Menjelajah Dua Kecamatan

Perjalanan kali ini bukan untuk traveling ke tempat-tempat wisata, meski niat hati untuk sekadar mampir jika di daerah itu ada tempat wisata memang tak bisa terbendung. Rentetan agenda tugas sudah tersusun rapi moga ada sedikit waktu luang untuk menikmati pesona kecamatan Popayato dari sudut lain. Ya,  tujuan perjalanan kali ini menuju kecamatan Popayato sekitar 90 KM dari kecamatan Marisa, kabupaten Pohuwato guna mengantar mahasiswa ke lokasi Kuliah Kerja Lapangan Plus (KKLP) Unisan Kampus II Pohuwato.

Saya beserta rombongan berangkat dari Gorontalo jam 19.00 Wita menuju kecamatan Marisa, kabupaten Pohuwato. Dengan jarak tempuh sekitar 160 KM atau empat jam perjalanan agar besok paginya bisa langsung ke tempat acara yang rencananya akan dilepas secara resmi oleh bupati Pohuwato. Ruas jalan yang dilalui sudah cukup bagus hanya sebagian saja jalanan yang masih dalam taraf perbaikan. Ketika memasuki desa Isimu, rombongan mampir dulu di rumah warga yang menjajakan jagung rebus serta kacang rebus.

Menikmati jagung rebus tengah malam

Jam 09.00 pagi, acara pelepasan mahasiswa KKLP Unisan dan STIE Ichsan Pohuwato berlangsung di tengah cuaca yang bersahabat. Rangkaian acara mulai dari kata sambutan bapak pembina yayasan, rektor, ketua STIE dan bapak bupati berjalan dengan lancar. Sekitar jam 11.00 mahasiswa sudah diberangkatkan ke lokasi KKLP di kecamatan Popayato induk dan Popayato Timur. Siang cukup menyengat namun tak menyurutkan semangat para mahasiswa untuk berbagi dan mengamalkan ilmu yang mereka peroleh pada masyarakat.

Sambuta bupati Pohuwato

Saya dan rombongan turut serta ke lokasi KKLP. Jarak dari kecamatan Marisa menuji Kecamatan Popayato sekitar 90 KM atau memakan waktu hampir dua jam. Rute yang dilalui adalah jalan trans Sulawesi yang menghubungkan Gorotalo dan Palu, kondisi jalan cukup memprihatinkan dengan lubang-lubang besar dan berlumpur saat musim hujan tiba. Pemerintah daerah berkilah kalau perbaikan sarana dan prasarana khususnya jalan trans Sulawesi adalah tanggung jawab pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah.

Rombongan disambut oleh pak camat Popayato

Sebenarnya jarak tempuh bisa sekitar satu jam jika ruas jalan yang menghubungkan Popayato dan Marisa keseluruhan sudah diaspal sehingga roda perekonomian akan berkembang cepat jika didukung oleh sarana transportasi berupa jalan protokol yang layak. Mobil dan motor harus ekstra hati-hati jika melintas dibeberapa desa dengan kondisi jalan yang rusak parah, terlebih saat musim hujan jalan yang berkerikil dan berbatu sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Pukul 15.00 rombongan sudah tiba di kantor kecamatan Popayato. Acara kemudian dilanjutkan dengan pertemuan antara dosen pembina, mahasiswa dan perangkat kecamatan.

Peserta KKLP

Mahasiswa lalu diterima langsung oleh pak camat Popayato beserta pak lurah dari beberapa kelurahan dan desa yang menjadi posko mahasiswa KKLP di kecamatan Popayato. Jam 15.00 acara telah selesai, lalu dilanjutkan dengan santap sore di sebuah rumah makan yang menyajikan menu ikan bakar. Oh iya, di Popayato terdapat objek wisata bernama Torosiaje, tempat perkampungan nelayan yang berada di tengah laut, harus menggunakan perahu motor untuk menyeberang ke pulau itu. Penasaran juga dengan Torosiaje tapi waktu yang tak mendukung untuk perjalan hari ini karena sudah hampir gelap, semoga saya bisa kembali mengunjungi tempat ini dilain kesempatan.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE