Menikmati Sunset Di Kafe Ballairate

Ballairate Sunset Bar

Pantai Losari menawarkan pemandangan sinar sunset yang memesona. Selain Anjungan Losari yang menjadi tempat favorit warga Makassar, Ballairate Sunset Bar bisa menjadi tempat alternatif bagi anda yang ingin menghabiskan waktu sore sambil memandangi terbenamnya matahari. Kafe Ballairate merupakan salah satu fasilitas hotel Pantai Gapura Makassar yang disediakan untuk para tamu yang menginap di sana namun cafe itu juga terbuka untuk umum, jadi buat anda yang hanya ingin menikmati view sunset yang tak biasa, anda bisa berkunjung ke kafe ini.

Sabtu sore, saya bersama Inha berkunjung ke kafe Ballairate. Di pintu masuk kami disambut sekuriti yang berdiri gagah dengan senyum yang merekah, setelah motor di parkir mundur (jadi bukan cuma mobil saja yang wajib parkir mundur) kami lalu menuju area hotel yang suananya sangat sejuk di kelilingi beragam tumbuhan hijau dan hiasan kembang berwarna cerah. Kami menyusuri jalan yang mirip lorong dengan atap berbentuk persegi, di samping jalan itu ada kolam renang yang cukup luas, selain warga lokal yang berkunjung banyak bule-bule juga berenang di sana.

Pinisi Restaurant by indonesie.individueel-reizen

Di sisi hotel kami melewati kapal besar. Wah, mirip kapal Titanic (ah, lebay), tapi lumayan besar untuk kapal yang bersandar di sekitaran bangunan hotel. Kapal itu disebut Pinisi Restaurant, restoran berbentuk kapal tempat tamu-tamu hotel menikmati hidangan makanan. Untuk sampai ke kafe Ballairate yang terletak di belakang area hotel Pantai Gapura Makassar, kami harus melewati deretan cottage-cottage yang terbuat dari kayu dan didesain mirip rumah panggung khas Makassar yang berada di atas laut. Tiap cottage dihubungkan oleh jembatan yang terbuat dari semen agar lebih aman dan tahan lama jika dibandingkan dengan jembatan kayu.

Cottage Pantai Gapura Makassar by bp.blogspot.com
Salah satu view kafe Ballairate

Akhirnya kami tiba di kafe Ballairate, bangunan mirip bar mini dengan view menghadap laut lepas dan di sebelahnya ada pelabuhan untuk kapal-kapal angkut kontainer. Lantai kafe terbuat dari kayu lengkap dengan meja bundar dan kursi ukiran besi yang berjejer rapi, kami datang sekitar jam lima sore saat matahari masih lumayan hangat menerpa kulit. Kafe tersebut menyediakan makanan dan minuman dengan harga yang cukup lumayan lah, namun harga itu belum seberapa jika dibandingkan dengan sajian sinar sunset yang memanjakan mata. Kami lalu memilih tempat di tepi kafe yang bersebelahan langsung dengan laut, sambil menunggu matahari tenggelam, kami melakukan ritual yang saat ini lagi tren, apalagi kalau bukan ber-selfie ria.

Background Sunset
Saat sunset tiba
Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE