Pendidik yang Tak Mendidik

Video yang mempertontonkan penganiayaan seorang guru kembali viral, meski pihak sekolah menyatakan kejadian itu hanya guyonan belaka namun netizen tetap mengecam perlakuan siswa tersebut terhadap seorang tenaga pendidik.

Pertama kali saya melihat video yang katanya bercanda itu di salah satu postingan akun Instagram dengan caption,

Murid-murid jaman sekarang kok kurang ajar sama gurunya? Di sini saya gak bermaksud menjelekkan nama sekolahnya, tapi gak pantes seorang guru diperlakukan seperti itu. Moral anak sekolah kita kok begini amat ya? mengapa? ayo kita selamatkan guru ini agar dikemudian hari tidak mendapatkan perlakuan seperti ini dari murid-muridnya #SaveGuru

Dalam waktu singkat video yang terlihat seperti pengeroyokan itu sudah dibanjiri hujatan dan komentar pedas netizen pada pelaku yang tak lain adalah siswa sekolah di SMK NU 03 Kaliwungu, Kabupaten Kendal dan terjadi di sebuah ruang kelas. Video tersebut tentu melukai hati guru-guru lain dan rekan-rekan seprofesi guru yang di-bully tersebut yang seharusnya jadi teladan dan dihormati oleh siswa layaknya orangtua kandung. Bukan malah dipermainkan seperti yang terjadi dalam video tersebut.

Seketika saya terhenyak dan menyayangkan kejadian itu kembali terulang. Sebelumnya sudah banyak kasus pemukulan, pengeroyokan, hingga penganiayaan yang dilakukan oleh oknum siswa pada sosok yang digelari pahlawan tanpa tanda jasa itu. Bahkan tak sedikitk para guru yang harus berurusan dengan pihak kepolisian karena dilaporkan oleh wali murid yang merasa cara mendidik sang guru terlalu berlebihan.

Meski pihak sekolah sudah mengklarifikasi bahwa kejadian itu hanya gurauan antara guru dan murid menjelang berakhirnya jam pelajaran, dan guru dalam video tersebut memang dikenal sebagai sosok yang suka bercanda dengan murid-muridnya tapi buat saya guyonan seperti itu tak tepat dilakukan apalagi terjadi dalam lingkungan sekolah yang lekat dengan pendidikan etika, moral, serta akhlak yang harus ditamankan pada diri murid-murid.

Guru seharusnya jadi sosok teladan yang baik bagi murid-muridnya bukan malah sebaliknya, memberi contoh kurang etis yang justru akan menggerus wibawa dan tak ada penghargaan terhadap profesi guru itu sendiri. Jadilah pendidik yang tak hanya baik dalam perbuatan tapi juga dalam perkataan sehingga anak-anak didik akan respect dengan sendirinya.

Saya tak ingin menilai sepihak apakah sikap guru yang ada di video tersebut murni sebuah candaan atau malah sedang membela diri dari bully-an para siswanya mengingat klarifikasi yang ada di media-media hanya keluar dari Kepala Sekolah, bukan dari guru yang bersangkutan. Tapi kalaupun kejadian itu murni hanya guyonan maka saya pun sangat menyesalkan dan berharap kejadian ini jadi yang terakhir.

Bercanda boleh saja yang penting masih dalam tahap kewajaran. Setiap orang pasti butuh hiburan apalagi dalam tuntutan pekerjaan yang kadang menyita waktu, mental, dan fisik. Namung alangkah baiknya jika gurauan tersebut jangan sampai mengorbankan harga diri dan wibawa seorang tenaga pendidik yang sejatinya jadi panutan bagi murid-muridnya. Bercandalah dalam batas kewajaran hanya sebagai seorang guru dan murid, jangan sampai candaan kita justru jadi bumerang yang dapat merugikan diri kita sendiri.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE