Met Taon Baru

Mulai menyusun jadwal acara yang tidak jelas, dari tempat yang paling rame (Mall, Timezone, Cafe, Distro), sampai yang sunyi senyap (Hutan, gunung, kamar mandi, kuburan) mang lu mau ngepet?. Selanjutnya nyusun daftar peserta yang akan ikut acara. Dari teman, sahabat, TTM, selingkuhan, dan pacar (nama terakhir wajib). Hari yang cerah untuk jiwa yang sepi “Kutipan lagu Peterpan” menggambarkan apa yang aku rasa, kekasih hati yang seharusnya buat kita bahagia malah sebaliknya, tapi “Show must go on” alon-alon asal klakon, maju terus tapi liat kanan kiri kalau mau nyabrang jalan (alah ngawur). Pengennya buat acara yang special dan terkenang sepanjang masa kayak jasa-jasa pahlawan kita dulu. Namun apa daya isi dompet gak memungkinkan (alias bokek). Maklum aku dah di PHK dari perusahaan karena menolak dipindahkan ke daerah terjauh, terpencil, bahkan menurutku daerah itu baru terbentuk dan tidak nampak dalam peta Indonesia. Seketika aku ingat lagunya slank “Bokek nggak bokek asal ngumpul” (lah bukannya makan bang?).

Pergantian tahun tentu beda dengan pergantian cuaca, apa lagi pergantian kulit (nah loh…ular). Beragam kisah dan tragedi dilalui dalam kurun waktu setahun, tentu yang lebih banyak bahagianya bisa merasa senang, dan berharap tahun berikutnya bisa lebih mujur. Tapi bagaimana kalau sebaliknya?, alih-alih mau untung tapi malah buntung. Manusia hanya bisa berencana namun Tuhan jua yang menentukan, putus asa tidak ada dalam kamus pikiran kita, berusaha, berusaha dan terus berusaha. Andai manusia hanya bermalas-malas ria lalu ketika musim hujan tiba, bukan air yang membasahi bumi tapi uang, alangkah indahnya hidup (itu seh mau loe..).

Pepepe..mimi..pemirsa…(ala Tukul Arwana..) kemarin 28 Desember 2009 adalah hari ulang tahunku yang ke 17 (17+9=…???). Banyak harapan yang bergaung dalam hati, berteriak-teriak memekakan telinga berkata: “Kapan nikah?”, pertanyaan yang sulit tuk dijawab dengan kata tapi mesti dijawab dengan undangan kalee. Pencarianku belum usai untuk mencari pujaan hati, gunung ku daki, lautan ku seberangi, Pohan ku panjati, dinding ku rayapi (ala tokek ngorok..). Tanpa lelah terus mencari, dalam lorong pasar, dalam lebatnya hutan, dan dalam rindangnya kebun tetangga. Namun apa yang aku dapat? kecewa yang tak berujung. Berkali-kali didera frustasi ala penghuni rumah sakit jiwa, Lebay.

Selamat Tahun Baru 2010. Semoga di tahun ini bisa lebih baik dari tahun kemarin, penuh dengan keberuntungan dan yang pasti semangat baru untuk melakukan hal yang lebih baik lagi. Memulai sesuatu yang baru harus dengan doa dan senyuman, agar dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Canangkan target yang ingin dicapai, agar hati tak berkoar-koar lagi dan berkata: “Kapan nikah?”

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE