Pete-pete Smart Solusi Angkutan Kota Yang Cerdas?

czocdnhucamej8b

Pete-pete smart

Naik angkot dengan fasilitas ala bus pariwisata? Ada wifi, televisi, dan AC tentu perjalanan akan lebih menyenangkan.

Memilih angkutan kota sebagai moda transportasi massal di kota-kota besar memang butuh perjuangan, mental para pengguna angkot harus kebal dari terpaan hawa panas kala angkot penuh sesak dan terjebak macet, menjadikan waktu tempuh lebih lama, dan belum lagi beragam aroma tak sedap yang kadang membuat orang-orang menjadikan angkot sebagai alternatif terakhir jika harus bepergian.

Beberapa hari yang lalu saya coba kembali merasakan naik pete-pete (sebutan angkot di Makassar) dari Makassar menuju Kabupaten Pangkep, saya yang terbiasa naik motor tentu harus siap berdesak-desakan dan berpanas-panas dengan penumpang lain, belum lagi butuh waktu lebih lama untuk sampai tujuan mengingat angkot akan selalu berhenti menaikkan dan menurunkan penumpang.

Selama perjalanan angkot yang saya tumpangin hanya diisi beberapa orang yang saya tebak tujuannya tak sampai Pangkep, dan benar saja saat tiba di kota Maros satu per satu penumpang turun. Setelah melewati kota Maros barulah ada penumpang lain dengan tujuan Pangkep.

Peluncuran Pete-pete Smart

Dalam perjalanan saya teringat beberapa hari yang lalu tepatnya 12/12 pemerintah kota Makassar meluncurkan angkutan kota pintar atau pete-pete smart. Secara tampilan fisik pete-pete smart sangat berbeda dengan pete-pete pada umumnya, kabin lebih lega, dimensinya lebih tinggi dan memanjang serta mampu mengangkut 12 penumpang duduk, 4 orang berdiri, dan 1 untuk kursi roda bagi difabel.

Selain itu pete-pete smart juga dilengkapi fasilitas seperti wi-fi, televisi, colokan listrik untuk charger gadget, dan AC. Hmhm, tentu membanyangkan kenyamanannya hampir sama dengan bus pariwisata dan diharapkan moda transportasi anyar tersebut mampu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sehingga menekan kemacetan dan polusi udara. Pete-pete smart ini menggunakan mesin 1.300 cc dan lampunya bertenaga matahari.

Usaha pemkot Makassar untuk membenahi sarana transportasi massal patut diapresiasi, setelah Bus Rapid Transit (BRT) resmi beroperasi sejak Juni 2014 dan telah berjalan empat koridor kini masyarakat Makassar punya pete-pete smart meski baru tahap uji coba dan pengembangan. Namun setidaknya hal tersebut menjadi tindakan nyata pemkot Makassar untuk menyediakan alat transportasi massal yang aman, nyaman, serta murah.

Makassar yang kini sedang menggalakkan jargon smart city tak hanya berbenah di sektor infrastruktur dan layanan publik yang secara sistem berkiblat pada negara-negara maju, sarana transportasi pun wajib dipermak guna mewujudkan Makassar sebagai smart city. Selain memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya, pete-pete smart juga diharapkan mampu menjadi branding kuat bagi Makassar serta bisa jadi acuan bagi kota-kota lain di Indonesia, kata Walikota Makassar, Danny Pomanto di sela-sela acara.

Solusi Kesemrawutan Lalu Lintas

Tujuan utama pemkot Makassar menyediakan moda transportasi massal yang layak bagi masyarakat tentu saja guna mengurangi kemacetan yang kini semakin menghantui pengguna jalan, tak hanya di jam-jam sibuk seperti jam pergi dan pulang kantor, tak jarang di hari libur pun di ruas-ruas jalan tertentu masih sering terjadi kemacetan.

Kehadiran pete-pete smart diharap mampu memikat pengguna kendaraan pribadi untuk beralih ke moda transportasi umum yang aman, nyaman dan murah serta benar-benar menjadi solusi nyata untuk mengurangi kemacetan. Bukan sekadar program dan janji-janji manis pemangku jabatan kepala daerah yang meninabobokkan warga kota yang sudah jemu dengan kesemrawutan lalu lintas khususnya di kota Anging Mammiri ini.

Berkaca pada moda transportasi massal lainnya seperti BRT yang awal peluncurnya disambut biasa saja oleh masyarakat, padahal pemkot Makassar sudah mengalokasikan anggaran tak sedikit untuk membangun halte-halte sebagai tempat persinggahan bus BRT. Kurang antusiasnya masyakarat terhadap bus BRT terlihat dari jumlah penumpang yang sangat minim, belum lagi ada halte yang tak terawat sehingga dipakai untuk jemuran dan tempat tinggal gepeng.

Syukurlah hingga saat ini bus BRT masih tetap beroperasi meski pihak pengelola mengklaim sering tekor baik dalam hal perawatan dan biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan dibanding keuntungan yang diperoleh. Seharusnya pemerintah lebih proaktif memberi informasi kepada masyarakat yang ingin menggunakan bus BRT atau alat transportasi massal lainnya seputar rute apa saja yang dilalui, jam operasional, hingga tarif yang dibebankan agar masyarakat tahu dan tertarik menggunakannya.

Pete-pete smart menjadi proyek selanjutnya dari pemerintah kota Makassar untuk memberikan layanan tranportasi yang aman, nyaman, dan murah bagi warganya. Tak hanya dari segi fasilitas yang setara bus-bus eksklusif namun di sektor perekrutan dan pembinaan sopir-sopir pun menjadi perhatian pemkot sehingga tak ada lagi kesan sopir angkot yang ugal-ugalan dan tak mengerti cara berlalu-lintas yang benar.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply to triadicl Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE