Mengenal IoT (Internet of Things)

The Internet of things market connected smart devices tag cloud

Berdasarkan hasil riset  Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJJI) tahun 2016, dari total 256,2 juta jiwa populasi penduduk Indonesia, 132,7 juta orang menggunakan internet.

Jika dibandingkan dengan data tahun 2014 dimana pengguna internet saat itu masih 88 juta orang membuat jumlah tersebut naik cukup signifikan di tahun 2016 lalu. Angka tersebut menunjukkan bahwa potensi konektivitas masyarakat Indonesia sangatlah besar, dan sebaiknya konektivitas itu dimanfaatkan sebagai pondasi untuk pengembangan kota dan Negara dengan lebih cerdas.

Di Negara-negara maju implikasi transformasi digital berbasis IoT (Internet of Things) sudah sangat umum terdengar, bahkan di ASEAN tren IoT menunjukkan pertumbuhan yang sangat luar biasa. Jika bercermin pada pertumbuhan pengguna internet di tanah air yang terus merangkak naik, memang sudah seharusnya IoT menjadi konsep yang menjembatani kebutuhan masyarakat terkait konektivitas data dan produktivitas dalam segala bidang agar lebih efisien.

Namun sebelum melangkah lebih jauh tentang cara kerja IoT dan manfaat apa saja yang diperoleh ketika sebuah negera menerapkan sistem Internet of Things sebagai pondasi pengembangan kota atau Negara secara cerdas, sebaiknya kita harus tahu dulu apa itu IoT.

Definisi Internet of Things (IoT)

Secara umum IoT bisa diartikan sebagai sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Seperti dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan gadget yang terhubung internet secara terus-menerus memiliki banyak manfaat. Membaca berita online, berinteraksi di media social, hingga berbelanja online merupakan beberapa manfaat dari konektivitas internet yang terhubung setiap hari.

Bisa juga yang terhubung itu terkait data perusahaan, remote control alat elektronik, dan lain sebagainya, termasuk benda-benda yang ada di dunia nyata seperti benda hidup yang tersambung ke jaringan lokal dan global melalui sensor yang ditanamkan dan selalu aktif. Pada dasarnya, Internet of Things mengacup pada benda yang diidentifikasikan secara unik sebagai representasi virtual dalam struktur berbasis internet.

Sebenarnya definisi IoT tak hanya terbatas hanya itu, karena penelitian tentang IoT itu sendiri masih dalam tahap pengambangan sehingga besar kemungkinan bisa memunculkan arti yang lebih luas lagi. Untuk lebih jelasnya berikut ini definisi alternative yang dirumuskan oleh penelitai terkait IoT.

The-Internet-of-Things-803x540-803x540

Casagras (Coordination and support for global RFID-related activities and standardization) mendefinisikan Iot sebagai sebuah infrastruktur jaringan global yang menghubungkan benda-benda fisik dan virtual melalui eksploitasi data capture dan kemampuan komunikasi (Sumber: Tabloid Pulsa edisi 352).

Infrastruktur tersebut terdiri dari jaringan yang sudah ada dan internet merupakan pengembangan dari jaringan itu, semua elemen-elemen tersebut akan menawarkan identifikasi objek, sensor dan kemampuan koneksi sebagai dasar untuk pengembangan layanan dan aplikasi ko-operatif yang independen.

Cara Kerja dan Manfaat IoT

Yaitu dengan memanfaatkan sebuah argumentasi pemrograman yang di mana tiap-tiap perintah argumen itu menghasilkan sebuah interaksi antara sesama mesin yang terhubung secara otomatis tanpa campur tangan manusia dan dalam jarak berapa pun. Internetlah yang jadi penghubung antara kedua interaksi mesih tersebut, sementara menusia hanya bertugas sebagai pengatur dan mengawasi bekerjanya alat tersebut secara langsung.

Tantangan terbesar dalam mengkonfigurasi IoT adalah menyusun jaringan komunikasinya sendiri, yang mana jaringan tersebut sangatlah kompleks dan memerlukan sistem keamanan yang ketat mengingat potensi kebocoran data juga sangat besar. Selain itu biaya yang mahal sering menjadi penyebab kegagalan yang berujung pada gagalnya produksi.

Dapat juga disebut bahwa IoT mengacu pada pengidentifikasian suatu objek yang direpresentasikan secara virtual di dunia maya atau internet, jadi dapat juga dikatakan bahwa Internet of Things adalah bagaimana suatu objek di dunia nyata digambarkan di dunia maya atau internet. Pengidentifikasian tersebut dapat dilakukan dengan beberapa teknologi seperti kode batang (Barcode), Kode QR (QR Code), dan Identifikasi Frekuensi Radio (RFID).

Sangat banyak manfaat yang didapatkan dari IoT, pekerjaan yang dilakukan jadi lebih cepat, mudah, dan efisien. Kita juga bisa mendeteksi pengguna di mana pun ia berada. Contohnya seperti barcode yang tertera pada sebuah produk, dengan barcode tersebut bisa dilihat produk mana yang paling banyak terjual dan produk mana yang kurang laku. Selain itu dengan barcode tersebut kita juga bisa memprediksi produk yang stoknya harus ditambah atau dikurangi.

Jika ingin bepergian menggunakan transportasi umum seperti MRT atau bus, kita cukup menggunakan atau membeli EZ-link card yang biasanya dipakai oleh pata wisatawan yang mengunjungi Singapore sebagai pengganti uang tunai untuk membayar jasa transportasi yang telah digunakan. Sedangkan warga Negara Singapore sendiri menggunakan KTP atau kartu pelajar sebagai alat pembayaran.

Cara tersebut lebih efisien dan cepat ketimbang kita menggunakan uang tunia yang masih harus mengantre untuk membayar, belum lagi jika kita membayar dengan nilai nominal uang besar tentu butuh waktu untuk mendapatkan uang kembalian.

 

*Sumber : Tabloid Pulsa Edisi 352, Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas.

 

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE