Ponakanku Sayang

Tak terasa, Adly ponakanku sudah berumur 2 tahun. Dia sudah tumbuh menjadi balita yang aktif dan agresif dalam hal bermain. Namun dalam hal makan memakan dan minum meminum, dia tetap rewel dan malas. Walau badannya imut (baca kecil) dibanding balita yang seumuran dengan dia, toh itu tak mengurangi semangat dia untuk menikmati masa kecilnya. Hal yang paling dia hindari adalah waktu makan. Kalau aku bertanya “Adly sudah makan?”, pasti jawabannya “sudah” padahal kenyataannya dia belum makan. Harus punya jurus rayuan jitu agar dia mau makan. “Ntar om di’ ajak jalan-jalan naik ngeng-ngeng.” kata ibunya. “tapi Adly makan dulu ya?”, baru deh satu suap makanan melayang dari atas piring.

Perkembangannya sudah mulai terlihat dengan mengenal banyak hal yang ada disekitarnya. Dia mampu mencerna ketika orang lain mengajaknya ngobrol atau bermain. “yang tung datang hore…” betapa gembiranya ketika Eyangnya datang, seketika dia keluarkan semua permainan yang ada dikamarnya. “Yang tung, Adly punya tembak-tembak baru.” sambil mengambil senjata mainan yang baru dibeli oleh ayahnya. Suasana begitu rame kala dia bermain dengan senangnya, hati terhibur dengan tingkah lucu dan unik yang sering dia peragakan.
“Adly,, yangkung pulang ya?”
“Nda au, antung nda boleh pulang..”
Seketika dia menangis saat yangkungnya pulang. Maklum, ponakanku ini sangat dekat dengan eyangnya. Sejak lahir eyangnya sering mengajak main, menggendong, dan mangajaknya jalan-jalan. Bahkan ketika dia baru bangun tidur, dia nangis kalau tak melihat yangkungnya ada di dekatnya.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE