Panas Dingin Serie A Jelang Akhir Musim

Dibanding liga Inggris dan Spanyol yang sudah memastikan Manchester City dan Barcelona sebagai juara, lain halnya dengan Liga Italy. Persaingan Scudetto, tiket Liga Champions, dan Liga Europa pun dipastikan akan tetap sengit hingga akhir musim.

Hasil giornata 35 menggambarkan betapa ketatnya persaingan di kompetisi tertinggi negeri Pizza tersebut. Juventus sebagai pemuncak klasemen dengan 88 poin tentu belum nyaman dari intaian Napoli, meski kalah 3-0 dari Fiorentina dipekan 35 namun dengan koleksi 84 poin masih memungkinkan Partenopei menyalip Juventus ditiga laga sisa andai menyapu bersih semua laga dengan kemenangan dan berharap Juventus tergelincir.

Menilik tiga laga sisa yang harus dilakoni Juventus tantangan terberatnya hanya saat bertandang ke markas AS Roma 13 Mei mendatang, selebihnya Bianconeri diprediksi tak bakal kesulitan meraih hasil terbaik saat melawan Bologna dan Hellas Verona. Meski kejutan didua laga tersebut bisa saja terjadi andai Higuain dkk gagal meraup tiga angka.

Sedangkan bagi Napoli tiga laga terakhir ibarat partai final, menghadapi lawan yang di atas kertas relatif ringan yakni Torino, Sampdoria, dan FC Crotone. Meski laga kontra Torino dan Sampdoria masih susah diprediksi hasil akhirnya mengingat dua tim tersebut merupakan tim penghuni 10 besar klasemen sementara.

Khusus Sampdoria yang punya peluang meraih tiket ke Liga Europa tentu akan tampil all out saat berjumpa Napoli mengingat jarak antara Atalanta di peringkat enam atau batas akhir tiket ke Eropa kini hanya empat angka. Sedangkan tim papan bawah FC Crotone yang menjadi lawan terakhir Napoli di giornata 38 tentu bukanlah ancaman serius bagi skuat Maurizio Sarri.

Jika persaingan scudetto hanya diperebutkan oleh Juventus dan Napoli, lain halnya dengan jatah tiket Liga Champions. Dua tiket tentu sudah pasti milik dua tim kandidat peraih juara Serie A tersebut, namun dua tiket sisa masih belum bisa dipastikan akan jadi milik siapa. AS Roma dan Lazio yang sama-sama punya 70 poin atau Inter yang menguntit dengan 66 poin.

Tiga laga terakhir AS Roma di antaranya harus berhadapan dengan Juventus plus masih berpartisipasi di semifinal UCL kontra Liverpool yang sedikit banyak akan memengaruhi fokus tim berjuluk Serigala tersebut. Dua lawan sisanya yakni Cagliari dan Sassuolo di atas kertas bukan lawan sepadan AS Roma sehingga akan mudah bagi Edin Dzeko dkk mengamankan tiga angka.

Untuk Lazio, ditiga laga selanjutnya akan berhadapan dengan Atalanta, FC Crotone, dan Inter. Tentu laga kontra Inter di giornata pamungkas akan jadi pertandingan yang seru andai didua laga sebelumnya Lazio tergelincir. Pada laga lawan Inter akan jadi partai hidup mati bagi Biancocelesti.

Sedangkan bagi Inter, secara matematis peluang meriah tiket Liga Champions musim depan sebenarnya masih ada meski peluangnya tak sebesar andai bisa menang atau setidaknya seri saat berhadapan dengan Juventus. Kekalahan di derby d’Italia tersebut sedikit memberatkan langkah Nerazzurri tampil di kompetisi elit Eropa yang terakhir mereka rasakan tahun 2012 silam.

Tiga laga sisa untuk skuat Luciano Spalletti itu akan berhadapan dengan Udinese, Sassuolo, dan Lazio. Selain harus memaksimalkan tiga laga terakhir, peluang masuk empat besar di klasemen akhir juga harus ditentukan oleh laga lain yang dimainkan AS Roma dan Lazio. Andai kedua tim tersebut gagal meraih poin penuh disisa laga dan Inter konsisten meraup tiga angka hingga akhir musim tentu posisi empat besar di klasemen akhir Serie A bisa diraih.

Andaipun Inter gagal lolos ke kompetisi Liga Champions masih ada liga Europa sebagai kompetisi pelipur lara bagi Mauro Icardi dan kawan-kawan meski pamornya tentu tak segemerlap Liga Champions. Satu tiket Liga Europa akan diperebutkan Atalanta 58 poin, AC Milan 57 poin, Sampdoria 54 poin, dan Fiorentina 54 poin. Selisih jarak poin keempat tim tersebut sangat tipis dan semuanya masih punya peluang tampil di Eropa musim depan.

Sebagai fans Inter (interisti) ini musim terbaik La Beneamata untuk meraih tiket Liga Champions mengingat jarak dengan Lazio dan AS Roma hanya terpaut empat angka saja. Namun melihat performa Inter yang kadang labil mungkin sebaiknya tim Biru Hitam terima saja jika harus berlaga di Liga Europa musim depan. Selain sebagai ajang untuk mematangkan tim, andai sukses di Serie A atau Liga Europa pada musim depan tentu persiapan berlaga di Liga Champions akan jauh lebih mudah. Forza Inter.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE