Mental Barca Ukir Sejarah

Menit 80 skor 3-1 masih bertahan, meski Barca unggul sementara tapi dengan agregat 3-5 menjadikan PSG masih berada di atas angin.

Berbekal keunggulan 4-0 di leg pertama, Edinson Cavani dkk punya modal bagus kala harus bertandang ke Nou Camp. Tentu bukan hal yang mudah bagi tim manapun untuk membalikkan keadaan seperti yang dialami Barcelona.

Sebelum digelar leg kedua Liga Champions yang mempertemukan Barcelona dan Paris Saint-Germain banyak kalangan yang menyebut bahwa peluang Barca untuk maju ke babak perempatfinal hanya nol persen, tentu saja pendapat tersebut mengacu pada fakta bahwa selama gelaran Liga Champions memasuki babak knockout belum ada satu pun tim yang berhasil lolos setelah tertinggal empat gol di leg pertama.

Musim 1996/97 ada FC Porto yang disingkirkan Manchester United setelah kalah 0-4 di Old Trafford dan pada leg kedua FC Porto hanya mampu bermain imbang 0-0 di kandang. Selanjutnya ada Tottenham Hotspur musim 2010/11 yang kalah 0-4 pada babak delapan besar di markas Real Madrid, lalu di leg kedua The Lilywhites kembali takluk 0-1 di Stadion White Hart Lane.

Musim 2011/12 ada Arsenal yang dicukur 0-4 oleh AC Milan di San Siro pada leg pertama, meski menang 3-0 di Stadion Emirates kemenangan tersebut belum mampu meloloskan Arsenal ke babak selanjutnya. Kemudian musim berikutnya yakni 2012/13 giliran Barcelona yang kebobolan 0-4 saat bertandang ke markas Bayern Muenchen, dan di leg kedua Barca kembali dipermalukan Arjen Robben dkk 0-3 di rumah sendiri dan disaksikan puluhan ribu pendukung fanatiknya.

Yang terbaru menimpa Bayer Leverkusen musim 2013/14 pada babak 16 besar, mereka diberondong 0-4 oleh PSG di markas sendiri, kemudian tak berkutik dan harus menyerah 1-2 saat bertandang ke Stadion Parc des Princes.

Musim ini ketika Barca mengusung mission impossible untuk maju ke babak perempatfinal dan mengukir sejarah di Liga Champions sebagi tim pertama di benua Eropa yang mampu bangkit setelah tertinggal empat gol, banyak pengamat dan penggemar bola yang memprediksi bahwa tim asuhan Luis Enrique ini bakal terhenti di babak 16 besar.

Saya pun sempat pesimis dengan peluang Lionel Messi dkk melaju ke babak perempatfinal ketika di menit 80 skor 3-1 masih bertahan, dan tiket tersebut sepertinya bakal menjadi milik PSG. Namun gol Neymar dari sepakan bebas di menit 88 menjadi awal petaka bagi Les Parisien. Dua menit berselang saat memasuki masa injury time derita PSG bertambah setelah pelanggaran Marquinho terhadap Luis Suarez di kotak terlarang membuat wasit menuntuk titik putih.

Neymar sebagai algojo sukses menghidupkan kembali asa Barca meski dengan agregat 5-5 PSG masih unggul berkat produktivitas gol tandang, Los Cules hanya butuh satu gol lagi untuk lolos. Namun di akhir masa injury time tepatnya menit 90+5 gol Sergi Roberto membungkam pendukung PSG yang sudah siap berpesta, dengan agregat 6-5 Barcelona berhak maju ke babak perempatfinal.

*****

Ibarat cerita dongeng yang dibumbui keajaiban, keberhasilan Barcelona melakukan comeback setelah tertinggal empat gol patut diajungi jempol. Khususnya mental para pemainnya yang pantang menyerah mengejar defisit gol sebelum peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan berbunyi. Terlepas dari kontroversi dua penalti yang didapat Blaugrana dan gol bunuh diri Layvin Kurzawa sedikit banyak memudahkan langkah Barca meraih tiket delapan besar Liga Champions musim ini.

Saya bukanlah penggemar Barcelona, tapi secara keseluruhan permainan Barca memang lebih baik dari PSG. Selain itu melihat kegigihan dan usaha pantang menyerah yang mereka pertontonkan membuat target seberat apa pun atau bahkan mustahil sekalipun untuk diraih bukanlah sebuah batu sandungan selama ada rasa optimis dan keyakinan yang tertanam dalam diri. Selamat Barca.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE