New Spirit

“Kak, udah di mana neh??”
“Dah di depan parkiran Nav.”
“Ya udah, aku ke sana.”
percakapan via handphone terasa singkat, aku sudah gak sabar pengen ketemu dia. Maklum selama ini hanya bisa melihat pajangan wajahnya di layar Facebook, itu juga saran dari pacarnya teman (mungkin kasian liat aku kelamaan jomblo.) Penasaran? Ow, tentu saja. Seperti waktu zaman abg dulu, jantung dak, dik, duk, duerr. Pengennya ketemu sama cermin mulu (uh gayya) moga gak ketahuan aja kalau aku belum mandi (emang jarang mandi lo) mirip kata iklan di tivi “pandangan pertama begitu menggoda, selanjutnya? Godain kita-kita donk.” versi waria. Jadi mesti buat kesan yang spesial, istimewa dan super jumbo (martabak kalee,) akhirnya kita pun bertemu.

“Neh Yenmy??”
“Iya betul, selamat anda dapat hadiah gelas cantik. Hehehe”
Wow. Emang buah jatuh gak jauh dari emaknya, eh maksudnya pohonnya. Wajahnya mirip banget dengan foto yang ada di facebooknya (ya iyalah,, dia yang punya, geblek..). Wajah imut dengan senyum yang bisa memecah duren, rambutnya lurus sebahu warna coklat band, dan suara syahdu bak sinden Opera Van Java. Rasanya ingin selalu melihat dia, dan hati pun bernyanyi “Inikah rasanya cinta.. Oh inikah cinta.. Cinta pada jumpa pertama.” suaranya hati aku Ok juga, tapi lebih Ok kalau diam aja.
“K’ hari ini kita mau ke mana?”
Waduh, belum ada rencana neh. Namun kebetulan pas tempat dua sejoli bertemu, depannya ada Mall. Mall Panakukang dengan berbagai tempat istimewa di dalamnya.
“Gimana kalau ke MP?”
“Ok.”
Segera Vixion beradu dengan angin, menerobos macet yang merajalela, di temani sang hujan yang kehilangan pawangnya, petir dan guntur berteriak-teriak (Oee.. Musim hujan telah tiba..)
Akhirnya kita selamat juga dari terjangan hujan yang membabi buta, walau sedikit basah namun hatiku tetap kering dengan tawa menyertai. Dia lucu, gaya khas anak ABG zaman sekarang. Semua bisa jadi bahan guyonan dan suasana pun jadi lebih bermakna.
“Yen, mau nonton gak?”
“nonton apa?”
“Kita liat aja di sana, yang main film apa.”
Langkah beradu dengan eskalator yang macet, lalu lalang penjelajah dunia Mall semakin banyak meski itu bukan hari libur. Namun hatiku tetap sepi karena merindukan sang pujaan hati (lebay..). Tiba di Studio 21, lumayan rame tapi gak ngantri-ngantri amat.
“Pengen nonton apa Yen?” Sambil melihat-lihat pajangan poster Film dari studio satu sampe empat, dia terus berfikir.
“Itu aja K’, Air Terjun Pengantin.”
“Emang kamu gak takut film horor?”
“Takut sih, tapi seru kok.”
Aku pun segera menyelinap dalam antrean. Sebenarnya aku malas nonton film horor made in Indonesia, soalnya hantu dan setannya gaul banget. Tapi demi dia, gak apalah suka-sukain aja. Jangankan film horor, film Tom & Jerry pun jadi menarik kalau nonton sama dia.
“Perhatian-perhatian, pintu theater dua telah dibuka. Para penonton Bapak-bapak Ibu-ibu semua yang ada di sini..(loh kok lagunnya Inul?), agar memasuki ruangan.” Kata informan studio 21-nya.
Jeng, jeng, jeng. “Aaaakkhhhhh…”
“Loh kak, baru juga mulai. Setannya belum nongol dah teriak.”
“Oh iya ya, mungkin ke bawa suasana kali.” Aku jadi malu,, hehehe.
Kurang lebih dua jam, akhirnya filmnya selesai. Seperti yang sudah aku duga sebelumnya, kalau filmnya gak serem tapi…(ehem,ehem.. 20+)

Kemudian kita makan di restoran cepat saji, sambil ngobrol-ngobrol ringan. Namun saat asyik menikmati menu ayam, nasi dan kentang goreng, tiba-tiba dia berdiri dari tempat duduknya.
“k’, tunggu bentar ya?, cuma bentar kok.”
Aku hanya diam, dan terus melanjutkan petualanganku dengan si ayam. Tak lama dia kembali setelah sempat hilang dari pandanganku.
“Kak tau gak, tadi aku ketemu sama siapa?”
“Meneketehe?”
“Tadi aku ketemu dengan k’Ichal.”
“Siapa tuh?”
“Itu loh kak, Host acara musik daerah di Fajar Tv. Malah aku udah foto bareng.”
Wah, rupanya dia penggemar berat acara lokal. Mungkin tivi di rumah gak dapat siaran acara itu, jadinya aku gak tahu.
Tak terasa sudah pukul 18.00 Wita, kami pun keluar dari Mall dengan cuaca yang masih mendung. Vixion kembali melaju melibas genangan air yang menutupi sebagian jalan. Mengelilingi kota yang semakin rame (ya iyalah kota rame, emang kuburan. Sepi). Sebelum pulang, kita mampir dulu makan pisang epe rasa coklat. Dan dengan hati riang gembira aku mengantarnya pulang. Sungguh pertemuan yang menyenangkan. Moga ini menjadi awal yang indah untuk ke depan nantinya..(ngarep).

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE