Pantai Akkarena Dulu dan Kini

Ini memang bukan kunjungan pertama saya di pantai yang lokasinya tepat di kawasan sibuk dan paling ramai yakni di Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar. Pantai yang kini tak sepopuler dulu, pantai yang kini hanya menyisakan pasir, air laut, dan sunset.

Pantai Akkarena memang tak seramai dulu, tak semenarik dulu, dan mungkin kini terlihat seperti pantai biasa yang hanya menarik untuk anak-anak tempat mereka berlarian dan bermain pasir. Itu kesan yang saya rasakan saat datang beberapa hari lalu di pantai yang terkenal dengan pemandangan sunset-nya yang memesona, ya mungkin hanya itu daya tarik yang masih tersisa di Akkarena ketika sinar mataharinya terbenam. Sangat indah. Selebihnya orang tak lagi melirik Akkarena sebagai tujuan wisata pantai favorit, kecuali untuk kegiatan seperti family gathering atau mengambil gambar untuk sesi prewedding dengan tema pantai namun lokasinya tak jauh dari pusat kota Makassar.

Pantai Akkarena dulu
Pantai Akkarena kini

Saya pun ke pantai Akkarena karena menemani ponakan yang ikut latihan karate dan diikuti oleh banyak peserta, jadi suasana pantai Akkarena saat itu sangat ramai oleh keluarga peserta yang mengantar anaknya latihan karate. Pernah juga saya ke pantai ini menemani sepupu yang sedang foto prewedding itu pun momennya sudah sangat lama. Kalau meluangkan waktu khusus seperti saat weekend atau ingin liburan bersama keluarga tentu saja saya lebih memilih tempat lain daripada harus ke pantai Akkarena.

Tapi kunjungan saya ke Akkarena di weekend kemarin cukup membuat saya surprise, banyak perubahan yang dihadirkan oleh pengelola untuk memberi kenyamanan pada pengunjung. Seperti deretan gazebo, food court, arena bermain, dan dermaga yang kini dipoles dengan beragam ornamen. Oh iya, selain itu pengunjung bisa menikmati permainan air seperti banana boat dan juga perahu bebek. Tapi sayangnya fasilitas seperti flying fox dan jetski yang dulu ada, sekarang sudah tak terlihat lagi. Meski begitu penambahan fasilitas lain yang lebih beragam membuat pengunjung jadi lebih betah.

Seperti kehadiran gazebo-gazebo yang cukup nyaman digunakan untuk beristirahat dan berlindung dari panas matahari, selain itu pengunjung bisa memesan makanan ringan atau minuman dingin sebagai pengobat lapar dan dahaga. Tarif Rp 100.000/empat jam sebenarnya relatif namun jika melihat fungsinya tentu pengunjung yang datang bersama keluarga jadi lebih betah berlama-lama di Akkarena jika menyewa gazebo ini.

Pantai Akkarena juga sekarang lebih ramah anak, kehadiran permainan khusus anak-anak membuat orang tua tak perlu ragu membawa anak serta keluarga yang berusia balita. Pemancingan ikan mainan, mobil-mobilan dan skuter yang bisa disewa, serta seluncuran balon jadi alternatif permainan bagi anak selain mandi-mandi di tepi pantai dan bermain pasir. Anak jadi lebih betah berkat adanya permainan tersebut meski untuk menikmatinya orang tua harus membayar Rp 20.000/lima belas menit.

Pesona pantai Akkarena memang tak semenarik dulu, salah satu faktor yang membuat saya berpikir ulang sebelum ke sana yakni lokasinya yang kini di sepanjang jalan Metro Tanjung Bunga berdiri rumah sakit, mal, beberapa hotel, dan juga perumahan-perumahan elit yang membuat lalu lintas di sepanjang jalan tersebut terkenal padat dan akrab dengan macet. Belum lagi proyek reklamasi yang digagas oleh beberapa perusahaan besar membuat perjalanan ke pantai Akkarena jadi tak senyaman dulu.

Mungkin ini dampak dari pertumbuhan pembangunan di kota Makassar selalu ada yang dikorbankan, salah satunya akses ke pantai Akkarena yang kini ditempuh dengan waktu yang lebih lama. Meski begitu peminat pantai Akkarena akan selalu ada, khususnya mereka yang ingin menikmati sunset sembari berbaring di atas pasir atau berdiri di atas dermaga cinta sambil merangkul orang tercinta.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE