Prancis Juara Kroasia Merana

Image by BBC Sport

Usai sudah gelaran terakbar tahun ini Piala Dunia 2018 di Rusia, Prancis keluar sebagai juara menyisakan tangis bagi Kroasia.

Entah karena terbebani ekspektasi tinggi untuk juara atau banyak pengamat dan hewan-hewan yang tiba-tiba saja meramal Kroasia yang akan jadi pemenang di partai final Piala Dunia kali ini membuat Luka Modric cs kelebihan asupan keperpercayaan diri. Saya pun jadi salah satu orang yang menjagokan Kroasia sebagai juara baru di ajang sepakbola paling bergengsi sejagat tahun ini.

Laga final yang digelar di Luzhniki Stadium memang jadi sangat spesial bagi pasukan Zlatko Dalic, ini kali pertama tim Vatreni menjejakkan kaki di final setelah di Piala Dunia 1998 sukses meraih peringkat tiga. Dua puluh tahun berlalu tentu Korasia ingin mengukir prestasi yang lebih baik yakni menjadi juara, namun sayang impian itu harus kandas.

Memulai laga seperti biasa, Ivan Perisic cs langsung menggempur pertahanan Prancis yang digalang Raphael Varene dan Samuel Umtiti. Permaian kolektif dengan umpan satu dua diperagakan Kroasia seperti di laga-laga sebelumnya, motor serangan masih menjadi milik Luka Modric yang ditopang Ante Rebic dan Ivan Rakitic.

Kroasia memang sukses menguasai pertandingan namun masih belum mampu membobol gawang Hugo Lloris. Hingga petaka pun hadir di menit 18, berawal dari pelanggaran di luar kotak penalti Kroasia, sepakan Antonio Griezmann malah mengenai kepala Mandzukic dan bola meluncur mulus ke gawang Subasic.

Tertinggal 1-0 membuat Kroasia makin menggila, serangan demi seragan dibangun Marcelo Brozovic cs untuk mencuri gol penyeimbang. Hasilnya di menit 28 Ivan Perisic berhasil mencetak gol lewat sepakan keras di dalam kotak penalti Prancis, skor 1-1 membuat penampilan kedua tim tak banyak berubah, Kroasia masih mendominasi.

Prancis yang bermain lebih sabar dengan sesekali melakukan serangan balik ternyata kembali unggul berkat gol Antonio Griezmann lewat titik putih. Wasit menghukum Kroasia dengan penalti setelah melihat tayangan VAR dan Ivan Perisic terbukti melakukan handsball, meski kejadian tersebut memicu kontroversi. Penalti tetap diberikan.

Memasuki babak kedua, serangan Kroasia semakin gencar. Seluruh kekuatan dan kemampuan pemain dikerahkan untuk mengejar ketertinggalan. Tapi sayang mental para pemain Prancis lebih baik dan ketenangan dalam mengontrol permainan mampu melahirkan dua gol tambahan masing-masing dari Paul Pogba dan Mbappe. Kroasia hanya bisa memperkecil skor menjadi 4-2 lewat blunder Hugo Lloris yang dimaksimalkan Mandzukic jadi gol.

Saya pun cukup kecewa dengan hasil final kali ini, Kroasia yang sangat diunggulkan untuk jadi juara baru di turnamen empat tahunan ini justru tak kuasa meladeni permainan monoton Prancis. Dari segi permainan Kroasia memang lebih menghibur namun taktik dan strategi jitu Didier Deschamps mampu meredam keganasan Kroasia. Selamat, Prancis juara Piala Dunia 2018. Kroasia jangan menangis, Piala Dunia 2022 di Qatar menantimu.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE