New Experience

Januari 2013, UNISAN mengadakan acara pelepasan mahasiswa KKLP (Kuliah Kerja Lapangan Plus) yang dihadiri oleh Rektor, para pejabat teras UNISAN serta beberapa dosen pembimbing yang akan mendampingi mahasiswa di lokasi KKLP. Saya termasuk salah satu dosen pembimbing yang diberi tanggung jawab untuk membimbing mahasiswa KKLP meski sebenarnya saya sendiri butuh bimbingan agar tidak kesasar, ini menjadi pengalaman pertama saya sebagai dosen pembimbing, maklum saya baru dua minggu menetap di kota Gorontalo dan belum hafal betul arah jalan termasuk jalan menuju lokasi KKLP yang bertempat di Kecamatan Bongomeme.

Setelah pak Rektor memberi arahan dan melepas secara resmi mahasiswa KKLP yang berjumlah 500-an orang, rombongan pun berangkat ke kantor bupati Gorontalo untuk bersilaturahmi sekaligus memohon doa restu agar pelaksananaan KKLP ini berjalan aman, lancar dan sukses. Dari kantor bupati, iring-iringan kendaraan kemudian bergerak menuju lokasi KKLP dengan pengawalan khusus mobil patroli lalu lintas yang memecah keheningan jalan yang tak begitu ramai, panas terik mentari tak menyurutkan semangat para mahasiswa untuk membagi ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah pada penduduk desa.

Akhirnya rombongan tiba di kantor kecamatan Bongomeme dan disambut hangat oleh pak camat beserta jajaran staf yang sejak tadi menunggu dengan sabar. Setelah acara serah terima mahasiswa KKLP yang diwakili oleh pihak rektorat selesai, acara lalu dilanjutkan dengan santap siang, kemudian peserta KKLP segera menuju desa-desa yang telah ditentukan dengan menggunakan bus dan melewati jalan yang sempit dan sunyi, namanya juga desa pasti banyak sawah, pohon kelapa dan hewan ternak. Saya pun tiba di desa Owalangan, saya menjadi dosen yang akan membimbing dua puluh satu mahasiswa yang akan melakukan kegiatan KKLP di desa itu.

Desa Owalangan ditempuh sekitar lima belas menit dari kantor kecamatan Bongomeme, jalannya sudah beraspal dan mulus. Nampak kebun kelapa di sisi jalan, rumah warga yang sederhana serta iringan hewan ternak sangat memanjakan mata. Kendaraan yang saya tumpangi tiba-tiba berhanti tepat di depan warung dan di warung itu sudah ada mahasiswa yang menunggu untuk bersama-sama menuju kantor desa untuk bertemu dengan kepala desa Owalanga. Setelah berbincang-bincang dengan warga sekitar, ternyata untuk menuju kantor desa tersebut harus melewati medan yang berat. Jalan berbatu dan sempit, tak bisa dilalui mobil, naik motor pun butuh keahlian khusus, jika hujan jalan itu tak bisa dilalui oleh warga, di sana juga belum dialiri listrik, air pun menjadi barang yang langka.

Namun setelah berkoordinasi dengan kepala desa dan kepala dusun maka posko KKLP yang sekaligus menjadi tempat tinggal mahasiswa disepakati berada di dekat jalan poros dan menempati rumah kepala dusun, jadi tak perlu lagi masuk ke dalam kantor desa. Namun pusat kegiatan mahasiswa tetap dilaksanakan di kantor desa. Mahasiswa nampak lega, yang sebelumnya ada diantara mereka yang nangis jika mereka benar-benar ditempatkan di rumah kepala desa yang berjarak satu kilometer lebih dari jalan poros.

Kami pun mengelar rapat sederhana sekaligus sebagai perkenalan singkat dengan kapala desa beserta kapala dusun. Sekaligus mengucapkan terima kasih pada seluruh perangkat desa yang telah menerima saya dan mahasiswa peserta KKLP dengan tangan terbuka dan penuh rasa kekeluargaan. Waktu sudah beranjak sore, saya pun bergegas pulang dan menitipkan mahasiswa KKLP ini pada kepala desa, semoga mereka bisa membangun dan mengembangkan desa ini menjadi lebih baik lagi. Dan semoga saya tidak kesasar karena tak tahu jalan pulang. Hehehe..!

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE