Pengendara Zaman Baheula

Pihak kepolisian kini gencar menyosialisasikan larangan menggunakan GPS, merokok, mendengarkan radio, musik, atau televisi bagi pengendara. Kalau melanggar, hukuman penjara atau denda siap menanti.

Aturan tersebut terkesan mengada-ada bagi pengendara motor atau mobil yang tumbuh di era melenial, saat perangkat telekomunikasi dan hiburan jadi lebih simpel serta mudah dibawa ke mana-mana tentu bukan hal yang salah jika perangkat tersebut digunakan sesuai dengan fungsinya.

Memenuhi kebutuhan hiburan seperti dengar musik, radio, atau nonton televisi menjadi sesuatu yang lumrah bagi sebagian orang, tak terkecuali dilakukan saat berkendara. Selain untuk mengisi waktu luang bisa juga aktivitas tersebut menumbuhkan kembali semangat di tengah rutinitas yang begitu padat.

Namun beberapa hari ini aktivitas tersebut jadi polemik setelah pihak kepolisian menganggap kebiasaan merokok dan dengar musik sembari berkendara melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 junto Pasal 283 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Aturan tersebut tentu mengusik pengguna smartphone yang kini memiliki fitur komplit, bisa dengar musik, radio, hingga kemampuan menunjukkan arah jalan via aplikasi GPS. Dan tak jarang pengendara motor atau mobil menggunakan fitur tersebut saat berkendara.

Aturan larangan penggunaan ponsel seperti menelepon atau kirim SMS memang sudah sejak lama berlaku, sejak ponsel menjadi alat komunikasi sejuta umat dan banyaknya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan penggunaan ponsel saat berkendara. Penerapan aturan tersebut memang dapat meredam angka kecelakaan meski kini penyebab kecelakaan lalu lintas pun beralih dari penggunaan telepon ke aktivitas di media sosial dan aplikasi messenger.

Saya pun menganggap aturan larangan penggunaan smartphone secara spesifik seperti penggunaan aplikasi GPS (global positioning system) dan mendengar musik sama dengan mengembalikan kita ke zaman baheula. Saat teknologi belum secanggih sekarang, pengendara bermotor memang hanya fokus mengemudi saja. Tak ada suara notifikasi WhatsApp atau Facebook yang bisa memecah konsentrasi dan tak hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga pengendara lain.

Namun seiring perkembangan zaman, fitur smartphone yang semakin berjubel membuat orang sulit lepas dari perangkat tanpa kabel tersebut bahkan saat mengemudi sekalipun. Hal itu memang membahayakan dan dapat memicu terjadinya kecelakaan, namun untuk apa teknologi dibuat tapi tak diguanakan secara maksimal.

Salah satu fitur smartphone yang menurut saya sangat bermanfaat adalah GPS, yang bisa mengarahkan kita ke tempat tujuan ketika berada di tempat yang baru atau belum pernah dikunjungi sebelumnya. Tentu penggunaan GPS merupakan solusi zaman now agar tak tersesat ketika berada sebuah tempat baru dan tak tahu arah jalan.

Alasan pihak kepolisian melarang penggunaan GPS saat mengemudi motor atau mobil karena dapat menurunkan konsentrasi dalam berkendara. Pro dan kontra perihal larangan tersebut membuat pihak kepolisian harus melakukan klarifikasi.

Penggunaan GPS diperbolehkan asal tak mengganggu kenyamanan dan konsentrasi saat berkendara, misalnya menggunakan GPS di smartphone lalu hanya dipegang oleh tangan. Tentu itu membahayakan, sebaiknya gunakan earphone saat ingin menelepon atau dudukan smartphone yang bisa diletakkan pada speedometer atau dashboard mobil jika ingin memanfaatkan GPS.

Hal tersebut boleh dilakukan dan tidak melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 ayat 1, demikian pernyataan pihak kepolisian menjawab keresahan masyarakat atas larangan tersebut.

*****

Sebagai bangsa yang melek teknologi tentu penggunaannya pun harus sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku agar tak menimbulkan masalah dikemudian hari. Larangan penggunaan smartphone saat berkendara memang bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat kurangnya konsentrasi di jalan.

Namun solusi bagi pengguna smartphone saat mengendarai motor atau mobil pun ada. Seperti gunakan earphone atau dudukan smartphone untuk memudahkan pengendara memantau aktivitas di smartphone-nya. Namun apapun solusinya, sebaiknya gunakanlah gadget secara bijak karena segala kemungkinan bisa terjadi selama kita berada di balik kemudi. Waspadalah.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE