Nokia 8 dan Samsung A8 Flagship Bertenaga di Harga 6 Jutaan

Bagi pemerhati skor Antutu pasti sangat setuju jika indikator smartphone terbaik dilihat dari kemampuan performa serta prosesor yang digunakan. Saat ini prosesor Snapdragon 835 jadi yang superior meski ada Snapdragon 845 yang kini mengotaki Samsung Galaxy S9 Plus dan Zenfone 5Z, namun kompetitor semisal Exynos 8895 dan 7885 yang setia hadir di perangkat flagship Samsung pun punya performa yang tak kalah gahar dibanding Snapdragon 835.

Kehadiran ponsel cerdas dengan Snapdragon 835 yang beredar resmi di Indonesia saat ini masih milik LG V30 Plus dan yang teranyar Nokia 8 yang baru-baru ini resmi dijual secara online. Jika melihat dari harga tentu Nokia 8 berada di barisan terdepan yang dibanderol 6 juta rupiah lewat jalur flash sale, bandingkan dengan LG V30 Plus yang saat ini dihargai 10 juta rupiah. Kehadiran Samsung A8 2018 dengan prosesor Exynos 7885 dianggap sebagai lawan sepadan Nokia 8 direntang harga 6 jutaan. Seperti apa duel kedua smartphone kelas atas tersebut? Berikut ulasannya.

Desain dan Layar

Nokia 8 dan Samsung A8 sama-sama menggunakan bahan metal, tekstur glossy pada back cover Nokia 8 dan lapisan kaca di sisi belakang A8 tentu saja berimbas pada bekas sidik jari yang mudah menempel. Namun desain Samsung A8 yang mirip dengan varian generasi A sebelumnya punya keunggulan lebih berkat sertifikasi IP68 yang berarti bisa diajak berenang dan menyelam pada kedalaman tertentu. Sedangkan Nokia 8 harus puas dengan sertifikasi IP54 yang hanya ampuh terhadap percikan air.

Sisi layar jadi salah satu nilai jual kedua ponsel mid end tersebut. Nokia 8 hadir dengan layar 5.3 inch IPS LCD dengan rasio layar jadul 16:9 namun sudah beresolusi 2K 1440 x 2560 piksel dengan kerapatan mencapai 554 ppi. Selain itu layar smartphone yang kini diboyong oleh HMD Global tersebut sudah dilengkapi pelindung Corning Gorilla Glass 5, sehingga tak perlu takut lagi tergores dan lebih tahan terhadap benturan.

Sedangkan Samsung A8 punya spesifikasi layar lebih kekinian yang mereka sebut infinity display, yakni rasio memanjang 18:9 pada penampang layar 5.6 inch dengan teknologi Super AMOLED khas Samsung, resolusinya 1080 x 2220 piksel dengan kerapatan hingga 441 ppi dan juga diproteksi Corning Gorilla Glass yang tidak disebutkan versi keberapa.

Di atas kertas resolusi 2K dengan ketajaman 1440 x 2560 (554 ppi) Nokia 8 tentu lebih unggul dibanding Samsung A8 yang hanya sekelas Full HD 1080 x 2220 (441 ppi), namun sajian warna Samsung A8 di layar 5.6 inch dengan aspek rasio 18:9 terlihat lebih proporsional dan tajam. Meski secara kasat mata sulit membedakan kualitas layar 2K dan Full HD di smartphone namun secara keseluruhan kedua smartphone tersebut sukses memanjakan mata pengguna kala menikmati beragam konten foto dan video.

Performa

Tak ada yang meragukan kemampuan chipset Snapdragon 835, apalagi disokong dengan GPU Adreno 540 menjadikan performa Nokia 8 salah satu yang terbaik di kelasnya. Mau diajak kerja berat semisal bermain game dengan grafis tinggi, memutar video kualitas HD, atau hanya untuk multitasking beragam aplikasi dijamin bisa dijalankan dengan lancar.

Selain itu kelebihan Snapdragon 835 yakni menggunakan teknologi big LITTLE yang di dalamnya terdapat chip untuk memaksimalkan kinerja dan daya tahan baterai. Dukungan RAM 4 GB dan internal storage 32 GB yang sayangnya slot kartunya bertipe hybrid yang jika menggunakan microSD untuk menambah kapasitas penyimpanan harus merelakan smartphone ini berjalan di satu SIM card saja.

Sedangkan Samsung A8 ditenagai prosesor jenis Exynos 7885 Octa-core dengan dua prosesor Cortex-A73 yang mampu memberi performa tinggi dan enam prosesor Cortex-A53 dengan performa rendah namun bisa menghemat daya baterai, ditandem dengan GPU Mali-G71 serta RAM 4 GB dan ROM 32 GB menjadi garansi mulusnya performa A8 saat digunakan bermain game serta multitasking. Namun kelebihannya, kapasitas penyimpanan A8 bisa di-upgrade hingga 256 GB berkat kehadiran slot microSD dedicated slot.

Jika Snapdragon 835 punya teknologi big LITTLE maka Exynos punya Heterogen Multi-Processing (HMP), yakni system prosesor yang memanfaatkan semua core pada saat bersamaan atau hanya beberapa prosesor saja yang berjalan untuk memberikan performa maksimal atau meningkatkan kemampuan daya tahan baterai.

Kamera

Samakin hari kualitas kamera smartphone sudah sangat bisa diandalkan dan bisa menggantikan kamera saku bahkan setara kamera mirrorless. Berdasarkan spesifikasi kamera Nokia 8 dan Samsung A8, keduanya punya keunggulan masing-masing.

Nokia 8 dengan set up dual kamera belakang yang bersolusi 13 MP dengan lensa RGB dan 13 MP lensa monokrom yang disanding dual tone LED flash. Fitur kamera Nokia 8 juga terbilang lengkap dengan phase detection dan laser autofocus, OIS, Geo-tagging, face detection, HDR, panorama, PDAF.

Sedangkan kamera depan Nokia 8 hanya menyematkan satu kamera beresolusi 13 MP (f/2.0) PDAF. Hasilnya untuk kamera belakang cukup baik berkat kombinasi lensa RGB dan monokrom apalagi menggunakan lensa buatan Zeinss yang kualitasnya sudah tak diragukan lagi. Sedangkan untuk kualitas perekaman video, Nokia 8 mampu merekam hingga 4K 2160p@360fps, Full HD 1080p@30fps.

Kamera Samsung A8 sejatinya difokuskan untuk kebutuhan selfie, hal ini terlihat dari penempatan dual kamera di sisi depan yang masing beresolusi 16 MP (f/1.9) dan 8 MP (f/1.9) dan mampu merekam video hingga Full HD 1080p. Sedangkan kamera belakang hanya ada satu dengan resolusi 16 MP (f/2.0) serta dilengkapi segudang fitur seperti phase detection, autofocus, LED flash, touch focus, face detection, Geo-tagging, panorama, HDR. Dan untuk kualitas video, Samsung A8 hanya sanggup merekam maksimal 1080p@30fps.

OS dan Baterai

Sama-sama mengusung platform Android teranyar Nougat 7.1.1 namun Nokia 8 sekarang sudah bisa mencicipi update Android terbaru Oreo 8.0. Untuk user interface Samsung A8 dengan TouchWiz UI terlihat lebih berkarakter dan lebih matang dalam hal akses fitur serta pengolahan aplikasi bawaan, yang tentu saja berdampak pada kenyamanan saat digunakan.

Sedangkan di Nokia 8 yang menggunakan tampilan ala Android stok yang sebenarnya cocok buat pengguna yang tak ingin ribet dengan kostumisasi tampilan, sehingga menawarkan pengalaman penggunaan yang mudah dan dipadukan sistem operasi Oreo yang membuat Nokia 8 jadi lebih spesial.

Untuk kapasitas baterai, Samsung A8 dibekali baterai 3000mAh sedangkan Nokia 8 di-supplay baterai 3090mAh. Baterai keduanya hampir setara untuk keperluan standar harian smartphone zaman sekarang, kapasitasnya terbilang cukup bertahan seharian dengan penggunaan normal.

Kesimpulan

Menentukan mana yang terbaik di atara keduanya tentu bukan pilihan yang mudah, masing-masing smartphone menawarkan kelebihan dan saling menutupi kekurangan satu sama lain. Nokia 8 memberikan chipset terbaik saat ini yakni Snapdragon 835 yang terbilang murah di banding LG V30 Plus dengan prosesor yang sama. Sedangkan Samsung A8 dengan Exynos 7885 bisa memberikan perlawanan sepadan jika hanya sekadar membandingkan performa keduanya.

Di sektor kamera keduanya menawarkan spesifikasi yang berbeda, jika anda penyuka selfie tentu Samsung A8 dengan dual kamera depan punya nilai lebih dibanding Nokia 8 yang hanya single kamera. Sedangkan untuk kamera belakang meski Nokia 8 dibekali set up dual kamera bukan berarti lebih baik dari Samsung A8 yang hanya satu lensa saja di sisi belakang. Keduanya sama-sama menawarkan ketajaman dan saturasi warna yang apik untuk ponsel di level harga menengah. Semua tergantung dari kebutuhan dan budget anda.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE