Pembeli adalah Raja

Yup, mungkin itu adalah motto setiap penjual untuk menggaet pembeli dan menyenangkan pelanggan. Dengan menerapkan motto tersebut bisa dikatakan, penjual telah melakukan tindakan yang benar dan sesuai dengan tata cara sistem jual beli. Siapa sih yang tak ingin disamakan dengan Raja? orang yang paling berkuasa dan selalu dilayani segala kebutuhannya. Namun ternyata, tak semua Raja dilayani secara maksimal dan menyenangkan oleh penjual (pelayan), karena apa yang mereka tawarkan tak sesuai dengan kanyataan. Produk/barang yang penjual tawarkan dengan berbagai kelebihan dan keuntungan, tak sesuai dengan Raja (pembeli) rasakan.

Mungkin untuk produk/barang yang ada di toko-toko atau outlet akan mudah untuk menyampaikan complain bila barang itu jelek. Tapi bila mereka menjual jasa yang sulit untuk mengajukan complain bila terjadi masalah, tentu itu sangat merugikan pembeli, bahkan pelanggan yang sudah lama menggunakan jasa tersebut. Seperti para penjual jasa telekomunikasi, yang sekarang ini makin menjamur dengan beragam fasilitas dan kemudahan yang ditawarkan. Namun tak semua fasilitas dan kemudahan yang ditawarkan bisa dinikmati secara maksimal oleh pelanggan.

Apa yang mereka tawarkan, yang mereka iklankan, yang mereka gembar-gemborkan hanya sebatas jargon. Tak sesuai dengan kenyataan dilapangan, dan tentu itu sangat merugikan konsumen yang telah membayar mahal untuk menikmati fasilitas dan kemudahan yang ditawarkan. Dan kita sabagai pengguna (konsumen) hanya bisa mengurut dada saat fasilitas itu tak bisa dinikmati secara maksimal. Percuma kita complain dan menuntut perbaikan pelayanan, karena mereka seakan menutup mata dan telinga.

Mereka harus sadar Hak dan kewajiban para pelanggan, kita sudah membayar sebagai kewajiban untuk menikmati fasilitas komunikasi namun kita tak mendapatkan hak untuk menikmati pelayanan mudah, hemat dan stabil untuk berkomunikasi, tentu itu sudah melenceng dari arti hak dan kewajiban. Kita ingin pemerintah turun tangan untuk melindungi rakyatnya yang merasa dibohongi, karena bila ini terus berlanjut makan akan menjadi preseden buruk bagi jasa pertelkomuniksian di negara ini.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE