Nekat Karena Hobi


Minggu pagi cuaca agak mendung, sisa hujan semalam sepertinya masih ada di atas awan. Gluduk-gluduk suara guntur tak menyurutkan niat saya dan teman-teman untuk bermain futsal. Hari ini saya, Firman, Rio dan Yuda diundang bertanding futsal, tempatnya agak jauh dari kota kira-kira setengah jam perjalanan. “Lagi dimana mas bro? kita udah siap berangkat nih?” bunyi sms dari Rio. Segera saya meluncur ke rumah Firman, di sana teman-teman sudah siap dengan peralatan masing-masing. Motor kami pun melaju membelah macet, kok bisa? padahal ini hari libur. Tanya si Komo..hehehe

Baru sekitar 10 Menit perjalanan, hujan mulai turun dikit-dikit (gerimis) tapi lama-lama makin deras. Baru ingat kalo saya lupa bawa jas hujan, tak berapa lama hujan berhenti. Lumayan basah tapi perjalanan tetap dilanjutkan. Kemudian tiba-tiba hujan kembali turun dengan amat sangat deras, saya pun bingung mau berteduh dimana.

“Yad, minggir dulu cari tempat berteduh, dah basah kuyup nih.” sahut Yuda. “Ini juga lagi nyari tempat berteduh yang enak, nyaman dan aman.” kataku. Akhirnya saya singgah di Masjid yang halamannya sudah dipenuhi air dan tanpa pikir panjang saya dan Yuda pun berteduh di teras Masjid. Tak berapa lama Firman dan Rio datang dengan pakain yang juga basah.

Setengah jam berlalu hujan belum mengisyaratkan untuk berhenti. “Jadi gimana nih? hujan makin deras kayak lama baru berhanti.” ujar Rio. “kita lanjut jalan aja, sekalian main hujan-hujan.” kata Yuda. “wah, ntar smpe sana kita main pake baju apa? klo semuanya basah.” kataku. Setelah berfikir kesana-kemari, “Gimana kalo kita naik angkot.” sahut Firman. “Lalu motornya simpan dimana?” kataku. ‘Simpan disini aja, kelihatannya aman kok. Tuh minta izin aja sama yang jaga Masjid.” Akhirnya kami sepakat melanjutkan perjalanan dengan naik angkot, motor pun dititipkan di Masjid tempat kami berteduh.

Saking derasnya hujan jarak pandang pun jadi terbatas, Yuda pun melambaikan tangan tiba-tiba sebuah angkot berhenti di depan kami, wah hebat ya? kayak sulap. Angkot yang kami naiki sepertinya seumuran dengan kakek saya, jalannya ndut-ndutan lambat pula, kalo menerobos genangan air semburannya bisa masuk ke dalam dan atapnya ada yang bocor.

Di dalam angkot cuma ada kami berempat plus si supir. Saat saya, Firman dan Rio sedang sibuk menyalahkan Yuda karena memilih angkot yang menyengsarakan, tiba-tiba angkot berhenti. “Kenapa berhenti bang?” kataku. “Ada yang koslet kabelnya karena basah mas.” kata si supir. Waduh, perjalanan yang harusnya cuma setengah jam kini molor jadi sejam lebih, mana teman-teman yang udah sampai lebih dulu di lapangan pada telpon dan sms-an.

Akhirnya dengan penuh perjuangan saya dan teman-teman pun tiba di lapangan, setelah ganti pakaian saya pun segera masuk lapangan dan ikut bermain bersama teman-teman. Meski akhirnya tim saya kalah namun kisah perjalanan demi memuaskan hobi bermain futsal merupakan pengalaman yang menarik.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE