Pesan Singkat

Ku hanya diam tanpa kata, tak mampu berucap sepatah kata pun, atau hanya untuk sekedar menghela nafas pun terasa berat. Meski itu cuma seuntai kalimat yang dia kirim melalui pesan singkat. Ibarat kilauan emas yang berselimut karat, atau ibarat fosil si cantik Cleopatra yang ribuan tahun terbenam dalam kesedihan yang menguras usia. Kata demi kata yang memiliki sejuta makna dengan iringan pengharapan yang entah itu akan bermuara sampai dimana. Dan ketika waktu juga yang mempertemukan perasaan itu dalam selang waktu yang cukup lama, seakan semua menjadi berubah karena tak ada yang bisa mencegah “garis tangan” untuk berteriak dan mengumpat sumpahnya. Deretan angka itu nampak utuh tanpa cacat sedikit pun, nama yang teruntai pun masih lengkap dengan hiasan indah bak ukiran sang pemahat Yunani kuno.

“Tadi ketemu sama Adly.” Sekilas tak ada yang istimewa dengan kalimat itu, dan tak ada yang menarik dari kalimat itu. Namun entah itu awal atau akhir dari sebuah rasa yang sejak dulu terbelenggu oleh kejamnya kata selamat tinggal. Dan aku hanya terpaku dengan gerak bahasa tubuh yang tak bermakna, yang menjadikan masa lalu yang tertinggal tetap ada untuknya. kelucuannya masih ada, keluguannya masih berwujud dengan pilihan kosa kata yang dia curahkan. Nyaris tak ada yang berubah walau aku tahu itu hanya rekayasa perasaan, menghibur diri dalam kegalauan yang menyita energi terselubung. Bagaikan mendapat semangat baru dengan suntikan vitamin ala madu gely, agar tak mudah larut dalam keputus asahan dan jatuh dalam kecewa yang tak pernah berhenti mengintai sang makhluk Tuhan. Aku kuat, aku tegar, dan aku harus tetap menjadi diri sendiri yang tak akan pernah bermetamorfosis menjadi dia.

“Bintang yang mempertemukan kita, cinta yang mempersatukan kita, cinta yang mempertahankan kita. Tuhan dengarkan doa dari cinta yang terlarang.” (Nijdi). Semua mempunyai makna, takdir tak sejahat seperti yang dibayangkan manusia. Mungkin aku akan datang padamu dengan membawa luka lama. Tapi yakinlah bahwa luka itu tak akan selamanya ada, suatu saat akan lenyap seiring bahagia datang dan membawa kita ke alam nyata.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE