan agar tak ada dusta di antara kita.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply to Santi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE