Ponsel Lokal Ingin Total (Bagian 1)

Perkembangan teknologi semakin melesat jauh melampaui prediksi orang-orang terdahulu yang hidup di jaman batu. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna sehingga dengan kelebihan yang dimilikinya, manusia mampu merubah wajah dunia menjadi lebih berwarna dan lebih nyaman. Tak bisa dipungkiri jika alur hidup manusia tak lepas dari peran teknologi informasi yang merupakan saksi sejarah bagi kehidupan manusia dari masa ke masa, revolusi manusia bergerak cepat sejak teknologi turut andil melahirkan perangkat-perangkat yang dulu hanya sebatas penunjang aktivitas kini beralih fungsi sebagai primary need bagi manusia yang hidup di jaman modern.

Perkembangan teknologi menjadi pintu gerbang kemajuan suatu negara, bahkan sejak geliat teknologi informasi dan jaringan internet mampu merubah gaya hidup manusia secara drastis, maka teknologi menjadi sebuah instrumen penting yang wajib dimiliki oleh setiap negara-negara super power untuk memamerkan eksistensinya dikancah persaingan global. Di era digital seperti sekarang ini, internet menjadi urat nadi yang melekat pada setiap perangkat teknologi, kemampuannya bahkan bisa melebihi peran manusia yang dulu hanya sebatas planning, controling hingga eksekutor.

Teknologi berbasis internet menawarkan kemudahan, efisiensi dan kenyamanan baik dalam kehidupan sosial maupun personal, hal ini bisa sangat menguntungkan dari kacamata bisnis namun secara perlahan sisi human dalam diri setiap manusia mulai terkikis. Teori kebutuhan menurut Abraham Maslow seakan termentahkan jika melihat realita kehidupan manusia di era teknologi saat ini. Kebutuhan internet berada pada tingkatan paling atas kemudian di bawahnya menyusul kebutuhan sandang, pangan dan papan, meski tak bisa digeneralisasikan karena masih ada beberapa daerah yang belum tersentuh jaringan internet.

Penetrasi pengguna perangkat mobile mencapai 112%

Teknologi komunikasi bergerak (mobile) masih menjadi primadona yang selalu menarik perhatian bagi pecinta gadget, perangkat genggam (handset) tersebut mampu memutus jarak dan waktu. Ponsel keluaran produsen ternama seakan tak pernah kehabisan ide untuk berinovasi dan meng-invasi negara-negara berkembang yang pendududuknya notabene dikenal konsumtif dan royal. Perpaduan teknologi komunikasi berbasis internet serta fitur-fitur canggih yang tersemat di dalam smartphone branded menjadi senjata andalan bagi produsen-produsen raksasa untuk menyasar negara-negara berkembang sebagai lahan potensial untuk mengeruk pundi-pundi emas.

Dampaknya, ponsel-ponsel merek lokal kalah bersaing dan tenggelam oleh gempuran smartphone branded yang membanjiri pasar serta memiliki nama besar dan kualitas yang terbukti handal. Konsumen dihadapkan pada keputusan yang cenderung lebih memilih produk yang menawarkan kepuasan, kenyamanan dan jaminan after sales service jangka panjang dibanding produk baru yang masih meraba-raba keinginan konsumen. Ponsel merek lokal berani bersaing dengan memberi harga murah tapi soal kualitas dan jaminan after sales service, ponsel merek lokal masih harus bekerja keras untuk mendapatkan kepercayaan konsumen.

Deretan ponsel-ponsel merek lokal

Sejak sistem operasi Android resmi masuk ke Indonesia pada Juni 2009, perkembangan ponsel yang awalnya mengalami kelesuan pasar perlahan mulai bangkit dan bergairah. Ponsel-ponsel merek branded, semisal, Samsung, Sony, LG, HTC membanjiri sentra-sentra ponsel tanah air dengan mengusung platform Android. Vendor-vendor lokal pun tak mau ketinggalan menyicipi euforia sistem operasi Android yang dalam waku singkat menjadi magnet bagi konsumen. Puncaknya pada pertengahan tahun 2010 pertumbuhan ponsel-ponsel merek lokal tak terbendung, hampir setiap minggu ada vendor lokal yang merilis ponsel baru bersistem operasi Android, semisal Advan, Mito, Ever Cross, IMO, Nexian, Axioo, Polytron dan masih banyak lagi.

Bersambung…

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE